• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Budaya

Editor by Editor
January 22, 2021
in Budaya, Digital Life, Ekonomi
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kenali Produk Makanan Sehat dan Mengandung Pewarna Alami dengan Membaca Label Pada Kemasan

Jakarta, Makronesia.id – Awali tahun baru dengan hidup sehat. Gaya hidup sehat diyakini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup serta daya tahan tubuh. Terlebih di tengah situasi pandemi saat ini, semua orang dituntut senantiasa menjaga kesehatan dengan dengan rutin berolahraga, menerapkan protokol kesehatan dan menjaga asupan makanan sehari-hari khususnya produk makanan dalam kemasan.

Memperhatikan label pada kemasan merupakan hal yang sangat penting dalam menerapkan pola hidup sehat. Dengan memeriksa label dan bahan makanan dari produk yang akan konsumsi, konsumen akan dapat mengetahui jenis makanan dan bahan makanan olahan yang tidak sehat serta tidak aman untuk dikonsumsi karena mengandung zat aditif atau diproduksi melalui proses manufaktur yang tidak seharusnya.

RelatedPosts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kebiasaan membaca label pada produk kemasan ini kemudian melahirkan sebuah gerakan yang dikenal dengan sebutan ‘clean label’. Gerakan ini mendorong industri makanan global untuk dapat menyederhanakan daftar bahan makanan yang digunakan dan lebih transparan dalam mengkomunikasikan secara jelas kepada konsumen mengenai bahan makanan apa saja yang digunakan di dalam pembuatan makanan dan minuman mereka serta proses manufakturnya yang terlibat.

Meskipun belum ada definisi yang disepakati atau persyaratan yang jelas untuk ‘clean label’, namun sebagian besar produk makanan ‘clean label’ dapat dipastikan telah menerapkan penggunaan jumlah bahan makanan yang lebih sedikit (oleh karena itu daftar bahan menjadi lebih pendek), memastikan bahwa semua bahan makanan mudah dikenali dan otentik, menghindari bahan tambahan pangan, dan diproses secara minimalis.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh FMCG Gurus, 70 persen konsumen Indonesia telah familiar dengan istilah ‘clean label’ dalam konteks makanan dan minuman. Ketika ditanya bagaimana pendapat mereka tentang ‘clean label’, 81 persen mengatakan bahwa produk makanan tersebut bebas sintetik, 78 persen mengatakan produk ‘clean label’ non-GMO, 77 persen mengatakan ramah lingkungan, 75 persen mengatakan bebas dari zat aditif, dan 74 persen mengatakan bahwa produk tersebut berbahan alami. Dalam studi yang sama juga mengungkapkan bahwa 71 persen konsumen Indonesia melihat pentingnya penggunaan pewarna makanan alami pada makanan dan minuman. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran konsumen akan produk yang lebih alami dan lebih bersih semakin berkembang.

Dalam hal penggunaan pewarna makanan, warna alami merupakan pilihan utama untuk membuat makanan dan minuman tampak lebih menarik bagi konsumen. Didukung oleh regulasi setempat mengenai makanan yang mensyaratkan untuk menyertakan kata ‘pewarna alami’ dalam daftar bahan untuk menandakan bahwa makanan atau minuman tersebut menggunakan pewarna alami. Hal ini membantu konsumen dalam mengenali produk dengan pewarna alami saat mereka melihatnya.

Untuk memenuhi permintaan konsumen akan produk 100 persen ‘clean label’, produsen dan merek memiliki pilihan dalam menggunakan bahan pewarna makanan. Bahan pewarna makanan selain dibuat dari sumber alami seperti tumbuhan, buah-buahan dan sayuran juga dibuat dengan

menggunakan metode produksi sederhana dan tradisional untuk menghasilkan konsentrat yang dapat memberikan warna sebagaimana yang diinginkan pada makanan dan minuman. Hal ini diakui sebagai bahan makanan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan memberi label sebagai konsentrat buah atau sayuran pada daftar bahan. Beberapa contohnya adalah konsentrat wortel jeruk, konsentrat kunyit, konsentrat ubi jalar dan konsentrat spirulina. Seperti yang Anda lihat, mereka diolah secara sederhana dan mudah dikenali konsumen.

Secara global, konsumen juga lebih menyukai makanan dengan pewarna alami daripada pewarna sintetik meskipun terdapat perbedaan harga diantara keduanya. Sebuah studi menunjukkan bahwa sekitar 88% konsumen bersedia membayar lebih mahal untuk produk yang mengandung bahan-bahan alami. Sementara itu, sekitar 80% konsumen menganggap pentingnya membaca daftar bahan makanan yang tercantum pada produk sebelum membeli. Di Indonesia sendiri, 67% konsumen paling banyak memeriksa daftar bahan makanan setiap kali mereka membeli produk makanan dan minuman.

Dengan tumbuhnya kesadaran akan konsep ‘clean label di kalangan konsumen Indonesia, dan manfaat yang dapat diperoleh dari bahan alami dalam makanan dan minuman – kita mungkin akan melihat lebih banyak pilihan produk yang lebih sehat dan lebih bersih dari berbagai produsen makanan yang ditawarkan pada rak supermarket di tahun 2021 dan dimasa yang akan datang.

Evolusi yang terjadi pada industri makanan global menghadirkan pilihan baru dalam mengadopsi pola makan yang lebih bersih dan lebih sehat, salah satunya membantu konsumen dalam menghindari makanan dan minuman yang mengandung bahan pewarna sintetik melalui label yang disematkan pada produk. Untuk itu, akan sangat disarankan agar Anda dapat membaca label tersebut dan lebih memperhatikan daftar bahan makanan saat Anda pergi berbelanja, sehingga Anda dapat melakukan upaya lebih dalam menuju gaya hidup yang lebih baik.

***

Tags: FMCGFMCG Gurus
ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

February 27, 2026
“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

February 27, 2026
Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night

ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night

February 22, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In