• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, March 1, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Harga Emas Tertekan Dolar Kuat, Ada Peluang Rebound?

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
December 20, 2024
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Harga emas (XAU/USD) kembali melemah pada perdagangan Rabu (18/12) setelah gagal menembus level resistensi kunci di $2.665. Tren bearish jangka pendek masih mendominasi, tertekan oleh penguatan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Namun, di balik tekanan tersebut, tanda-tanda pelemahan tren bearish mulai muncul, membuka peluang bagi harga emas untuk rebound dalam waktu dekat.

Menurut Andy Nugraha, analis Dupoin Indonesia, indikator teknikal mulai mengisyaratkan potensi pembalikan arah. “Hari ini, XAU/USD diproyeksikan memiliki potensi turun hingga ke level $2.635. Namun, jika terjadi rebound, target kenaikan terdekat berada di sekitar $2.663,” ujarnya.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Andy menjelaskan, level $2.635 akan menjadi zona kritis yang menentukan arah pergerakan emas selanjutnya. Jika harga berhasil bertahan di atas support tersebut, potensi rebound akan semakin terbuka lebar.

Penguatan Dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang membebani harga emas. Hal ini didukung oleh rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi. Penjualan ritel AS pada November meningkat 0,7%, melampaui perkiraan 0,5%, menunjukkan bahwa konsumsi domestik tetap solid di tengah ketidakpastian global. Di sisi lain, data Indeks Manajer Pembelian (IMP) sektor jasa AS juga mencatat hasil yang lebih baik dari perkiraan.

“Dengan konsumsi ritel menyumbang lebih dari 60% PDB AS, data ini mengukuhkan pandangan bahwa ekonomi AS masih kuat. Hal ini memberikan tekanan tambahan bagi emas,” jelas Andy.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) juga membayangi pergerakan emas. Investor memprediksi The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan kebijakan yang akan diumumkan pada Rabu malam. Namun, bank sentral diperkirakan tetap mempertahankan sikap hawkish untuk menjaga stabilitas inflasi dalam jangka panjang.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi hambatan utama bagi harga emas. Meski imbal hasil obligasi 10-tahun dan 2-tahun sedikit turun, levelnya masih cukup tinggi untuk menarik investor, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Ketegangan geopolitik yang sebelumnya menjadi pendorong kenaikan emas kini mereda, sementara perhatian investor beralih ke kebijakan moneter The Fed. Menurut Andy, jika The Fed memberikan sinyal dovish, emas berpeluang bangkit. Namun, jika sikap hawkish terus dipertahankan, tekanan terhadap harga emas kemungkinan akan berlanjut.

Secara teknikal, tren bearish masih dominan, tetapi peluang rebound tetap ada. “Para trader perlu berhati-hati dan memperhatikan data ekonomi yang dirilis minggu ini, terutama menjelang keputusan suku bunga The Fed. Volatilitas pasar emas diprediksi akan tinggi dalam beberapa sesi mendatang,” saran Andy.

Dengan ketidakpastian yang masih membayangi, strategi manajemen risiko menjadi kunci bagi para pelaku pasar. Akankah emas mampu bangkit dari tekanan? Semua mata kini tertuju pada keputusan The Fed malam ini. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In