Makronesia.id, Jakarta – Ramadan selalu datang dengan dua wajah: heningnya ibadah dan riuhnya persiapan. Di satu sisi, bulan suci menjadi ruang refleksi dan penguatan spiritual. Di sisi lain, ia menghadirkan denyut ekonomi yang meningkat—pasar yang lebih ramai, tiket perjalanan yang diburu, hingga daftar kebutuhan yang kian panjang menjelang Lebaran.
Pada 2026, pergerakan masyarakat diproyeksikan kembali meningkat seiring membaiknya daya beli dan aktivitas ekonomi nasional. Arus mudik tak sekadar tradisi, melainkan peristiwa sosial tahunan yang menggerakkan jutaan orang pulang ke kampung halaman. Bersamaan dengan itu, kebutuhan dana tunai pun ikut terdongkrak.
Biaya transportasi, logistik perjalanan, tunjangan hari raya untuk keluarga, zakat dan sedekah, hingga persiapan jamuan Lebaran menjadi pos pengeluaran yang tak terelakkan. Sebagian keluarga bahkan memanfaatkan momentum ini untuk merenovasi rumah atau memenuhi kebutuhan keluarga besar yang berkumpul setahun sekali.
Di tengah dinamika tersebut, akses terhadap likuiditas yang aman dan terjangkau menjadi krusial.
Melihat kebutuhan itu, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menghadirkan program fasilitas dana tunai dengan jaminan BPKB kendaraan. Skema ini menawarkan bunga mulai dari 0,7 persen per bulan (ADDB), tenor hingga empat tahun, serta pencairan dana hingga 90 persen dari harga kendaraan.
Bagi sebagian masyarakat, kendaraan bukan hanya alat mobilitas, melainkan juga aset produktif. Dengan menjaminkan BPKB, mereka tetap dapat menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari, sembari memperoleh tambahan dana untuk kebutuhan Ramadan dan mudik.
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, mengatakan bahwa menjelang mudik, lonjakan kebutuhan likuiditas hampir selalu terjadi.
“Menjelang mudik Ramadan, kebutuhan likuiditas masyarakat cenderung meningkat karena adanya tambahan pengeluaran untuk perjalanan, konsumsi, hingga kewajiban sosial. Kami ingin memastikan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui pembiayaan yang aman, legal, dan terjangkau,” ujar Wahyudi.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya akses pembiayaan formal di tengah maraknya pinjaman ilegal yang kerap menawarkan proses instan namun menyimpan risiko tinggi. Sebagai perusahaan pembiayaan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, BRI Finance mengedepankan prinsip kehati-hatian serta perlindungan konsumen.
“BRI Finance memberikan solusi fasilitas dana tunai yang memberikan kenyamanan di hati dan keamanan bagi tujuan finansial jangka panjang masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Di era digital, akses terhadap pembiayaan pun semakin praktis. Pengajuan fasilitas dana dapat dilakukan melalui platform daring briflash.brifinance.co.id maupun Official WhatsApp perusahaan. Dengan dukungan ekosistem Bank Rakyat Indonesia dan jaringan yang luas, BRI Finance optimistis mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan solusi pembiayaan menjelang mudik 2026.
Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang perjalanan pulang secara fisik, tetapi juga tentang memastikan keluarga dapat merayakan hari kemenangan dengan tenang. Di tengah arus mudik dan hangatnya kebersamaan, kesiapan finansial menjadi bagian penting agar tradisi tahunan ini tetap membawa sukacita—tanpa beban yang berlebihan setelahnya. (EHS-01)





