• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, March 1, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Emas di Tengah Perdagangan Sepi Pasca-Natal: Prospek 2024 yang Menarik Perhatian Investor

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
December 27, 2024
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Harga emas (XAU/USD) mengalami penurunan tipis di sesi Asia pada Jumat (27/12), diperdagangkan mendekati level $2.630. Pergerakan ini terjadi di tengah perdagangan yang cenderung sepi usai liburan Natal. Namun, prospek penguatan logam mulia ini masih terbuka lebar, terutama dengan pasar yang memantau kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan dinamika ekonomi Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump yang akan datang.

Menurut Andy Nugraha, analis dari Dupoin Indonesia, tren bullish pada XAU/USD semakin kuat berdasarkan analisis pola candlestick dan indikator Moving Average. “Emas memiliki peluang untuk naik hingga level $2.650 hari ini. Namun, jika terjadi koreksi, level $2.609 menjadi target penurunan terdekat,” ungkap Andy. Volatilitas pasar yang tinggi menunjukkan bahwa sentimen global tetap menjadi penggerak utama harga emas.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Sebagai aset safe-haven, emas mendapat dukungan kuat dari potensi pelonggaran kebijakan moneter The Fed pada 2025. Data inflasi PCE Amerika Serikat yang moderat memicu ekspektasi penurunan suku bunga, menjadikan emas lebih menarik bagi investor. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik—seperti konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina serta situasi di Timur Tengah—menambah daya tarik emas sebagai lindung nilai di tengah risiko global.

Tahun 2024 menjadi tahun gemilang bagi emas, yang diperkirakan akan mencatat kenaikan tahunan sebesar 27%, tertinggi sejak 2010. Kinerja positif ini ditopang oleh pembelian emas oleh bank sentral, ketidakpastian geopolitik, dan kebijakan moneter yang longgar dari berbagai bank sentral utama dunia.

Namun, penguatan Indeks Dolar AS (DXY), yang saat ini berada di atas level 108,00, menjadi tantangan bagi emas. Dolar yang lebih kuat cenderung membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Meski begitu, lemahnya imbal hasil obligasi pemerintah AS memberikan sedikit dukungan. Pada Jumat, imbal hasil obligasi AS bertenor 2 tahun tercatat di 4,33%, sementara tenor 10 tahun berada di 4,58%.

Ketegangan geopolitik terus menjadi katalis utama bagi emas. Rusia baru-baru ini mengklaim berhasil menggagalkan rencana serangan bom yang menargetkan pejabat tinggi di Moskow, sementara di Timur Tengah, serangan udara Israel di Gaza memicu eskalasi konflik. Situasi ini meningkatkan minat terhadap emas sebagai aset perlindungan.

Dengan performa yang solid sepanjang tahun, emas diprediksi melanjutkan tren positif hingga akhir 2024. Bagi investor, emas tetap menjadi pilihan menarik di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Volatilitas pasar mungkin tak terhindarkan, tetapi daya tarik emas sebagai aset safe-haven semakin kuat, membuka peluang penguatan lebih lanjut di tahun-tahun mendatang. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In