• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Editor by Editor
February 25, 2026
in Feature, Featured, headline, Otomatif, Tekno
0 0
0
Image by freepik
Share on FacebookShare on Twitter

Selain maaf-maafan, Lebaran juga identik dengan macet panjang. Setiap tahun, jutaan orang bergerak serentak keluar kota. Di Indonesia, musim mudik selalu jadi ‘stres test nasional’ untuk kendaraan pribadi.

Data Korlantas Polri beberapa tahun terakhir menunjukkan jutaan kendaraan keluar dari Jabodetabek dalam periode H-7 hingga H+3 Lebaran. Artinya, mobil Anda bukan cuma dipakai, tapi turut dipaksa lembur.

RelatedPosts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Menariknya, fenomena lonjakan kendaraan saat hari raya bukan hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika Serikat saat Thanksgiving, AAA (American Automobile Association) pernah mencatat kalau lebih dari 55 juta orang bepergian jarak jauh dalam satu periode libur panjang. Dampaknya? Lonjakan mogok di jalan tol dan antrean derek meningkat signifikan.

Jadi, supaya mobil tidak tiba-tiba minta THR tambahan di bahu jalan, ini dia tips yang bisa Anda lakukan.

 

  1. Jangan Cuma Ganti Oli, Cek Sistem Pendingin

Kasus overheat adalah salah satu penyebab mobil mogok paling klasik saat perjalanan jauh. Di Inggris, lembaga otomotif RAC pernah melaporkan bahwa kerusakan sistem pendingin (radiator bocor, kipas mati, coolant kurang) menjadi salah satu penyebab utama breakdown saat musim panas.

Lalu, bagaimana mudik Lebaran di Indonesia? Macet, cuaca panas, serta AC nyala terus adalah kombinasi sempurna bikin suhu mesin naik. Oleh sebab itu, checklist cepat:

  • Pastikan coolant cukup (bukan air keran ya, mohon).
  • Cek selang radiator.
  • Pastikan kipas radiator menyala normal.

Kalau jarum suhu naik perlahan saat macet, itu bukan drama Korea. Itu sinyal.

 

  1. Ban Bukan Cuma Soal Kembang

Ban sering jadi korban yang diabaikan. Padahal si karet bundar hitam itu yang kerja paling keras. Di Jepang, saat Golden Week (libur panjang nasional), JAF (Japan Automobile Federation) mencatat peningkatan insiden ban pecah akibat tekanan angin tidak sesuai dan beban berlebih.

Mudik sama saja mobil diisi koper, oleh-oleh, kadang rice cooker, bahkan sepeda anak. Tipsnya:

  • Cek tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan (lihat di pintu pengemudi).
  • Jangan lupa ban serep (ini sering dilupakan).
  • Perhatikan usia ban. Lebih dari 4–5 tahun? Waspada walau kembang masih tebal.

Ban itu seperti sepatu. Kelihatannya oke, tapi kalau solnya sudah keras, tetap berisiko.

 

  1. Rem Harus Prima, Apalagi Jalur Turunan

Kalau rute Anda lewat jalur selatan Jawa atau pegunungan, sistem pengereman wajib sehat. Di Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pernah merilis bahwa brake-related failure masih jadi salah satu faktor kecelakaan kendaraan berat di jalur turunan panjang.

Mudik itu bukan cuma tol lurus. Ada tanjakan, turunan, dan kadang sopir depan yang tiba-tiba rem mendadak karena lihat warung sate. Jadi, yang perlu dicek:

  • Ketebalan kampas rem.
  • Kondisi minyak rem.
  • Getaran saat mengerem (indikasi disc brake tidak rata).

Kalau rem terasa kosong atau terlalu dalam, jangan nekat bilang, “Ah, nanti juga sampai.”

 

  1. Aki Lemah Sama Saja Drama di Rest Area

Aki sering terasa baik-baik saja… sampai tiba-tiba tidak ada setrum sama sekali. Di musim dingin Eropa, kasus mobil tidak bisa starter meningkat drastis karena aki drop. Walau Indonesia tidak bersalju, macet panjang dan penggunaan AC terus-menerus tetap membebani sistem kelistrikan. Maka, ciri aki mulai lemah:

  • Starter berat.
  • Lampu redup.
  • Head unit tiba-tiba restart sendiri.

Kalau usia aki sudah lebih dari 2 tahun, ada baiknya dites sebelum berangkat. Percayalah, dorong mobil di rest area sambil memakai sandal jepit itu bukan pengalaman spiritual yang menyenangkan.

 

  1. Jangan Overload. Mobil Bukan Truk Ekspedisi

Setiap mobil punya Gross Vehicle Weight Rating (GVWR), alias batas maksimal beban. Di Australia, kepolisian pernah mengingatkan lonjakan kecelakaan saat libur panjang karena kendaraan kelebihan muatan, mempengaruhi stabilitas dan jarak pengereman.

Mudik sering jadi momen sekalian angkut semua. Namun ingat:

  • Beban berlebih bikin suspensi bekerja ekstra.
  • Konsumsi BBM lebih boros.
  • Risiko ban pecah meningkat.

Kalau bagasi sudah seperti gudang mini market, mungkin saatnya evaluasi.

 

  1. Siapkan Emergency Kit. Bukan Paranoid, Ini Realistis

Di Jerman, ADAC (klub otomotif terbesar di Eropa) bahkan merekomendasikan emergency kit standar untuk perjalanan jauh. Minimal Anda bawa:

  • Dongkrak & kunci roda.
  • Senter.
  • Air minum.
  • Power bank.
  • Segitiga pengaman.

Kalau mau lebih serius:

  • Kabel jumper.
  • Pompa ban portable.
  • Toolkit sederhana.

Karena Google Maps tidak bisa memperbaiki ban bocor.

 

  1. Istirahat Itu Strategi, Bukan Kelemahan

Menurut berbagai studi keselamatan jalan di Eropa, kelelahan pengemudi menyumbang persentase signifikan kecelakaan jarak jauh. Mudik bukan balapan. Targetnya bukan siapa paling cepat sampai, tapi siapa paling selamat sampai. Maka idealnya:

  • Istirahat tiap 2–3 jam.
  • Jangan paksakan nyetir kalau mengantuk.
  • Gantian dengan pasangan kalau memungkinkan.

Mobil mungkin kuat, tapi badan belum tentu.

 

Servis Boleh, Tapi Mindset Juga Harus Siap

Menjelang Lebaran, bengkel penuh adalah hal wajar. Tapi persiapan bukan cuma soal teknis, juga soal kebiasaan.

Mobil sehat, sopir waras, beban realistis adalah anugerah mudik tanpa drama. Karena yang kita cari saat Lebaran bukan konten viral di pinggir tol, tapi momen hangat kumpul keluarga. Dan kalau pun macet panjang tak terhindarkan, setidaknya Anda bisa tersenyum sambil bilang, “Tenang… mobil saya sudah siap tempur.” (Ian. AF)

Tags: LebaranMudikOtomotifTips Otomotif
ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

February 27, 2026
Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night

ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night

February 22, 2026
Dinginnya Perdamaian Tanpa Kemerdekaan di Palestina

Dinginnya Perdamaian Tanpa Kemerdekaan di Palestina

February 20, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In