
Makronesia.id – Jakarta | Trailer film Kupilih Jalur Langit resmi diluncurkan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung MD Place, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026). Film produksi MD Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 April 2026.
Produser Manoj Punjabi mengungkapkan alasan pemilihan Emir Mahira dan Zee Asadel sebagai pemeran utama. Keduanya dinilai memiliki karakter yang sesuai untuk memerankan sosok ustaz muda dalam cerita tersebut.
Penulis cerita, Eliza Syifa, menjelaskan bahwa kisah Kupilih Jalur Langit diadaptasi dari konten TikTok yang sempat viral dan terinspirasi dari lingkungan pertemanan dekatnya. Cerita ini dihadirkan sebagai respons terhadap maraknya narasi negatif tentang pernikahan di media sosial.
“Kisah ini berasal dari cerita teman dalam satu lingkaran pertemanan. Tujuannya ingin menekankan bahwa jangan pernah takut untuk menikah,” ujar Eliza yang mengikuti konferensi pers secara daring.
Ia menambahkan, film ini menawarkan pendekatan berbeda karena tidak menghadirkan tokoh antagonis seperti yang lazim ditemukan dalam kisah rumah tangga. Konflik yang biasanya muncul, seperti perselingkuhan atau ketidakmampuan melupakan masa lalu, tidak menjadi fokus cerita ini.
Sutradara Archie Hekagery mengatakan bahwa proses adaptasi dilakukan secara serius, mengingat cerita aslinya telah memiliki basis penggemar yang kuat di TikTok. Ia memastikan film ini tetap mempertahankan esensi cerita, sekaligus menghadirkan sentuhan komedi ringan yang hangat.
“Ceritanya sudah sangat viral dan punya banyak penggemar, jadi kami menggarapnya dengan serius agar tidak mengecewakan. Film ini juga punya unsur komedi yang ringan dan hangat,” kata Archie.
Menurutnya, meskipun memiliki nuansa religi, kekuatan utama film ini terletak pada tema yang universal, yakni kehidupan rumah tangga yang dapat dirasakan oleh berbagai kalangan.
Film ini turut dibintangi oleh Ardit Erwandha, Ratu Rafa, Neneng , dan Surya Saputra. Melalui kisah yang diangkat, tim proWulandariduksi berharap Kupilih Jalur Langit dapat memberikan perspektif baru bahwa pernikahan bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan dapat dijalani dengan keyakinan dan harapan.







