• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Monday, March 2, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Beton Merah Putih Hadirkan Inovasi Modular Pracetak untuk Menjawab Tantangan Hunian Masa Depan

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
November 7, 2024
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Tangerang – Indonesia tengah menghadapi krisis backlog perumahan, terutama di kota-kota besar dengan populasi padat. Hingga tahun 2020, jumlah kekurangan rumah mencapai 7,64 juta unit. Pemerintah Indonesia bertekad mengurangi angka tersebut menjadi 5 juta unit pada 2024, dengan dukungan anggaran besar dari APBN dan sektor swasta. Namun, tantangan semakin kompleks seiring dengan tingginya permintaan hunian dan terbatasnya lahan yang tersedia.

Untuk menjawab tantangan ini, PT Cemindo Gemilang Tbk, produsen Semen Merah Putih, berkolaborasi dengan anak perusahaan, PT Motive Mulia, menghadirkan solusi konstruksi inovatif yang bertujuan mempercepat penyediaan rumah layak huni. Dalam acara Workshop Konstruksi Indonesia 2024, yang digelar pada 7 November di ICE BSD, Tangerang, mereka memperkenalkan Prefabricated Modular Concrete—solusi beton modular pracetak yang siap menjawab kebutuhan hunian masa depan.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Akhmad Syamsuddin, Direktur Operasional PT Motive Mulia, menjelaskan bahwa beton modular pracetak ini didesain untuk memberikan efisiensi waktu dan biaya dalam pembangunan perumahan. Dengan menggunakan sistem modular, pembangunan rumah dan gedung bisa dilakukan lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas.

“Dengan menggunakan Prefabricated Modular Concrete, kami bisa mengurangi waktu dan biaya pembangunan secara signifikan, membuatnya sangat relevan untuk proyek hunian di kawasan perkotaan yang membutuhkan solusi cepat dan terjangkau,” ungkap Akhmad. Ia juga menambahkan bahwa sistem modular ini fleksibel, bisa diterapkan untuk berbagai jenis proyek—mulai dari rumah tapak hingga gedung bertingkat tinggi.

Selain efisiensi, inovasi ini juga menjawab tuntutan keberlanjutan dalam industri konstruksi. PT Motive Mulia menggunakan teknologi dan bahan ramah lingkungan dalam produksi beton modular. Salah satunya adalah penggunaan semen non-OPC yang lebih ramah lingkungan.

“Produk Prefabricated Modular Concrete kami sudah sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk pembangunan yang berkelanjutan. Kami menggunakan semen yang mengurangi jejak karbon, mendukung tujuan Indonesia untuk Net Zero Emission pada 2060,” kata Akhmad. Teknologi ramah lingkungan ini sejalan dengan komitmen Semen Merah Putih untuk mengurangi dampak negatif sektor konstruksi terhadap lingkungan.

Syarif Hidayat, Head of Technical Marketing PT Cemindo Gemilang Tbk, menambahkan bahwa mereka menawarkan semen ramah lingkungan seperti *Semen Merah Putih FLEXIPLUS (HE)*, yang cocok digunakan untuk produksi modular pracetak. “Dengan menggunakan semen Non-OPC, kami tidak hanya menghasilkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga turut berperan dalam mengurangi emisi karbon sektor konstruksi,” jelas Syarif.

Inovasi ini mendapatkan dukungan penuh dari AP3I (Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia). Ir. Dudung Maulana Textianto, Sekretaris Jenderal AP3I, menyatakan bahwa pendekatan modular ini akan sangat membantu mengatasi backlog perumahan, sekaligus memperkuat kualitas bangunan yang tahan lama dan ramah lingkungan.

“Kami percaya rumah berbasis sistem modular seperti yang ditawarkan Beton Merah Putih akan menjadi solusi cepat dan efisien untuk memenuhi target pemerintah dalam program penyediaan 3 juta rumah, serta mengatasi backlog perumahan nasional,” ujar Dudung.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan ramah lingkungan ini sangat penting untuk mendorong pembangunan yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan. AP3I pun siap untuk terus mensosialisasikan penggunaan teknologi modular dan material ramah lingkungan di sektor konstruksi.

Melalui kolaborasi ini, para pihak yang terlibat berharap dapat mempercepat penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan untuk masyarakat Indonesia. Dengan mengadopsi teknologi dan material yang ramah lingkungan, mereka ingin menciptakan perubahan paradigma dalam sektor konstruksi Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor terbesar emisi karbon.

“Kami berharap kolaborasi ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun sektor konstruksi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Ini adalah ikhtiar bersama untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik,” tutup Syarif.

Dengan hadirnya inovasi beton modular pracetak ini, Indonesia semakin mendekati solusi untuk mengatasi backlog perumahan, sekaligus memajukan sektor konstruksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In