• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, March 1, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Bang Bent: Dari Inspirasi Anak Menjadi Raja Mukbang yang Menginspirasi

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
February 14, 2025
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Makronesia.id, Jakarta – Ungkapan “anak membawa berkah bagi orang tua” tidak hanya menjadi pepatah, melainkan kenyataan yang dirasakan oleh Robent Donavor, yang lebih akrab disapa Bang Bent. Perjalanan Bang Bent di dunia konten kreator dimulai dari sebuah keingintahuan sederhana—mengamati bagaimana kedua anaknya menyaksikan video mukbang Korea dengan antusias dan makan dengan lahap. Dari situ, lahirlah ide unik untuk menciptakan konten mukbang yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi penonton.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Pada tahun 2022, Bang Bent memulai debutnya di YouTube melalui kanal bersama anak-anaknya yang diberi nama Arvel’s Zone. Namun, ketika kesibukan anaknya yang mulai bersekolah membuat jadwal semakin padat, Bang Bent memutuskan untuk membentuk sebuah kanal baru yang sepenuhnya didedikasikan untuk konten mukbang. Sejak 2023, melalui kanal Mukbang Bersama Bent, ia memilih format video pendek vertikal—strategi yang memungkinkan unggahan konsisten setiap hari dan memberikan nuansa segar pada setiap sajian kuliner yang diulas.

Kesuksesan kanal Bang Bent tidak hanya diukur dari jumlah penonton atau jutaan subscriber (lebih dari 11 juta hingga kini), tetapi juga dari cara inovatifnya memonetisasi kontennya. Bergabung dengan program YouTube Shopping Affiliates, Bang Bent mampu menyematkan link produk dari Shopee ke dalam video-video ulasannya. “Sejak bergabung di program YouTube Shopping Affiliates, pendapatanku dari YouTube naik hingga 25%. Aku sangat menyukai fitur ini karena memungkinkan penambahan tag produk bahkan di video yang sudah diunggah bertahun-tahun lalu. Bahkan, jika stok produk habis, kita bisa langsung mengganti tag dengan produk serupa dari seller lain,” ungkap Bang Bent dengan antusias.

Tak hanya itu, sistem komisi yang diterapkan memberikan keuntungan ekstra. Meskipun penonton mengklik link dan membeli produk lain, Bang Bent tetap memperoleh komisi—sebuah inovasi yang semakin menegaskan potensi penghasilan tambahan tanpa repot.

Di balik setiap video yang menghibur, Bang Bent selalu menyisipkan unsur edukasi. Dari memperkenalkan jenis-jenis warna melalui makanan satu warna, hingga mengenalkan makanan khas Indonesia yang mengembalikan kenangan masa kecil, konten-konten yang dihadirkannya selalu berhasil menyentuh hati berbagai kalangan. Tak jarang, para orang tua memberikan feedback positif, menyampaikan bahwa video-video Bang Bent membantu anak-anak mereka makan dengan lebih lahap dan lebih tertata.

Empat konsep konten mukbang yang menjadi andalan Bang Bent antara lain:

  • Makanan Satu Warna: Menyajikan santapan dengan nuansa seragam, misalnya semua makanan berwarna merah atau biru, yang tak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan informasi menarik tentang jenis makanan yang berbeda.
  • Konten Tematik Sesuai Tren: Mengikuti tren populer, seperti mengulas makanan yang sedang viral atau tema-tema yang terinspirasi dari film dan perayaan, misalnya konten mukbang permen Dalgona ala Squid Game.
  • Makanan Aneka Emoji: Menggabungkan tantangan dengan simbol emoji, seperti mencicipi makanan yang diwakili oleh emoji tertentu, menciptakan pengalaman visual yang interaktif dan menghibur.
  • Makanan Khas Indonesia: Menghadirkan camilan jadul seperti cokelat payung, harum manis, atau permen stick yang membawa penonton kembali ke masa kecil dan mengangkat budaya kuliner lokal.

Bagi Bang Bent, keberhasilan ini adalah cerminan dari dedikasi dan inovasi tanpa henti. “Aku merasa sangat bangga ketika melihat video yang aku buat tidak hanya menghibur, tapi juga berdampak positif dalam kehidupan penonton. Kami berusaha menyisipkan edukasi halus dalam setiap video—mulai dari mengenal warna, bentuk, hingga ukuran makanan. Dengan adanya YouTube Shopping Affiliates, aku juga bisa membantu penonton mendapatkan produk yang sama melalui link yang mudah diakses,” ujarnya.

Pesan Bang Bent jelas: peluang untuk berkembang di dunia digital sangat terbuka bagi siapa saja. Dengan minimal 10.000 subscribers dan keanggotaan di YPP (Program Partner YouTube), para kreator muda pun bisa mengikuti jejak suksesnya sambil menyalurkan hobi dan passion dalam dunia kuliner.

Dengan perkembangan teknologi dan platform digital yang semakin mendukung, Bang Bent mengajak siapa saja yang berminat untuk mulai berkarya melalui YouTube. Tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai sumber penghasilan tambahan melalui program-program seperti YouTube Shopping Affiliates.

Dari sebuah inspirasi sederhana yang muncul dari kebiasaan menonton bersama anak, Bang Bent berhasil merintis karir yang menggabungkan kreativitas, edukasi, dan teknologi. Kini, ia tak hanya menjadi ikon di dunia mukbang, tetapi juga bukti nyata bahwa dalam dunia ekonomi kreatif, setiap kreativitas memiliki potensi untuk membawa berkah. (Red-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In