• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Monday, June 15, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Literasi Keuangan Penting untuk Generasi Muda di Era Digital

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
October 15, 2024
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi keuangan dan pembayaran digital, literasi keuangan semakin menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi generasi muda. Fenomena ini membawa peluang besar, namun juga meningkatkan risiko penipuan dan perilaku konsumtif impulsif.

Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, menegaskan pentingnya literasi keuangan untuk melindungi generasi muda dari kejahatan finansial. Dalam acara seminar “Make Money Skills for New Generation,” ia mengajak Gen Z untuk bijak dalam memanfaatkan produk keuangan sebagai bagian dari perencanaan masa depan.

RelatedPosts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

PENAWARAN IKLAN

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

“Literasi keuangan yang baik dan inklusi keuangan yang bijaksana akan membuat generasi muda lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan terhindar dari kejahatan finansial,” ujar Friderica.

Dengan Gen Z yang mencakup hampir 28% dari populasi Indonesia, pengaruh mereka terhadap perekonomian cukup signifikan. Namun, banyak di antara mereka yang terpengaruh oleh tekanan sosial seperti YOLO (you only live once) dan FOMO (fear of missing out), yang seringkali memicu gaya hidup konsumtif.

Friderica juga mengingatkan akan maraknya tren “doom spending” di kalangan milenial dan Gen Z, yaitu belanja impulsif tanpa pertimbangan. Ia mendorong perilaku “delayed gratification” untuk mengatasi kecenderungan ini.

“Sangat penting bagi generasi muda untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar terhindar dari gaya hidup konsumtif,” tambahnya.

Meskipun penetrasi pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta, kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan masih ada. OJK melaporkan bahwa indeks literasi keuangan pada tahun 2023 baru mencapai 65,43%, menunjukkan perlunya peningkatan edukasi.

Di tengah kemunculan aset digital seperti kripto, Wan Iqbal, CMO Tokocrypto, menekankan bahwa pemahaman tentang investasi kripto menjadi penting. Dengan kripto kini menjadi pilihan investasi populer, ia menyoroti perlunya literasi keuangan untuk memahami risiko dan volatilitas pasar.

“Kripto menawarkan peluang baru, tetapi tanpa pemahaman yang baik, inovasi ini bisa menjadi risiko,” ujar Iqbal. Ia menambahkan bahwa regulasi OJK di industri kripto diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi para investor muda.

Menurut Iqbal, kemampuan mengelola uang bagi generasi muda bukan hanya soal mencari penghasilan, tetapi juga tentang mengelola, berinvestasi, dan melindungi kekayaan di era digital.

“Kedua pihak, OJK dan pelaku industri, berupaya memberikan pengetahuan dan alat yang diperlukan bagi generasi ini untuk mencapai kesuksesan finansial,” tutup Iqbal.

Dengan penekanan pada literasi keuangan, generasi muda diharapkan dapat memanfaatkan peluang di dunia digital sambil menjaga keuangan mereka tetap aman. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

June 13, 2026
PENAWARAN IKLAN

PENAWARAN IKLAN

June 13, 2026

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

May 20, 2026
“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

May 18, 2026
Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

May 12, 2026
Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

May 11, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In