• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Monday, May 11, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

Perkuat Budaya Seni dan Literasi Akademik

Editor by Editor
May 11, 2026
in Nasional, Pendidikan
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Sumbar – Suasana berbeda tampak di Gedung C lantai 2 perpustakaan Politeknik Negeri Padang pada Senin, 11 Mei 2026. Ruang yang biasanya dipenuhi aktivitas akademik itu berubah menjadi panggung sastra yang hangat ketika para profesor dan doktor membacakan puisi dalam kegiatan bertajuk “Kampus Limau Manis”.

Kegiatan yang digelar oleh Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa PNP tersebut menghadirkan sisi lain dunia kampus: ruang di mana ilmu pengetahuan bertemu dengan seni dan refleksi kemanusiaan.

RelatedPosts

Mesin Penghisap Uang Rakyat

Buku sebagai Jembatan: Perpusnas dan Kedubes Korea Selatan Perkuat Diplomasi Budaya lewat Hibah 150 Koleksi Berbahasa Korea

Pemerintah BPRI Danantara dan Kementrian Pertanian Dikabarkan Telah Mengalokasikan Dana Sebesar 20 Triliun untuk Membangun Ekosistim Peternak Ayam

Saat ini, Politeknik Negeri Padang memiliki empat profesor dari Jurusan Teknik Mesin dan Administrasi Bisnis, serta 53 doktor yang tersebar di berbagai jurusan. Dalam kegiatan tersebut, para akademisi tidak tampil sebagai pengajar atau peneliti, melainkan sebagai pembaca puisi yang menyuarakan gagasan, keresahan, dan harapan melalui karya sastra.

Kampus Tidak Hanya Tentang Akademik

Kegiatan pembacaan puisi ini dibuka langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Padang, Revalin Herdianto. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dosen tidak hanya memiliki peran mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga perlu memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas seni.

Menurut Revalin, kampus harus menjadi tempat yang mendukung lahirnya karya-karya kreatif dari para dosen agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga mengaitkan kegiatan ini dengan semangat yang sebelumnya telah dibangun melalui kegiatan mahasiswa seperti “Pekan Kreativitas Teknologi, Olahraga dan Seni (PKTOS)” dan “PNP Youth Innovators Fest 2026” bertema Membangun Talenta Muda Menuju Padang Juara.

“Melalui kegiatan apresiasi seni dalam membaca puisi dapat meningkatkan penalaran dan pemikiran yang kritis dalam menulis dan juga dalam berkomunikasi,” ungkap Revalin.

Usai membuka acara, ia turut membacakan puisi berjudul Menjaga Mental Sehat Dunia Pendidikan, sebuah karya yang menggambarkan pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan pendidikan yang terus berkembang dan penuh tantangan.

Ketika Dosen Membaca Puisi

Tema besar kegiatan ini adalah “Kekuatan Kaum Muda dalam Menciptakan Pendidikan Bersama.” Tema tersebut menjadi refleksi tentang pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam membangun dunia pendidikan yang lebih inklusif dan kreatif.

Salah seorang dosen yang tampil membacakan puisi, Ulya Ilhamy Arsyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman perdana yang diharapkan dapat terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi yang lebih luas.

Menurutnya, ruang-ruang apresiasi seni di lingkungan akademik penting untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mempererat hubungan antardosen dan sivitas akademika.

Sementara itu, panitia dari UPA Bahasa, Sabriandi Erdian, menjelaskan bahwa ide awal kegiatan ini sebenarnya dirancang untuk menyambut Hari Pendidikan Nasional pada 1 Mei. Namun karena bertepatan dengan jadwal libur serta rangkaian kegiatan mahasiswa pada 4–9 Mei, pelaksanaan akhirnya dipilih pada 11 Mei 2026.

Dari Panggung Puisi Menuju Antologi

Yang menarik, kegiatan ini tidak berhenti pada pembacaan puisi semata. Seluruh karya yang telah dibacakan rencananya akan dikumpulkan dan diterbitkan dalam sebuah buku bertajuk Antologi Limau Manis.

Rencana tersebut menjadi penanda bahwa budaya akademik di kampus tidak hanya dibangun melalui jurnal ilmiah dan penelitian, tetapi juga melalui karya sastra yang merekam pemikiran, nilai, dan refleksi sosial para akademisi.

Di tengah dunia pendidikan yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi, kegiatan seperti ini menghadirkan pesan sederhana namun penting: kampus bukan hanya ruang produksi ilmu pengetahuan, tetapi juga rumah bagi kreativitas, empati, dan kebudayaan.

Dan di Limau Manis, puisi tampaknya sedang menemukan rumahnya sendiri. (SAB-02)

Tags: Antologi Limau Manisbudaya literasi kampusDoktor Politeknik Negeri PadangHari Pendidikan Nasional 2026Kampus Limau Maniskegiatan sastra kampuskegiatan seni Politeknik Negeri Padangpembacaan puisi dosenPKTOS PNP 2026PNP Youth Innovators Fest 2026.Politeknik Negeri PadangProfesor baca puisi PNPRevalin HerdiantoUPA Bahasa PNP
ShareTweetPin

Related Posts

Grafis Judi Onlien dan Dampaknya Bagi Masyarakat Indonesia

Mesin Penghisap Uang Rakyat

May 10, 2026
Buku sebagai Jembatan: Perpusnas dan Kedubes Korea Selatan Perkuat Diplomasi Budaya lewat Hibah 150 Koleksi Berbahasa Korea

Buku sebagai Jembatan: Perpusnas dan Kedubes Korea Selatan Perkuat Diplomasi Budaya lewat Hibah 150 Koleksi Berbahasa Korea

May 10, 2026
Pemerintah BPRI Danantara dan Kementrian Pertanian Dikabarkan Telah Mengalokasikan Dana Sebesar 20 Triliun untuk Membangun Ekosistim Peternak Ayam

Pemerintah BPRI Danantara dan Kementrian Pertanian Dikabarkan Telah Mengalokasikan Dana Sebesar 20 Triliun untuk Membangun Ekosistim Peternak Ayam

May 9, 2026
KAI Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Gelar Tahlilan dan Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

May 4, 2026
PKP Tegaskan Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia Indonesia

PKP Tegaskan Pendidikan Nasional Harus Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia Indonesia

May 2, 2026
Tragedi Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang, Riza Primadi Sebut Dugaan DDT Mangkrak Jadi Akar Masalah

Tragedi Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang, Riza Primadi Sebut Dugaan DDT Mangkrak Jadi Akar Masalah

April 30, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In