MAKRONESIA.ID

DCCI 2025: Mendorong Transformasi Digital Indonesia dengan Kolaborasi Strategis

Makronesia.id, Jakarta – Acara Datacentre & Cloud Infrastructure Summit (DCCI) 2025 sukses digelar di Jakarta, menghadirkan lebih dari 350 peserta dari lebih dari 100 perusahaan selama dua hari, 11-12 Februari 2025. Acara ini menjadi wadah utama bagi pejabat pemerintah, pemimpin teknologi, dan pionir industri untuk mendiskusikan adopsi cloud, inovasi pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI), serta strategi pengembangan infrastruktur digital nasional.

Dalam sesi pidato pembuka, Denny Setiawan, Direktur Kebijakan & Strategi Infrastruktur Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia, menekankan komitmen pemerintah dalam mempercepat akses broadband serta inovasi digital sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo.

“Kami mendorong perluasan broadband secara nasional agar infrastruktur digital dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat – dari pusat kota hingga desa terpencil. Langkah kami meliputi roadmap fiberisasi, percepatan implementasi 5G, dan pengembangan kebijakan untuk infrastruktur AI dan pusat data yang aman, kompetitif, serta terintegrasi,” ujarnya.

Acara ini juga menyoroti pentingnya kepemimpinan dan talenta digital. Arif Ilham Adnan, Co-Chairman Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia (APDI) dan Kamar Dagang dan Industri Jakarta (KADIN Jakarta), mengungkapkan bahwa kepemimpinan digital, talenta, dan kepercayaan menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi digital jangka panjang.

“Kepemimpinan yang visioner adalah kunci transformasi digital Indonesia yang berkelanjutan, sehingga kita dapat terus berkembang dan bersaing dalam 20 hingga 30 tahun mendatang,” jelas Arif.

Sorotan lain datang dari Wahyu Ahadi Rouzi, Kepala Digital dan Teknologi Informasi PT PLN, yang menekankan peran strategis PLN dalam mendukung ketahanan pusat data dan adopsi energi hijau. Ia mengungkapkan visi jangka panjang PLN, dengan target pada tahun 2035 70% operasional menggunakan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan panas bumi, serta eksplorasi ekosistem baterai dan pemanfaatan energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan pusat data di Batam dan Jakarta.

“PLN berkomitmen mendukung transformasi digital dengan langkah-langkah strategis, sehingga sektor pusat data dapat berkembang dengan dukungan energi yang berkelanjutan,” ujar Wahyu.

Revien Virlandra, Deputi Asisten Operasional Teknologi Informasi di BPJS Kesehatan, menambahkan bahwa kesiapan pengelolaan pusat data sangat penting bagi institusi yang melayani jutaan konsumen.

“Wawasan dari para pembicara memberikan inspirasi berharga tentang bagaimana kami menjaga sumber daya listrik dan operasional pusat data BPJS Kesehatan, sehingga layanan digital tetap optimal bagi masyarakat,” ungkap Revien.

Dengan proyeksi pasar pusat data Indonesia yang ditargetkan mencapai 11,19 miliar dolar AS pada tahun 2029 dan pasar cloud sebesar 4,21 miliar dolar AS, para peserta sepakat bahwa kerangka regulasi yang jelas, investasi strategis, dan kemajuan dalam keamanan siber adalah prioritas utama. Diskusi juga mengulas pusat data berbasis AI, peran kolaborasi publik-swasta, dan masa depan tata kelola digital untuk mengoptimalkan potensi transformasi digital Indonesia.

Diselenggarakan oleh Tradepass, DCCI 2025 sekali lagi membuktikan dirinya sebagai platform utama dalam mengukir evolusi digital di Tanah Air. Acara ini mendorong reformasi kebijakan, terobosan teknologi, dan kemitraan strategis yang akan membawa Indonesia ke tahap transformasi digital berikutnya. (EHS-01)

Exit mobile version