• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Asia: Pemimpin Transformasi AI yang Diwarnai Tantangan Infrastruktur Data

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
March 21, 2025
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Asia kini memimpin dunia dalam adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Namun, di balik laju inovasi yang mengagumkan tersebut, semakin banyak bisnis menyadari bahwa keberhasilan AI tidak semata-mata bergantung pada kecanggihan teknologi—melainkan pada kualitas data yang mendasarinya. Bagaimana data disusun, diamankan, dan diakses dengan mudah menjadi kunci utama untuk membuka potensi penuh AI.

Kenaikan Signifikan, Tantangan yang Menghantui

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Dalam Survei Infrastruktur Data (State of Data Infrastructure Survey) terbaru dari Hitachi Vantara, tercatat bahwa 42% perusahaan di Asia menganggap AI sebagai bagian penting dari operasional mereka. Angka ini melampaui rata-rata global, menunjukkan betapa pesatnya adopsi AI di wilayah ini. Meski begitu, realitas di lapangan menyisakan satu pertanyaan besar: Mengapa akurasi output AI di Asia hanya tercapai 32% dari waktu?

Para ahli mengungkapkan bahwa penyebab utamanya adalah fragmentasi data. Data yang tidak konsisten, tidak terstruktur, dan sulit ditemukan saat dibutuhkan membuat AI kesulitan memberikan wawasan secara real-time. Di samping itu, keamanan data juga menjadi perhatian utama. Sebanyak 44% bisnis di Asia menyebut keamanan sebagai tantangan terbesar, kembali melebihi rata-rata global. Hal ini mengindikasikan bahwa infrastruktur data yang mendukung AI belum sepenuhnya siap menghadapi kebutuhan dan risiko yang ada.

Melebihi Tradisi Backup: Menuju Strategi Ketahanan Data yang Menyeluruh

Gangguan TI global pada 2024 mengajarkan pelajaran berharga: Backup tradisional tidak lagi cukup untuk menjamin kelangsungan bisnis. Banyak perusahaan sudah memiliki sistem pencadangan, namun gagal dalam pemulihan data karena rencana yang lambat, tidak terupdate, atau bahkan belum pernah diuji. Prediksi bahwa volume data di Asia akan melonjak 123% dalam dua tahun mendatang menambah urgensi untuk mengubah paradigma dari sekadar “backup” menuju strategi ketahanan yang menyeluruh.

Dalam era hybrid dan multi-cloud, ancaman baru pun muncul. Pelaku siber kini menargetkan dataset pelatihan dan backup, menyusupkan data yang telah dimanipulasi, bahkan menghapus salinan cadangan secara permanen. Oleh karena itu, rencana pemulihan yang terpadu dan bisa diskalakan bukanlah opsi, melainkan keharusan.

Menyongsong World Backup Day 2025: Lebih dari Sekadar Menyimpan Data

Memperingati World Backup Day 2025, para pemimpin bisnis didorong untuk berpikir lebih jauh. Ini bukan hanya tentang memiliki backup—melainkan tentang membangun strategi ketahanan data yang menyeluruh. Solusi berbasis AI, seperti backup yang mendeteksi anomali sejak awal, penyimpanan immutable, dan sistem keamanan zero-trust, menjadi senjata utama untuk menjaga data tetap utuh dan dapat diakses kapan saja.

Selain itu, konsep data observability kini semakin mendapatkan sorotan. Pengawasan berbasis AI yang memastikan data tetap aman, patuh terhadap regulasi, dan siap dipulihkan kapan pun dibutuhkan, menjadi prioritas untuk mendukung perjalanan transformasi digital yang kian pesat.

Melampaui Batas Tradisional Menuju Masa Depan yang Tangguh

Transformasi AI di Asia tidak hanya tentang kecepatan inovasi, tetapi juga tentang ketahanan dan keandalan infrastruktur data yang mendasarinya. Perusahaan yang berani melampaui metode backup tradisional dan berinvestasi dalam strategi ketahanan data yang menyeluruh akan menjadi yang paling siap menghadapi masa depan.

Di balik setiap algoritma canggih, terletak data yang harus diperlakukan sebagai aset strategis. Hanya dengan membangun fondasi yang kuat dan menjaga keamanan data, potensi penuh AI dapat terwujud—membawa Asia tidak hanya sebagai pemimpin adopsi teknologi, tetapi juga sebagai pionir dalam menciptakan dunia digital yang lebih aman dan tangguh. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In