• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Monday, March 2, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Menjaga Keseimbangan Ekosistem: PT Agincourt Resources dan Program Lubuk Larangan di Batang Toru

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
September 20, 2024
in Feature
0 0
0
Desain tanpa judul - 1

Desain tanpa judul - 1

Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Batang Toru – PT Agincourt Resources terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dengan menebar 33.200 bibit ikan pada tahun 2024. Jumlah ini meningkat 16% dibandingkan tahun sebelumnya dan dilakukan di tujuh lubuk larangan di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Terbaru, pada bulan September ini, perusahaan melepas 9.900 bibit ikan ke lubuk larangan di Sungai Garoga, Desa Hapesong Lama.

General Manager & Deputy Director Operations PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, menekankan pentingnya lubuk larangan sebagai upaya menjaga keanekaragaman hayati. Sejak 2022, perusahaan aktif membentuk lubuk larangan di berbagai desa sekitar kawasan Tambang Emas Martabe. “Menjaga keanekaragaman hayati adalah kewajiban moral kami,” ungkapnya.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Baca juga : PT Agincourt Resources Salurkan Beasiswa Martabe Prestasi untuk 494 Siswa di Sumatra Utara

Lubuk larangan, yang merupakan bagian dari kearifan lokal, berfungsi untuk melindungi sumber daya perairan dengan membatasi penangkapan ikan selama periode tertentu. Praktik ini tak hanya memperkuat tradisi lokal, tetapi juga berkontribusi pada konservasi alam.

Selama tiga tahun terakhir, PT Agincourt Resources telah mengembangkan lubuk larangan di tujuh desa, termasuk Garoga dan Hapesong Lama. Berbagai jenis ikan seperti nila, mas, gurami, dan ikan jurung yang langka ditebar untuk memperkaya ekosistem. Hasilnya, setelah periode larangan, populasi ikan menunjukkan peningkatan signifikan, menandakan efektivitas program tersebut.

Baca juga : PT Agincourt Resources Perluas Program Lubuk Larangan di Batang Toru

Camat Batang Toru, Mara Tinggi Siregar, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan. “Pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Ketua Pengurus Lubuk Larangan Desa Hapesong Lama, Gustina, menambahkan bahwa penegakan sanksi terhadap pelanggaran sangat penting. Denda dikenakan bagi mereka yang menangkap ikan selama masa larangan, memastikan keberlanjutan program ini.

Baca juga : Mahasiswa ITB Raih Gelar Juara Olympiade dan Peluang Magang di Tambang Emas Martabe

Program ini juga berdampak positif bagi kesejahteraan desa. Misalnya, Desa Garoga meraup Rp25 juta dari penjualan tiket saat membuka lubuk larangan, dana yang dialokasikan untuk membeli ambulans.

Dengan upaya ini, PT Agincourt Resources tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan tetapi juga memberdayakan masyarakat, menjadikan Batang Toru sebagai contoh inspiratif dalam menjaga ekosistem perairan untuk generasi mendatang. ***

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In