• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Thursday, March 26, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pemerintah Dipandang Memberikan Harapan Semu Terkait Ekonomi Syariah

Editor by Editor
November 26, 2019
in Ekonomi, Makro
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, MAKRONESIA.id – Memasuki akhir 2019, retorika pemerintah baik Presiden, Wakil Presiden, Menteri Keuangan, maupun Gubernur BI terkait ekonomi syariah begitu memesona. 

Retorika pemerintah ini menurut Anis sepertinya memberikan harapan baru bahwa disaat kondisi keuangan global melambat, di saat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat,   ada alternatif baru untuk menjadikan Indonesia bisa lebih kuat ekonominya yaitu keuangan syariah.

RelatedPosts

Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

“Tetapi jangan sampai hal ini seperti memberi harapan semu. Karena pada 5 tahun terakhir Pemerintahan Presiden Jokowi, market share ekonomi syariah relatif stagnan di angka sekitar 5 sampai 6 persen,”  ucap Anis Byarwati, anggota Komisi XI DPR RI, saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan sejumlah asosiasi keuangan dan keuangan Syariah, seperti Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA). Perhimpunan Bank Swasta Nasional (PERBANAS) dan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO). Perhimpunan Bank-Bank Internasional Indonesia (PERBINA). Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (PERBARINDO), dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) Senin, 25 November 2019, Jakarta.

Anis juga mempertanyakan terobosan apa yang akan dilakukan oleh ASBISINDO untuk mencapai visi besar ekonomi keuangan syariah.

Anggota DPR RI dari fraksi PKS ini kemudian memaparkan bahwa ekonomi keuangan syariah di Indonesia belum begitu populer. 

Menurutnya data yang diberikan ASBISINDO, terlihat tingkat literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia masih rendah, yaitu  berkisar 8,9 persen dengan tingkat inklusi 9,1 persen.

Data ini menunjukkan jarak yang sangat dekat antara tingkat literasi keuangan syariah dengan tingkat inklusinya.

Hal ini berbeda jauh dengan keuangan konvensional  yang memiliki tingkat literasi sebesar 37,7 persen dengan tingkat inklusi 75,3 persen. Peningkatan tingkat literasi dan tingkat inklusi menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku ekonomi keuangan syariah.

Anis yang terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta Timur memberikan alternatif untuk meningkatkan tingkat literasi keuangan syariah dengan menampilkan duta-duta baru yang mampu mengartikulasikan dengan bahasa yang mudah dan populer tentang ekonomi keuangan syariah.

“Perlu ada influencer yang memperkenalkan dengan bahasa yang mudah dan populer apa yang dimaksud dengan keuangan syariah.  Sehingga masyarakat menjadi tahu wujud nyata keuangan syariah yang dimaksud oleh pemerintah itu seperti apa. Dan masyarakat menjadi faham bahwa ekonomi syariah ini ketika tumbuh, bisa menjadi alternatif baru untuk ekonomi nasional Indonesia,” imbuh Anis.

Anis mengutip pernyataan Menkeu Sri Mulyani bahwa dalam sepuluh tahun terakhir belum terlihat wajah-wajah baru yang mampu mengartikulasikan ekonomi syariah dengan bahasa yang populer dan menarik.

Anis menegaskan bahwa hal tersebut sangat berkaitan dengan tingkat literasi dan inklusi.

Jika masyarakat memiliki tingkat literasi yang bagus, menurut Anis tentu mereka dapat memahami dengan baik tentang ekonomi keuangan syariah, akan berdampak pada tingkat inklusi yang meningkat.

“Jika masyarakat faham, mereka akan memilih dan mempercayakan dananya untuk dikelola oleh Bank-Bank Syariah.” pungkasnya.

Menurut Anis tingkat literasi adalah kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu (dalam hal ini ekonomi keuangan syariah).

“Dan tingkat inklusi adalah suatu kondisi dimana individu mampu memilih, menentukan dan mendapatkan akses yang efektif terhadap kredit, tabungan, sistem pembayaran dan asuransi dari penyedia layanan keuangan”, tambahnya.

Sebelumnya, visi  besar pemerintah–  Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah global tingkat dunia. Bahkan ekonomi keuangan syariah akan dijadikan arus baru dan sumber pertumbuhan  ekonomi baru Indonesia.

Harapan ini didukung laporan Global Islamic  Finance Report (GIFR) tahun 2019 yang menempatkan Indonesia berada nomor 1 dalam kepemimpinan dan potensinya dalam keuangan dan perbankan Islam. (BA/AM)

ShareTweetPin

Related Posts

Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

Lonjakan Transaksi Digital 130% Jelang Lebaran Uji Ketahanan Operasional dan Pendapatan Perusahaan

March 23, 2026
Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

March 16, 2026
Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

March 12, 2026
Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

March 16, 2026
Maybank Syariah Salam Festival 2026: Maybank Indonesia Salurkan Bantuan Rp1,98 Miliar dari Ramadan hingga Idul Adha

Maybank Syariah Salam Festival 2026: Maybank Indonesia Salurkan Bantuan Rp1,98 Miliar dari Ramadan hingga Idul Adha

March 12, 2026
Lampung Punya Destinasi Belanja Baru, FooFoo Targetkan Penjualan Rp500 Juta per Bulan

Lampung Punya Destinasi Belanja Baru, FooFoo Targetkan Penjualan Rp500 Juta per Bulan

March 11, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In