• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Budaya

InJourney Targetkan 25.000 Pengunjung saat Event F1H2O Power Boat digelar, tapi Warga Gelar Unjuk Rasa Ada Apa?

reporter by reporter
December 13, 2022
in Budaya, Ekonomi, Feature, Nasional, Ragam
0 0
0
papan-reklame-pengadaan.jpeg
Share on FacebookShare on Twitter

Balige, MAKRONESIA.ID – Perhelatan hebat bertajuk F1 Boat Race (F1H2O) Danau Toba tinggal 2 bulan lagi. Injourney menargetkan sedikitnya 25.000 pengunjung akan menyaksikan balapan itu selama kompetisi berlangsung.

Namun, Hari ini, Selasa (13/12) rencananya sebagian warga terdampak proyek pembangunan Venue dan fasilitas balapan itu di Balige, terus melawan. Terutama masyarakat adat, keturunan maharaja Napitupulu didukung LSM dan Ormas setempat, menggelar aksi unjuk rasa, dengan berupaya memboikot proses pengerjaan fasilitas proyek eventersebut.

RelatedPosts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

“Kalau kemaren-kemaren saudara kami yang terdampak atas penggusuran ini sangat mendukung adanya even Internasional ini, tapi kesini-sini Bupati Toba Poltak Sitorus sepertinya makin ‘main’ kali gayanya, kami sejauh ini diam bukan karena paok (bodoh), kami hargai kinerja mereka, kami relakan tanah peninggalan opung kami di pake tapi jangan pula dibilang tanah opung kami ini tanah negara, siapa kali rupanya Poltak Sitorus ini di Balige ini warga pendatangnya dia, jadi dia ga memahami kota Balige dan lapisan masyarakatnya” teriak David, salah satu pendemo.

Sepemantauan awak media, sejak awal proses penggadaaan lahan untuk event F1H2O ini, menimbulkan beberapa gesekan dan percikan antara Warga dan Pemerintah Kabupaten Toba.

foto-berita-f1h2o-toba

Warga terdampak kini mengumandangkan mosi tidak percaya, karena janji-janji program yang ditawarkan Bupati Poltak Sitorus ini di nilai suatu kebohongan dan tidak berpijak dengan peraturan yang berlaku. Utamanya mengenai pernyataan Poltak yang menggangap tanah adat tidak ada harganya.

spanduk-boikot-warga.jpeg

David menjelaskan, Keputusan Pengadilan Negeri Tapanuli Utara di Balige No. 86 /1952/Perdata/PN bahwa Pengadilan Negeri Tapanuli Utara mengakui hak adat dan masyarakat sehingga tanah itu adalah tanah adat. Maka menurutnya, setiap pembangunan yang meliputi tanah Pangeahan harus melalui perembukan dari pihak pembangun turunan Muliaraja Napitupulu dan Pemerintah. Namun hingga saat ini belum ada Berita Acara Perembukannya.

David menyesalkan sikap Bupati Toba tersebut, menurutnya apay yaang dilakukan oleh Poltak terkait pembebasan lahan untuk fasilitas balapan internasional ini tidak sesuai slogannya “Batak Na Raja” dalam mencari solusi terkait tanah adat Muliaraja Napitupulu.

Dalam hal ini kata David, Turunan Muliaraja Napitupulu akan menempuh jalur politik maupun hukum, jika Pemerintah Toba tidak menyikapi hal ini dan akan melakukan demo besar-besaran hari Jum’at (16/12) ini.

“Kita sudah menyurati Pemkab Toba, namun belum ada respon,” ucapnya.

Bupati Toba menurutnya juga diduga sembrono dalam menentukan relokasi warga terdampak F1H2O. Buktinya kata dia, Pasar Inpres Balige menjadi korban dari upaya relokasi serampangan Poltak. Pasar itu akan dihancurkan menjadi lokasi pemukiman. padahal menurutnya, Pasar Inpres baru saja di revitalisasi seharga 1,9 Milyar.

Sebelumnya, Sandiaga Uno pernah mengatakan kepada awak media online menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif, ( Parekraf ) optimis Oktober lalu, proses pembangunan venue dan persiapan balapan jet air ini sudah rampung dan dapat dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

“Event F1H2O bisa kita laksanakan di awal tahun 2023,” tuturnya.

Faktanya progres penyiapan fasilitas masih menuai berbagai masalah, diantaranya masalah hukum yang mendera Pemkab Toba, PU-RR dimana salah satu warga terdampak yang memiliki surat SHM telah melayangkan gugatan hukum di PN Balige dan gugatan tersebut telah digelar untuk pertama kali, namun menurut penggugat, pihak tergugat tidak datang menghadiri sidang.

foto-rumah-warga-terdampak-penggusuran-yang-tidak-diurus-pemkab-toba
Jurnalis Foto – Bangunan warga yang terdampak yang tengah melakukan gugatan hukum kepada Pemkab Toba

“Tidak hadirnya pihak tergugat di muka pengadilan, ini menyiratkan pihak tergugat dalam hal ini Pemkab Toba perlu mendapat pendidikan hukum yang baik dan benar, dengan tidak hadirnya tergugat maka bisa dianulir pihak tergugat secara tidak langsung menghina kedudukan hukum dimana dalam hal ini diwakili oleh pengadilan” jelas Toris Sihotang, SH Pengacara spesialisasi Perdata kondang yang khusus datang dari Jakarta untuk melakukan pembelaan terhadap kliennya.(GS)

Tags: F1H2OJokowiKemenparekrafKemenparekraf. Wonderful IndonesiaLuhut B. PandjaitanPemkab TobaPoltak Sitorussandiaga unoToba
ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

February 27, 2026
“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

February 27, 2026
Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In