• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, June 14, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Harga Emas Stabil di $2.650, Didukung Geopolitik dan Aksi Bank Sentral

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
December 16, 2024
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Harga emas (XAU/USD) diperdagangkan stabil di sekitar $2.650 pada pembukaan sesi Asia, Senin pagi. Meskipun saat ini bergerak datar, sejumlah faktor utama seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan aksi beli bank sentral diperkirakan akan memberikan dukungan terhadap logam mulia dalam jangka pendek.

Menurut Andy Nugraha, analis dari Dupoin Indonesia, tren bearish masih mendominasi pergerakan harga emas berdasarkan kombinasi candlestick dan indikator Moving Average. “Proyeksi hari ini menunjukkan potensi penurunan hingga $2.645. Namun, jika terjadi rebound, harga dapat menguat menuju target terdekat di $2.663,” ungkapnya.

RelatedPosts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

PENAWARAN IKLAN

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

Ketegangan geopolitik terus menjadi katalis bagi pergerakan harga emas. Pada Minggu, Israel mengumumkan rencana untuk menggandakan populasi di Dataran Tinggi Golan, wilayah yang diduduki sebagai respons terhadap ancaman dari Suriah. Langkah ini meningkatkan risiko konflik regional dan mendorong pelarian investor ke aset safe haven seperti emas.

Selain geopolitik, permintaan besar dari bank sentral juga memberikan dorongan positif bagi harga logam mulia. Selama 15 tahun terakhir, bank-bank sentral di berbagai negara terus menjadi pembeli utama emas. Menurut data World Gold Council, tren ini diperkirakan akan berlanjut hingga 2025, menggarisbawahi peran emas sebagai lindung nilai terhadap krisis dan aset cadangan yang andal.

Namun, faktor ekonomi AS berpotensi menjadi penghambat kenaikan harga emas. Rencana kebijakan tarif dari Presiden AS terpilih, Donald Trump, diyakini akan memicu inflasi lebih lanjut. Hal ini mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menahan diri dari pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Carsten Menke, analis dari Julius Baer, menilai penguatan dolar AS sebagai tantangan utama bagi emas. “Dengan ekonomi AS yang menunjukkan performa kuat, ruang untuk penurunan suku bunga semakin kecil. Ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven,” jelasnya.

Pasar juga menantikan rilis data Indeks Manajer Pembelian (IMP) AS untuk bulan Desember yang dijadwalkan hari ini. Data ini akan memberikan gambaran lebih lanjut tentang kondisi ekonomi AS dan arah kebijakan The Fed.

Pertemuan Federal Reserve pada Rabu mendatang akan menjadi momen krusial. Bank sentral diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dan pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, akan menjadi perhatian utama pelaku pasar. Petunjuk mengenai kebijakan moneter untuk tahun 2025 akan sangat memengaruhi pergerakan harga emas dalam beberapa bulan ke depan.

Di tengah kondisi ini, analis memperkirakan harga emas akan bergerak dalam kisaran sempit $2.645 hingga $2.663. “Meskipun tekanan bearish masih membayangi, permintaan kuat dari bank sentral dan ketegangan geopolitik dapat memberikan dukungan sementara bagi harga emas,” ujar Andy Nugraha.

Dengan ketidakpastian global yang terus meningkat, emas tetap menjadi instrumen penting bagi investor yang mencari perlindungan nilai dan diversifikasi portofolio. Namun, dinamika pasar yang kompleks, terutama terkait kebijakan The Fed dan kekuatan dolar AS, akan terus menjadi faktor penentu utama bagi pergerakan logam mulia ini. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

June 13, 2026
PENAWARAN IKLAN

PENAWARAN IKLAN

June 13, 2026

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

May 20, 2026
“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

May 18, 2026
Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

May 12, 2026
Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

May 11, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In