• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kejutan Suhu Dingin di Musim Kemarau: Bagaimana Warga Indonesia Menghadapinya

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
July 18, 2024
in Ekonomi, Nasional, Opini, Pendidikan, Ragam, Tekno
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Musim kemarau tahun ini membawa kejutan tak terduga bagi beberapa wilayah di Indonesia, di mana suhu malam hari turun drastis meskipun cuaca siang hari tetap panas. Fenomena ini terjadi karena adanya angin timur dari Australia, yang dikenal sebagai monsoon dingin Australia, yang membawa udara kering dan dingin ke arah Indonesia bagian Selatan khatulistiwa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa kondisi langit cerah dan minimnya awan memperkuat efek ini, dengan radiasi panas bumi yang mudah terlepas di malam hari. Hal ini membuat beberapa wilayah, seperti pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, merasakan suhu malam yang lebih dingin dari biasanya, meskipun dalam musim kemarau yang kering.

RelatedPosts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

“Perubahan suhu yang signifikan seperti ini mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” kata Georgi Ferdwindra Putra, Co-CEO dan Co-Founder Gravel. “Kami melihat peningkatan kasus flu, ISPA, dan masalah kesehatan lainnya terkait dengan paparan udara dingin yang tidak terbiasa bagi banyak orang.”

Dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrim ini, langkah-langkah perlindungan di dalam rumah menjadi krusial. Isolasi yang baik pada dinding, atap, dan lantai diimbangi dengan perawatan atap dan sistem talang yang cermat untuk mencegah kebocoran. Penggunaan tirai tebal untuk menahan udara dingin dari jendela, serta perhatian terhadap ventilasi dan kelembapan udara dalam ruangan, juga ditekankan sebagai langkah penting.

“Kami merekomendasikan untuk menggunakan pemanas ruangan dengan bijak untuk menjaga suhu yang nyaman di dalam rumah,” tambah Fredy Yanto, Co-Founder dan Co-CEO Gravel. “Perawatan rutin dan peremajaan rumah sangat penting untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrim, seperti yang kita alami saat ini.”

Sebagai upaya preventif, Gravel telah memperluas layanan mereka dengan fitur Gravel Maintenance, yang menawarkan pemantauan dan peremajaan rutin untuk elemen-elemen rumah. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan ekstra bagi rumah tangga Indonesia dalam menghadapi fluktuasi cuaca yang semakin tidak terduga.

Dengan mengambil langkah-langkah preventif ini, diharapkan masyarakat dapat menjaga kenyamanan dan kesehatan di musim kemarau yang tidak menentu ini. Persiapan yang baik dan perawatan yang terencana adalah kunci untuk memastikan bahwa rumah tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

February 27, 2026
“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

February 27, 2026
Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In