Ramadan dulu identik dengan koleksi baru dan warna-warna cerah ramai di etalase. Bikin pusing. Namun 2026 terasa berbeda. Modest fashion tidak lagi bergerak semata karena musim atau momentum Lebaran. Fashion berevolusi mengikuti gaya hidup yang semakin cepat, dinamis, dan praktis.
Tahun ini, yang menguat justru bukan detail berlebihan, melainkan clean look. Siluet sederhana, warna lembut, dan material breathable menjadi pusat perhatian. Bukan karena ingin terlihat minimalis semata, tetapi karena perempuan urban membutuhkan busana yang benar-benar bisa bekerja sepanjang hari. Dari Subuh hingga tarawih.
Fungsi Lebih Penting dari Sekadar Estetika
Perubahan paling terasa ada pada cara konsumen memilih hijab. Jika sebelumnya motif dan warna menjadi pertimbangan utama, kini material dan fleksibilitas styling justru naik ke posisi teratas.
Hijab harus ringan, tidak membuat gerah, jatuhnya halus di bahu, dan tetap rapi meski dipakai berjam-jam. Artinya, fungsi menjadi fondasi sebelum estetika berbicara.
Serat bambu dan katun dalam kategori sustainable voile semakin diminati karena breathable dan menyerap keringat. Premium jersey dan viscose tetap relevan untuk mobilitas tinggi karena elastis dan mudah dibentuk. Sementara silk look dan satin minimalis hadir dalam versi yang lebih subtle, kilau lembut tanpa efek terlalu glossy.
Bahkan tekstur seperti crinkle dan pleats kecil kini dipilih bukan sekadar untuk gaya, tetapi untuk memberi dimensi visual tanpa menambah beban tampilan. Minimalis, tapi strategis.
Clean Look: Bahasa Visual Ramadan 2026
Tren Ramadan tahun ini bisa diringkas dalam satu konsep: elegant serenity. Sebuah pendekatan yang memadukan fungsi dan estetika tanpa saling mendominasi.
Ada empat formula styling yang mencerminkan arah tersebut:
1. Effortless Look + Loose Pashmina
Ringan, natural, tanpa banyak jarum. Cocok untuk aktivitas panjang tanpa perlu touch-up berulang.
2. Premium Jersey/Viscose + Sleek Styling
Praktis untuk transisi cepat, dari meeting kantor ke buka bersama. Tetap rapi tanpa effort berlebihan.
3. Subtle Silk Look + Modern Square Scarf
Refined dan dewasa. Motif kecil atau botanical minimal memperkuat karakter tanpa keluar dari koridor clean.
4. Textured Crinkle + Minimal Pattern
Memberi aksen modern, tetapi tetap tenang secara visual.
Palet warna juga bergerak ke arah yang lebih mindful. Dusty blue, muted sage, warm beige, hingga ivory bersih mendominasi. Warna-warna ini bukan hanya mudah dipadukan, tetapi juga menciptakan kesan teduh, selaras dengan suasana Ramadan.
Adaptasi Brand Lokal: Lebih Relevan, Lebih Responsif
Perubahan selera konsumen ini mendorong brand lokal untuk semakin adaptif. Inovasi tidak lagi berhenti pada desain, tetapi merambah ke eksplorasi bahan yang lebih breathable, penyempurnaan siluet yang fleksibel, serta kurasi warna yang lebih versatile.
Ramadan 2026 menunjukkan bahwa modest fashion Indonesia semakin matang. Ia tidak lagi reaktif terhadap tren global semata, melainkan responsif terhadap kebutuhan nyata konsumennya.
Momentum ini juga dimanfaatkan platform e-commerce seperti Shopee melalui kampanye Big Ramadan Sale 2026. Selain menghadirkan promo seperti Beduk Berkah 10M, Gebyar Ramadan Serba Rp1, hingga Kejar Voucher 50%, kampanye ini sekaligus menjadi panggung bagi UMKM dan brand lokal untuk memperkuat eksistensinya.
Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, menyebut bahwa selama Ramadan, pengguna cenderung mencari koleksi fesyen yang bisa digunakan dalam berbagai kesempatan.
“Melalui Big Ramadan Sale 2026, kami ingin menjadikan Shopee sebagai destinasi belanja terbaik selama Ramadan. Dengan pilihan fesyen yang semakin variatif, promo yang spesial, serta pengalaman belanja yang interaktif, pengguna bisa berbelanja dengan lebih praktis dan menyenangkan. Ini juga menjadi panggung bagi UMKM dan brand lokal untuk menunjukkan kualitas dan kreativitas terbaiknya,” jelasnya.
Lebih dari Sekadar Outfit
Menariknya, pengalaman belanja kini juga berubah. Melalui fitur seperti Shopee Live dan Shopee Video, konsumen tidak lagi hanya melihat foto produk, tetapi menyaksikan langsung bagaimana hijab dipakai dalam berbagai situasi, aktivitas harian, ngabuburit, hingga silaturahmi.
Ini menunjukkan satu hal: Ramadan 2026 bukan lagi tentang tampil paling mencolok saat Lebaran. Namun tentang menemukan keseimbangan antara kenyamanan, fleksibilitas, dan karakter personal.
Modest fashion kini tidak sekadar tren musiman. Mode telah menjadi bagian dari strategi gaya hidup, dipilih dengan pertimbangan matang, digunakan dengan sadar, dan dirancang untuk menemani hari yang panjang.
Lantas, di tengah ritme Ramadan yang unik itu, clean look bukan hanya soal estetika. Ia adalah solusi. (Ian. AF)







