• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Thursday, March 26, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Perluas Akses Pendidikan, Wapres Minta Moratorium Pembukaan Program Studi Perguruan Tinggi Ditinjau Ulang

Editor by Editor
October 16, 2024
in Nasional
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Indramayu- Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk meninjau ulang kebijakan moratorium pembukaan program studi (prodi) di perguruan tinggi. Hal ini disampaikan Wapres saat meresmikan Universitas Darul Ma’arif (UDM) di Jl. Raya Kaplongan, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar), Rabu (16/10/2024). Menurutnya, masyarakat harus diberikan kesempatan yang lebih luas dalam mengakses pendidikan tinggi, terutama pada prodi yang dibutuhkan.

RelatedPosts

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

“Kalau ada prodi-prodi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, saya berharap bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak melakukan moratorium, supaya dibuka, supaya semua memperoleh kesempatan yang sama, sehingga tidak ada lagi yang terhalang, terkendala,” ujarnya.

Jangan sampai, tutur Wapres, aturan moratorium yang tengah diberlakukan justru menghambat akses masyarakat terhadap program-program studi yang relevan dan memiliki peluang manfaat yang besar di era sekarang ini.

“Kalau bahasa pesantrennya jangan ada yang terhijab, oleh karena aturan-aturan menjadi hijab, sehingga orang tidak bisa memperoleh sesuatu yang sebenarnya akan memberikan manfaat yang banyak kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih jauh pada kesempatan ini, Wapres juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci untuk mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang dapat memakmurkan bumi. Selain itu, ia juga menyoroti peran pesantren yang kini tidak hanya menjadi lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, terutama di bidang ekonomi.

“Pesantren sekarang juga berfungsi bukan hanya sebagai tempat pendidikan, bahkan pesantren itu difungsikan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, terutama di bidang ekonomi,” ujarnya.

Wapres menegaskan, pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk prodi ekonomi syariah, sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong perekonomian pesantren dan sektor ekonomi berbasis syariah sebagai bagian dari jihad ekonomi.

“Jihad ekonomi itu jihad besar sebagaimana Syekh Nawawi Albantani mengatakan, mencari rizki dengan tetap menegakkan hak-hak Allah tanpa lalai, itu bukan tanda buta mata hatinya, tetapi itu adalah jihadul akbar [jihad besar],” tuturnya.

Terakhir, kata Wapres, Universitas Darul Ma’arif agar menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi berilmu dan beriman, yang tidak hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga ilmu umum yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Semoga hadirnya Universitas Darul Ma’arif dapat menjadi sumber kebaikan, keberkahan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat khususnya Indramayu,” pungkasnya.

Sebelumnya, masalah moratorium pembukaan prodi ini dikeluhkan oleh Ketua Pembina Yayasan Darul Ma’arif, Dedi Wahidi saat menyampaikan laporan pada acara ini. Dedi pun menyebutkan bahwa kuliah pada prodi yang tidak diminati dapat menyebabkan mahasiswa menjadi frustasi. Untuk itu, ia meminta agar moratorium pembukaan prodi yang banyak diminati mahasiswa dibuka kembali.

“Selanjutnya, moratorium perguruan tinggi dan prodi-prodi unggulan yang banyak diminati mahasiswa perlu segera dicabut, agar tidak menghambat laju percepatan upaya mencerdaskan bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Pada saat yang sama, perguruan tinggi yang sudah tidak ada aktivitasnya mohon segera ditertibkan,” pintanya.

Saat memberikan keterangan pers kepada awak media sesuai acara, Dedi menjelaskan bahwa banyak prodi unggulan yang saat ini dimoratorium seperti ekonomi, hukum, dan sosial politik.

“Pokoknya yang diminati oleh banyak calon mahasiswa itu masih dimoratorium. Mohon ditulis, supaya segera ditinjau kembali untuk melakukan percepatan pertumbuhan kualitas bangsa Indonesia ini,” ujarnya.

Ayur

Tags: #Ma'rufAmin#setwapres#wapresri
ShareTweetPin

Related Posts

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

March 16, 2026
Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

March 12, 2026
Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

March 16, 2026
Maybank Syariah Salam Festival 2026: Maybank Indonesia Salurkan Bantuan Rp1,98 Miliar dari Ramadan hingga Idul Adha

Maybank Syariah Salam Festival 2026: Maybank Indonesia Salurkan Bantuan Rp1,98 Miliar dari Ramadan hingga Idul Adha

March 12, 2026
Saat Ramadan Mengetuk Pintu, Likuiditas Jadi Kunci: BRI Finance Tawarkan Solusi Dana Tunai Jelang Mudik

Saat Ramadan Mengetuk Pintu, Likuiditas Jadi Kunci: BRI Finance Tawarkan Solusi Dana Tunai Jelang Mudik

March 3, 2026
Menakar Momentum, BRI Finance Siapkan Obligasi Rp500 Miliar untuk Akselerasi Semester II-2026

Menakar Momentum, BRI Finance Siapkan Obligasi Rp500 Miliar untuk Akselerasi Semester II-2026

March 3, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In