• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Harga Emas Mencatat Rekor Tertinggi, Tren Bullish Tetap Menjanjikan Meski Tertekan oleh Penguatan Dolar

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
March 30, 2025
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Harga emas (XAU/USD) kembali mencatatkan rekor tertinggi pada hari Kamis (27/3), mencapai level $3.059 per troy ounce, di tengah situasi ketidakpastian pasar global yang dipicu oleh kebijakan perdagangan Presiden AS, Donald Trump. Tarif 25% yang dikenakan terhadap impor mobil dan suku cadang otomotif dari Venezuela telah meningkatkan ketegangan dagang dan mendorong permintaan emas sebagai aset safe-haven.

Menurut analisis dari Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan tren bullish yang masih kuat. Nugraha memproyeksikan harga emas berpotensi naik hingga $3.100 jika momentum positif berlanjut, meskipun jika terjadi pembalikan, level support terdekat diperkirakan berada di sekitar $3.035.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Sementara itu, penguatan Dolar AS juga memberikan tekanan pada harga emas. Indeks Dolar AS (DXY) sempat turun 0,33% ke 104,31, namun tetap berada di level yang cukup kuat. Sentimen hati-hati dari The Fed, dengan pasar uang yang mulai memperhitungkan potensi pemangkasan suku bunga sebesar 64,5 basis poin pada tahun 2025, turut mempengaruhi pergerakan harga logam mulia.

Di sisi fundamental, data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang cukup berimbang. Laporan klaim tunjangan pengangguran pekan yang berakhir 22 Maret mencapai 224 ribu—sedikit di bawah perkiraan 225 ribu—dan pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2024 tercatat sebesar 2,3% secara kuartalan. Perbaikan di sektor perumahan juga terlihat, dengan penjualan rumah tertunda pada bulan Februari turun 3,6% YoY, membaik dari penurunan 5,2% pada bulan Januari. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik satu basis poin menjadi 4,371%, sementara imbal hasil riil turun tipis ke 1,979%.

Dengan berbagai faktor ini, Andy Nugraha menyimpulkan bahwa tren bullish harga emas masih berpotensi berlanjut. “Jika momentum positif berlanjut, kita bisa melihat harga emas melampaui $3.100. Namun, investor harus tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung yang bisa menyebabkan koreksi ke level $3.035,” imbuhnya.

Pasar kini terus memantau perkembangan kebijakan perdagangan AS dan rilis data inflasi utama, terutama Laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang menjadi acuan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga. Semua faktor tersebut akan menentukan arah pergerakan harga emas dan aset berisiko lainnya dalam jangka pendek. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In