• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Tuesday, March 3, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Digital Life

Bayang-Bayang Perang dan Detak Kripto: Ketika Geopolitik Mengguncang Bitcoin

Editor by Editor
March 3, 2026
in Digital Life, Ekonomi, headline, Nasional, Politik, Tekno
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Pasar kripto kembali belajar satu hal lama: di tengah dentuman konflik global, aset digital tetap tak kebal sentimen.

Awal pekan ini, tekanan datang bertubi-tubi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa serangan udara terhadap Iran akan terus berlanjut hingga tujuan militer tercapai. Pernyataan itu segera memicu gelombang risk-off di pasar global—sebuah refleks klasik investor ketika ketidakpastian meningkat.

RelatedPosts

Saat Ramadan Mengetuk Pintu, Likuiditas Jadi Kunci: BRI Finance Tawarkan Solusi Dana Tunai Jelang Mudik

Chanté Catat Pertumbuhan Signifikan di Ramadan 2026, Brand Modest Wear Lokal Perkuat Strategi Digital di Shopee

Menakar Momentum, BRI Finance Siapkan Obligasi Rp500 Miliar untuk Akselerasi Semester II-2026

Harga Bitcoin (BTC) pun terseret. Pada Senin (2/3), BTC turun ke kisaran US$65.954 setelah sempat rebound menembus US$68.000. Dalam 24 jam terakhir, nilainya terkoreksi sekitar 1 persen, dan jika ditarik sebulan ke belakang, penurunannya telah menyentuh 20 persen.

Tekanan tidak berhenti di situ. Ethereum (ETH) melemah sekitar 2,46 persen ke level US$1.947. XRP turun hampir 3 persen ke kisaran US$1,35, sementara Solana (SOL) turut terkoreksi di tengah meningkatnya kecemasan global.

Dari Timur Tengah ke Layar Perdagangan

Pelemahan ini berkelindan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan udara besar-besaran Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ketegangan meningkat ketika Iran membantah adanya pembukaan kembali negosiasi nuklir dengan Washington. Di saat yang sama, Inggris menyatakan kesiapan mengizinkan penggunaan pangkalan militernya untuk mendukung serangan defensif terhadap situs rudal Iran.

Ketika risiko geopolitik melonjak, pasar bereaksi cepat. Harga minyak mentah mencatat kenaikan terbesar dalam empat tahun terakhir, memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Emas—aset safe haven klasik—melonjak lebih dari 2 persen dalam 24 jam. Indeks saham Asia seperti Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong dibuka melemah.

Kripto, yang kerap disebut sebagai “emas digital”, justru kembali diperlakukan sebagai aset berisiko.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai volatilitas ini mencerminkan tingginya sensitivitas pasar kripto terhadap sentimen makro global.

“Dalam jangka pendek, Bitcoin kembali bergerak sebagai aset berisiko yang sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter global. Ketika terjadi eskalasi konflik dan lonjakan harga minyak, investor cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven seperti emas,” ujar Calvin.

Ujian Level Psikologis

Secara teknikal, Bitcoin kini bergerak di bawah area penopang penting US$65.000. Jika tekanan berlanjut dan harga menembus US$64.000, pasar berisiko menguji ulang level US$63.000, bahkan mendekati US$60.000—angka yang menjadi batas psikologis penting bagi pelaku pasar.

Sebaliknya, untuk mengonfirmasi pembalikan tren jangka pendek, BTC perlu menembus kembali area US$68.500–US$69.000 dan melampaui US$70.800.

Data on-chain dan derivatif turut menunjukkan sinyal kehati-hatian. Aktivitas akumulasi investor besar (whale) dilaporkan menurun, sementara likuidasi posisi berleverage mempercepat tekanan harga. Struktur pasar untuk sementara masih cenderung bearish, dengan dorongan beli besar belum terlihat cukup kuat menopang reli berkelanjutan.

Dua Skenario, Satu Ketidakpastian

Meski demikian, dinamika makro membuka dua kemungkinan berbeda dalam jangka menengah.

Jika eskalasi konflik mendorong bank sentral—khususnya Federal Reserve—untuk kembali melonggarkan kebijakan moneternya, tambahan likuiditas global berpotensi menjadi katalis positif bagi kripto. Namun, jika lonjakan harga energi memicu gelombang inflasi baru dan menunda penurunan suku bunga, tekanan terhadap aset berisiko bisa bertahan lebih lama.

Di luar faktor geopolitik, industri kripto juga menanti kepastian regulasi di Amerika Serikat. Pembahasan RUU CLARITY Act yang ditargetkan rampung pada pertengahan 2026 dinilai dapat menjadi landasan hukum penting bagi aset digital, membuka pintu lebih lebar bagi aliran dana institusional.

Investor Indonesia Menahan Napas

Di dalam negeri, suasana tak jauh berbeda. Pergerakan harga yang cenderung sideways dalam beberapa bulan terakhir membuat banyak investor memilih bersikap wait and see. Ketidakpastian global—dari konflik geopolitik hingga arah suku bunga AS—mendorong pelaku pasar lebih berhati-hati dalam menambah eksposur.

Meski demikian, minat terhadap aset kripto belum surut. Di platform Tokocrypto, investor disebut cenderung melakukan akumulasi bertahap dan lebih selektif memilih aset, alih-alih melakukan transaksi agresif seperti pada periode bullish sebelumnya. Fase ini mencerminkan konsolidasi yang relatif sehat—penyesuaian strategi di tengah lanskap global yang berubah cepat.

Calvin menekankan pentingnya disiplin. “Di fase volatilitas tinggi seperti sekarang, investor perlu lebih mengutamakan manajemen risiko dan tetap rasional. Perhatikan perkembangan geopolitik, harga minyak, serta rilis data ekonomi AS yang memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed.”

Di pasar kripto, seperti juga dalam geopolitik, satu pernyataan dapat mengguncang miliaran dolar dalam hitungan menit. Namun di balik gejolak itu, pelaku pasar kembali diingatkan pada prinsip dasar: dalam badai ketidakpastian, strategi yang terukur sering kali lebih bernilai daripada keberanian yang tergesa-gesa. (EHS-01)

Tags: #AnalisisKripto#BTCUpdate#CryptoMarketNews#DonaldTrump#EmasSafeHaven#FederalReserve#HargaMinyakDunia#InvestorKriptoIndonesia#IranAS#KonflikTimurTengah#Solana#SukuBungaTheFedbitcoinBitcoinTurunEthereumHargaBitcoinHariIniPasarKriptoTokocryptoXRP
ShareTweetPin

Related Posts

Saat Ramadan Mengetuk Pintu, Likuiditas Jadi Kunci: BRI Finance Tawarkan Solusi Dana Tunai Jelang Mudik

Saat Ramadan Mengetuk Pintu, Likuiditas Jadi Kunci: BRI Finance Tawarkan Solusi Dana Tunai Jelang Mudik

March 3, 2026
Chanté Catat Pertumbuhan Signifikan di Ramadan 2026, Brand Modest Wear Lokal Perkuat Strategi Digital di Shopee

Chanté Catat Pertumbuhan Signifikan di Ramadan 2026, Brand Modest Wear Lokal Perkuat Strategi Digital di Shopee

March 3, 2026
Menakar Momentum, BRI Finance Siapkan Obligasi Rp500 Miliar untuk Akselerasi Semester II-2026

Menakar Momentum, BRI Finance Siapkan Obligasi Rp500 Miliar untuk Akselerasi Semester II-2026

March 3, 2026
Hitachi Vantara Pimpin Pangsa Pasar Penyimpanan Eksternal OEM Kelas Atas di Asia Pasifik Kuartal III 2025

Hitachi Vantara Pimpin Pangsa Pasar Penyimpanan Eksternal OEM Kelas Atas di Asia Pasifik Kuartal III 2025

March 3, 2026
Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

February 27, 2026
“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

February 27, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In