• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Thursday, March 26, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Kaldera Toba: Empat Dimensi Perspektif Ungkap Keindahan dan Tantangan Alam serta Budaya

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
February 25, 2025
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Sumut – Di Aula Pascasarjana Poltekpar Medan, sebuah forum diskusi yang dihadiri oleh empat pakar dari berbagai disiplin ilmu memberikan gambaran mendalam tentang potensi sekaligus permasalahan yang ada di Kaldera Toba. Acara ini, yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Toba Caldera Global Geopark (BP TC-UGGp) Provinsi Sumatera Utara, bertujuan sebagai masukan untuk revalidasi status Kaldera Toba sebelum diserahkan ke Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU).

Kelembagaan: Membangun Fondasi yang Kuat

Budi Sinulingga, yang memiliki pengalaman panjang dalam birokrasi, membuka diskusi dengan menyoroti tantangan kelembagaan BP TC-UGGp. Menurutnya, lembaga ini masih menghadapi kendala dalam hal koordinasi dan penganggaran operasional.

RelatedPosts

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

“Jika BP TC-UGGp tidak mengadopsi pendekatan personal untuk merangkul dinas-dinas terkait dan pemerintah daerah di tujuh kabupaten, ruang gerak lembaga ini akan semakin terbatas. Administrasi yang kaku dan minim dukungan dari pemerintah kabupaten bisa menghambat implementasi program kerja,” ungkap Sinulingga.

Biologi: Keanekaragaman Hayati yang Belum Tergali

Reg Nat Binari Manurung, menyampaikan pesona biologi Kaldera Toba yang masih menyimpan rahasia keunikan alam. Ia menekankan bahwa keberagaman unggas, serangga, ikan, serta vegetasi di atas permukaan kaldera menawarkan peluang riset ilmiah yang luar biasa.

“Keunikan hayati adalah pondasi utama dalam penetapan suatu geopark. Inventarisasi dan identifikasi lanjutan perlu dilakukan agar keistimewaan lingkungan di Kaldera Toba semakin dikenal, serta masyarakat dapat memahami nilai kekayaan alamnya,” jelas Binari.

Kebudayaan: Kearifan Lokal sebagai Pondasi Ketahanan

Ibrahim Gultom, menyoroti pentingnya menggali kembali kebijaksanaan lokal dan warisan budaya yang telah ada sejak lama di Kaldera Toba. Ia meyakini bahwa nilai-nilai budaya lokal merupakan kunci untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

“Setiap masyarakat memiliki cara tersendiri untuk hidup selaras dengan lingkungan. Aktivitas, gagasan, dan artefak budaya adalah bukti nyata ketahanan mereka. Dengan memahami dan mengembangkan kebudayaan ini, kita dapat menciptakan kesinambungan yang memastikan kelestarian alam Kaldera Toba,” ujar Gultom, penulis buku Agama Malim.

Geologi: Jejak Bumi yang Mengisahkan Sejarah

Said Muzambiq, memberikan penjelasan mengenai proses tektonik dan vulkanik yang membentuk Kaldera Toba. Dengan menunjukkan bukti fosil dan formasi bebatuan, ia menggambarkan bagaimana sejarah geologi kawasan ini mengungkapkan kisah-kisah luar biasa.

“Fosil kerang yang ditemukan di dinding batuan Kaldera Toba, mirip dengan yang ada di pesisir Pantai Timur, menunjukkan bahwa dahulu kala dataran tinggi ini merupakan dasar laut. Ini adalah cerita menakjubkan yang bisa dijadikan bahan ‘story telling’ untuk mengedukasi masyarakat tentang sejarah alam kita,” paparnya.

Sinergi dan Harapan Bersama

Sebelum paparan para pakar, GM TC-UGGp, Azizul Kholis, menyampaikan gambaran umum mengenai proses dan tahapan kerja lembaga dalam memenuhi rekomendasi UNESCO Global Geopark. Acara ini juga dibuka resmi oleh Zumri Sulthony, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara. Tak hanya diskusi ilmiah, kegiatan ini turut dimeriahkan dengan penyerahan tiga bibit tanaman langka—mesoyii, nam nam, dan boni—yang dihadiahkan oleh Yayasan Mambang Bumi Selaras (MBS) kepada pihak BP TC-UGGp sebagai simbol komitmen dalam pelestarian alam.

Tak ketinggalan, penandatanganan MoU bersama sejumlah mitra strategis baru semakin menguatkan jaringan kolaborasi untuk mendukung misi edukasi, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar Kaldera Toba.

Menatap Masa Depan Kaldera Toba

Forum diskusi ini tidak hanya membuka wawasan mengenai kekayaan dan tantangan yang ada di Kaldera Toba, tetapi juga menegaskan pentingnya sinergi antara kelembagaan, riset ilmiah, pelestarian budaya, dan studi geologi. Dengan pendekatan multidisiplin, diharapkan Kaldera Toba dapat lebih optimal dalam mengembangkan potensi alamnya serta mempertahankan nilai-nilai budaya lokal sebagai identitas yang kuat, sembari melangkah menuju pengakuan internasional melalui UNESCO Global Geopark.

Acara ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk bersama-sama merancang strategi pengelolaan yang holistik, memastikan Kaldera Toba tidak hanya menjadi situs geologi dan keanekaragaman hayati, tetapi juga pusat kebudayaan dan inovasi kelembagaan yang berkelanjutan. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

March 16, 2026
Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

March 12, 2026
Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

March 16, 2026
Imlek 2026 dan Peta Baru Wisata Domestik: Ketika Batam Mencuri Perhatian

Imlek 2026 dan Peta Baru Wisata Domestik: Ketika Batam Mencuri Perhatian

March 23, 2026
Duduk Berjam-jam di Mobil Saat Mudik? Begini Cara Menyiapkan Tubuh Agar Tetap Fit

Duduk Berjam-jam di Mobil Saat Mudik? Begini Cara Menyiapkan Tubuh Agar Tetap Fit

March 10, 2026
Saat Ramadan Mengetuk Pintu, Likuiditas Jadi Kunci: BRI Finance Tawarkan Solusi Dana Tunai Jelang Mudik

Saat Ramadan Mengetuk Pintu, Likuiditas Jadi Kunci: BRI Finance Tawarkan Solusi Dana Tunai Jelang Mudik

March 3, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In