MAKRONESIA.ID

Pemprov Sumut Serahkan Dokumen Revalidasi Toba Caldera ke KNIU, Langkah Penting Menuju Penilaian UNESCO

Makronesia.id, Sumut – Upaya mempertahankan status Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGGp) memasuki tahap krusial. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), melalui Pj. Sekretaris Daerah Effendy Pohan, menugaskan General Manager Badan Pengelola TCUGGp, Azizul Kholis, untuk menyerahkan dokumen final revalidasi kepada Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) di Jakarta.

Didampingi Debbie Riauni Panjaitan (Divisi Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan) serta Ovi Vensus Hamubaon Samosir (Divisi Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat), Azizul bertemu langsung dengan Ketua KNIU, Rizal Sukma, di Gedung Kementerian Kebudayaan RI, Senayan, Jakarta. Dokumen ini selanjutnya akan diteruskan ke UNESCO Global Geopark di Prancis untuk dinilai lebih lanjut.

“Dokumen ini mencakup laporan perkembangan, laporan tahunan 2023 dan 2024, serta dokumen utama yang telah melalui lima tahap pembahasan bersama para pemangku kepentingan. Kami memastikan proses ini transparan dan melibatkan berbagai pihak terkait,” ujar Effendy Pohan.

Proses Penyusunan Dokumen yang Ketat dan Berjenjang

Penyusunan dokumen revalidasi ini tidak dilakukan secara instan. Terdapat lima tahapan utama yang dijalankan secara sistematis:

  1. Pembentukan Tim Kerja (5 Februari 2025)
    • Pemprov Sumut, melalui Kadisbudparekraf Zumri Sulthony, membentuk task force yang bertugas mengumpulkan data dan mengevaluasi kondisi Toba Caldera sesuai rekomendasi UNESCO.
    • Konsultasi dilakukan dengan Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia, seperti Prof. Dr. Mega Fatimah dan Dr. Ir. Yunus Kusumah Brata, M.Si., Ph.D.
  2. Pleno Ekspose Internal (11 Februari 2025)
    • Rancangan dokumen dipresentasikan kepada Pemprov Sumut, dengan masukan dari para kepala dinas terkait serta Direktur Utama BP-ODT.
  3. Diskusi dan Kajian Pakar (15–24 Februari 2025)
    • Tahapan ini melibatkan berbagai pakar dari Bappenas, akademisi, perusahaan, kelompok masyarakat, hingga NGO.
    • Direktorat Sumber Daya Energi Mineral dan Pertambangan Bappenas turut memberikan telaah dokumen.
  4. Forum Group Discussion (FGD) di Politeknik Pariwisata Medan (25 Februari 2025)
    • Ekspose final dilakukan dengan menghadirkan pakar geologi, biologi, budaya, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
  5. Evaluasi Akhir di Bappenas (26 Februari 2025)
    • Azizul Kholis dan tim masih melakukan penyempurnaan dokumen bersama Fungsional Utama Perencana Bappenas, Leo Tampubolon, Ph.D.

“Penyerahan dokumen ini adalah langkah awal bagi UNESCO untuk menilai kembali status Toba Caldera sebagai UNESCO Global Geopark. Mereka akan mengirim assessor untuk melakukan verifikasi lapangan,” jelas Azizul Kholis.

Menjawab Kritik, Membangun Kolaborasi

Revalidasi Toba Caldera tidak lepas dari kritik dan perdebatan. Sejumlah pihak menilai prosesnya dilakukan terburu-buru, tidak sesuai rekomendasi UNESCO, serta kurang berbasis data lapangan dan masterplan. Namun, Azizul menepis anggapan tersebut.

“Kami menghargai semua kritik dan saran, tapi proses ini dilakukan secara kolaboratif dengan para pakar dan stakeholder. Jika ada hal yang masih perlu diperbaiki, kami terbuka untuk revisi demi kepentingan bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak semua pihak yang peduli terhadap Toba Caldera untuk berkontribusi dalam pengelolaan yang lebih baik.

“Jika ada yang menilai peraturan atau sistem pengelolaan perlu disempurnakan, mari kita bahas bersama. Yang terpenting, Badan Pengelola harus tetap berintegritas, objektif, dan berkomitmen untuk melestarikan Toba Caldera sebagai warisan dunia,” tutupnya.

Dengan dokumen revalidasi yang telah diserahkan, kini bola ada di tangan UNESCO. Masyarakat Sumatera Utara dan Indonesia menanti hasil evaluasi yang akan menentukan apakah Toba Caldera tetap mempertahankan statusnya sebagai UNESCO Global Geopark. (EHS-01)

Exit mobile version