• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, March 1, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Menyibak Tantangan Pendanaan: Misi Memberdayakan Pengusaha Perempuan di Indonesia

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
December 23, 2024
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Di balik hiruk-pikuk ibu kota, sebuah diskusi penting terselenggara di kantor pusat AC Ventures, Jakarta. Dengan tema besar pemberdayaan pengusaha perempuan, acara ini menjadi titik temu para inovator, investor, dan tokoh perempuan yang berkomitmen membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih inklusif.

Peluncuran whitepaper berjudul “Closing the Funding Gap for Women Entrepreneurs in Indonesia” oleh Boston Consulting Group (BCG) dan Stellar Women menjadi momen penting dalam acara ini. Didukung oleh AC Ventures, laporan ini mengupas tajam kesenjangan pendanaan yang masih menjadi tantangan besar bagi pengusaha perempuan di Indonesia.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Dalam kolaborasi kedua antara BCG dan Stellar Women, laporan ini membawa fakta mencengangkan: kesenjangan pendanaan di Indonesia mencapai angka fantastis, US$1,7 triliun. Di balik angka ini, terdapat cerita tentang bias sosial, terbatasnya akses modal, hingga minimnya bimbingan dari mentor.

Namun, di tengah tantangan itu, terselip optimisme. Bisnis yang dipimpin perempuan ternyata mampu memberikan hasil lebih baik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. “Pemberdayaan perempuan bukan hanya sekadar misi, tetapi langkah strategis untuk masa depan yang cerah,” ujar Samira Shihab, Principal di AC Ventures sekaligus pendiri Stellar Women.

Komitmen AC Ventures terhadap keberagaman gender terlihat nyata. Dalam laporan dampak 2024 mereka, 40% perusahaan dalam portofolionya didirikan oleh perempuan. Lebih jauh lagi, setengah dari posisi kepemimpinan senior di internal AC Ventures dipegang oleh perempuan.

Langkah ini tidak hanya menjadi bukti nyata keberhasilan strategi keberagaman gender, tetapi juga menginspirasi lebih banyak perusahaan untuk melakukan hal serupa. “Keberagaman gender adalah katalis utama untuk kemajuan ekonomi dan sosial,” tambah Samira.

Acara ini juga menghadirkan diskusi panel menarik dengan para tokoh seperti Lenita Tobing dari BCG, Sreejita Deb dari Raena Beauty, hingga Debora Gondokusumo dari Herbiology. Dalam forum ini, mereka membahas peluang, solusi, dan dampak transformasional dari investasi pada pengusaha perempuan.

Lenita Tobing menegaskan pentingnya menghapus hambatan gender dalam pendanaan. “Bisnis yang dipimpin perempuan memiliki potensi luar biasa. Membangun ekosistem yang inklusif akan membawa manfaat besar, tidak hanya bagi individu, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya.

Laporan ini tidak hanya berhenti pada identifikasi masalah. Dengan mendalam, whitepaper ini menawarkan tiga pilar solusi:

  1. Mentorship dan Edukasi untuk memberikan pengetahuan praktis kepada pengusaha perempuan.
  2. Peningkatan Kompetensi Pribadi agar mereka siap menghadapi tantangan bisnis dan pendanaan.
  3. Akses Pendanaan yang Tepat Sasaran sesuai dengan model bisnis yang mereka kembangkan.

Dengan rekomendasi ini, laporan tersebut menjadi peta jalan bagi pemerintah, investor, dan organisasi untuk menciptakan ekosistem yang lebih ramah bagi perempuan.

Data global menunjukkan, pemberdayaan pengusaha perempuan bisa menambah hingga 26% PDB dunia. Selain itu, bisnis yang dipimpin perempuan 15% lebih mungkin untuk berkinerja lebih baik dibandingkan bisnis lainnya.

Acara ini bukan sekadar diskusi, tetapi panggilan untuk bertindak. Dengan whitepaper ini sebagai panduan, masa depan pengusaha perempuan di Indonesia tampak semakin cerah. Kini, tantangannya adalah bagaimana pemerintah, investor, dan masyarakat dapat bergandengan tangan untuk menjembatani kesenjangan pendanaan yang ada.

Melalui langkah konkret ini, Indonesia berpeluang besar menjadi negara yang lebih inklusif dan progresif dalam mendukung inovasi yang dipimpin perempuan. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In