• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Digital Life

Analisis Mendalam Menjelang Halving Bitcoin

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
April 18, 2024
in Digital Life, Ekonomi, Feature, Opini, Pendidikan
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Dengan momen halving yang semakin mendekat, pasar kripto menyaksikan pergerakan yang menarik. Pada Kamis (18/4), harga Bitcoin terpantau mengalami penurunan tajam sebesar 3,84%, mencapai US$61.309. Dalam tujuh hari terakhir saja, aset kripto terbesar di dunia ini turun lebih dari 13,05%, sementara dalam satu bulan terakhir, penurunan mencapai 10,31%.

Menurut Fyqieh Fachrur, Trader Tokocrypto, penurunan ini bukanlah tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, termasuk meningkatnya ketegangan konflik Iran-Israel dan keyakinan The Fed yang menahan diri untuk menurunkan suku bunga secara terburu-buru pada tahun ini.

RelatedPosts

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Namun, faktor yang paling mendominasi perbincangan adalah halving yang akan datang. “Investor di pasar kripto tengah menantikan halving. Secara tren, halving ini diperkirakan akan meningkatkan harga. Namun, dengan harga Bitcoin mencapai titik tertinggi baru-baru ini, keraguan mulai muncul,” kata Fyqieh.

Tren harga Bitcoin menjelang halving menarik perhatian. Sejarah telah menunjukkan bahwa Bitcoin cenderung mengalami penurunan harga sebelum memasuki fase bull run. Fase “Pre-Halving Retrace” yang terjadi 28 hingga 14 hari sebelum halving telah menyebabkan penurunan harga masing-masing sebesar 38% dan 20% pada tahun 2016 dan 2020.

Fyqieh menyarankan untuk mengadopsi strategi DCA (Dollar Cost Averaging) untuk mengurangi volatilitas Bitcoin di masa depan. Ini dapat membantu investor membeli BTC secara konsisten dan mengurangi risiko harga yang terlalu tinggi atau rendah. Analisis teknis dan pemantauan tren historis juga disarankan untuk menentukan titik masuk dan keluar yang tepat.

Meskipun harga BTC mungkin akan mengalami koreksi lagi dalam jangka pendek, pandangan jangka panjang tampak bullish. Setelah fase “Pre-Halving Retrace”, Bitcoin diharapkan memasuki fase akumulasi ulang selama hampir 5 bulan. Rentang ini dapat meningkatkan harga Bitcoin menuju All-Time High baru.

“Reli yang berkepanjangan selalu terjadi setelah peristiwa halving, yang berlangsung selama 6-18 bulan. Pergerakan harga pada halving sebelumnya mendukung pandangan ini,” jelas Fyqieh.

Adanya ETF BTC spot juga menjadi sorotan. Kemungkinan adopsi ini dapat mempercepat tren kenaikan harga BTC dan menciptakan kondisi pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya. ETF BTC akan terus membeli lebih banyak BTC, membebani pasokan Bitcoin.

Dengan dukungan yang kuat di dekat angka US$60.000, harga Bitcoin mungkin akan rebound setelah menyentuh level tersebut. Namun, jika gagal menguji support tersebut, BTC kemungkinan mencapai US$58.000. Namun, pada sisi positifnya, jika harga BTC naik, resistensi diperkirakan akan ditemui di level US$73.662 dan US$77.080.

Dengan semua faktor ini, pasar kripto tetap menjadi arena yang menarik untuk diamati menjelang halving yang ditunggu-tunggu, dengan para pelaku pasar siap mengantisipasi pergerakan selanjutnya. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

February 27, 2026
Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night

ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night

February 22, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In