
Makronesia.id – Jakarta, 13 Februari 2026 — Mahakarya Pictures resmi meluncurkan trailer film anak bergenre petualangan dan fiksi ilmiah berjudul Pelangi di Mars dalam konferensi pers di CGV Grand Indonesia, Jumat (13/2). Film ini mengangkat kisah seorang anak Indonesia di Planet Mars yang menjalankan misi penting untuk membantu mengatasi krisis air bersih di Bumi.
Peluncuran trailer dihadiri para pemain dan pengisi suara, termasuk Messi Gusti, Bimoky, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya. Suasana semakin semarak ketika lima robot dari film tersebut hadir langsung di lokasi, menyapa awak media dan menghadirkan pengalaman imersif yang membawa tamu undangan seolah memasuki dunia Mars.
Produser Dendi Reynando menjelaskan bahwa proyek Pelangi di Mars dikembangkan selama lima tahun dengan memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) untuk memperkuat kedalaman visual sekaligus memperkaya penyampaian cerita. Menurutnya, film ini lahir dari keprihatinan atas terbatasnya pilihan tontonan anak dan keluarga di Indonesia.
“Film untuk anak dan keluarga masih sangat terbatas. Saya ingin memberikan alternatif agar anak-anak Indonesia memiliki cerita mereka sendiri,” ujar Dendi dalam sesi konferensi pers.
Ia menambahkan, film ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk tetap terhubung dengan identitas dan imajinasi mereka melalui medium sinema.
Disutradarai Upie Guava, Pelangi di Mars menempatkan anak Indonesia sebagai penggerak utama cerita. Tokoh Pelangi, yang diperankan Messi Gusti, digambarkan sebagai sosok aktif dan berani yang memimpin misi besar. Dalam alur cerita, Pelangi merupakan manusia pertama yang lahir di Mars setelah terdampar bersama ibunya, Pratiwi. Ia kemudian melanjutkan misi sang ibu bersama robot-robot sahabatnya untuk mencari mineral Zeolith Omega, yang diyakini dapat menjadi solusi krisis air bersih di Bumi. Perjalanan tersebut juga membawanya pada pencarian dan pertemuan dengan ayahnya.
Upie Guava mengungkapkan pendekatan penyutradaraannya dipengaruhi kecintaannya pada genre fiksi ilmiah sejak kecil, sekaligus menjadi respons atas kegelisahan akan ruang imajinasi anak-anak masa kini. “Saya ingin anak-anak percaya bahwa tidak ada batas yang tidak bisa ditembus. Di sini, anak-anak adalah pahlawannya,” kata Upie.
Dari sisi produksi, film ini dikerjakan di Studio DossGuavaXR dengan dukungan animasi 3D dan robot interaktif. Namun, teknologi tersebut ditegaskan sebagai alat untuk memperkuat pesan dan emosi cerita, dengan narasi “Pahlawan lahir dari keberanian” sebagai benang merah.
Kristo Immanuel yang terlibat sebagai pengisi suara menyebut kualitas produksi film ini digarap dengan serius. “Anak-anak dan orang dewasa Indonesia layak mendapatkan konten berkualitas tinggi, dan Pelangi di Mars hadir untuk itu,” ujarnya.
Pelangi di Mars dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen Lebaran. Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @pelangidimars dan @mahakaryapictures.







