• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Monday, March 2, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Harmonis Bersama Alam: Inovasi Jembatan Arboreal PT Agincourt Resources di Tambang Emas Martabe

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
November 30, 2024
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Medan – Dalam sebuah langkah yang menunjukkan komitmen terhadap pelestarian alam, PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, memperkenalkan inovasi yang menggabungkan kegiatan pertambangan dengan konservasi alam. Melalui proyek pembangunan 13 jembatan arboreal, yang dilengkapi dengan camera trap, perusahaan ini menunjukkan bahwa manusia dan primata bisa hidup berdampingan secara harmonis dan berkelanjutan.

Proyek tersebut menjadi sorotan utama dalam ajang Asian Primate Symposium ke-9, yang berlangsung di Universitas Sumatra Utara pada 23 hingga 27 November 2024. Dengan tema “Living in Harmony with Primates”, konferensi ini dihadiri oleh 295 ilmuwan, pakar primata, dan konservasionis dari berbagai penjuru dunia. Di ajang bergengsi ini, PTAR mempresentasikan penelitian berjudul “Arboreal Bridges for Sustainable Human-Primates Coexistence within Ecologies Adaptation at Martabe Gold Mine.”

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Syaiful Anwar, Superintendent Environmental Site Support Agincourt Resources, menjelaskan bahwa pemasangan jembatan arboreal merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk melindungi ekosistem primata yang berada di sekitar areal tambang. Jembatan tersebut, yang dirancang menyerupai jembatan gantung, diperuntukkan bagi hewan arboreal—spesies yang hidup sebagian besar di pepohonan. Jembatan ini berfungsi sebagai penghubung antarfragmen hutan, memungkinkan primata untuk berpindah dengan leluasa, mencari makan, dan berkembang biak tanpa terganggu oleh aktivitas manusia.

“Jembatan arboreal memberikan fleksibilitas bagi primata untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekaligus mengurangi risiko konflik antara satwa dan manusia,” kata Syaiful.

Selama periode 2023 hingga 2024, proyek ini berhasil menarik perhatian dengan catatan sukses: setidaknya enam spesies primata telah tercatat memanfaatkan jembatan tersebut. Mereka termasuk huliap (Presbytis sumatrana), beruk (Macaca nemestrina), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung kelabu (Trachypithecus cristatus), jelarang hitam (Ratufa bicolor), dan musang akar jawa (Arctogalidia trivirgata).

Mahmud Subagya, Manager Environmental PTAR, menambahkan bahwa proyek ini menjadi contoh konkret bagaimana industri pertambangan dapat berjalan seiring dengan upaya konservasi keanekaragaman hayati. “Partisipasi kami dalam Asian Primate Symposium menunjukkan keseriusan PTAR dalam menjaga kelestarian alam, serta memastikan praktik pertambangan yang berkelanjutan,” ujar Mahmud. Menurutnya, proyek jembatan arboreal ini tidak hanya menguntungkan satwa liar, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar dan generasi mendatang.

Selain inovasi jembatan arboreal, dua penelitian tentang konservasi keanekaragaman hayati yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Nasional juga turut dipresentasikan di konferensi ini. Dimas Firdiyanto dan Fathiya Rahma, yang melakukan magang di PTAR, memperkenalkan dua penelitian terkait primata di kawasan Batang Toru. Dimas meneliti “Spacing Behavior of Presbytis Sumatrana in Martabe Gold Mine Forest Batang Toru,” yang memberikan wawasan tentang perilaku jarak huliap di hutan yang terfragmentasi, sementara Fathiya mempresentasikan “Presbytis Sumatrana Daily Activity and Feeding Behavior in the Concession Forest, Batang Toru,” yang mengulas aktivitas harian dan perilaku makan huliap.

“Selama magang, kami melihat secara langsung bagaimana PTAR sangat serius dalam melestarikan keanekaragaman hayati, serta menerapkan aturan ketat untuk menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Fathiya.

Selain proyek jembatan arboreal, PTAR juga terus melakukan rehabilitasi dan reklamasi area bekas tambang. Inisiatif lain yang sudah berjalan di antaranya adalah survei biodiversitas flora dan fauna, penanaman tanaman lokal untuk pakan primata, serta pengembangan fasilitas penelitian seperti Laboratorium Mikologi, Laboratorium Biodiversitas, dan Laboratorium Mikrobiologi.

Dengan berbagai langkah tersebut, PTAR menunjukkan bahwa sektor pertambangan tidak harus selalu berkonflik dengan pelestarian alam. Sebaliknya, dengan komitmen yang kuat dan inovasi yang berkelanjutan, keberlanjutan ekosistem dan pembangunan ekonomi bisa berjalan beriringan. Inilah bukti nyata bahwa keseimbangan antara manusia dan alam adalah hal yang memungkinkan, bahkan di tengah aktivitas industri yang padat. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In