• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, March 1, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Haruskah Karpidul Menyerah pada Pilihan Selain “YA” di Akun SSCN?

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
January 13, 2025
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Cerita : Karpidol Anak Medan

Makronesia.id – Rentetan cerita Karpidul terasa seperti tak ada habisnya. Dari pendaftaran PPPK, ujian, pengumuman, hingga verifikasi berkas—semua itu seakan membentuk perjalanan panjang yang tak pernah ia duga.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Hari demi hari, Karpidul terus tenggelam dalam harapan yang terkadang terasa jauh, seperti melayang di atas angin.

Di suatu sore yang sunyi, ia duduk termenung di teras, memegang secangkir kopi yang sudah lama dingin, di tangan kirinya sebatang rokok yang mulai habis terbakar.

Baca juga : Pemberkasan Dengan “Orang Dalam”, Tapi Tak Terlalu Dalam

Pikiran-pikiran itu berputar-putar, membawa kembali kenangan masa lalu yang ia coba lupakan. Dalam kesunyian itu, ia teringat kata-kata ayahnya yang dulu pernah mengingatkannya dengan penuh kebijaksanaan:

“Ada ongkos untuk setiap impian. Kalau belum terwujud, mungkin ongkosnya yang kurang.”

Ayahnya selalu berbicara tentang ‘ongkos’—sesuatu yang tak pernah mudah didapatkan. Ada orang yang memiliki bohir, yang bisa dengan tenang mengejar impiannya tanpa memikirkan biaya yang harus dikeluarkan.

Baca juga : Dari ASN Jadi Zombie : Kisah Karpidol dan Ramuan Tetangga

Namun, bagi Karpidul, impian itu harus diperjuangkan, bukan hanya dengan usaha tapi juga dengan pengorbanan.

“Ada juga orang yang harus berjuang cari ongkos sendiri, membagi diri di antara pekerjaan dan mimpi-mimpi mereka,” ayahnya melanjutkan.

“Ada yang harus berhenti sejenak, mengumpulkan ongkos agar bisa melanjutkan perjalanan. Lambat, memang, tapi mereka yakin akan sampai.”

Baca juga : Ujian PPPK dan Gelas Pecah di Pagi Hari

Karpidul menelan pahitnya kata-kata itu. Terkadang, impian terasa begitu jauh, begitu mahal untuk diraih. Namun, ada saat-saat di mana ia merasa seolah harus berhenti sejenak. Bukan karena ia menyerah, tapi karena ia tahu bahwa setiap langkah perlu diukur, agar tak terjatuh terlalu jauh.

Tiba-tiba, jam menunjukkan pukul 4.10 pagi. Ia terbangun dari lamunan panjangnya. Dengan langkah yang tak tentu arah, ia masuk ke dalam rumah, menuju tempat tidurnya yang telah menunggu.

Di sebelah kiri, terlihat sosok perempuan yang selalu sabar menemaninya, dalam suka maupun duka. Ia menatap dengan penuh rasa terima kasih.

Di sebelah kanan, dua anaknya yang lelap tidur, tersenyum seolah sedang bermimpi tentang petualangan seru yang tak terbatas—Bakk, naik Rubicon di jalanan terbuka, rambut mereka tergerai diterpa angin, berdiri pada SunRoof Rubicon begitu bebas dan penuh harapan.

“Bismika Allahumma Ahya Wa Ammut,” ucap Karpidul pelan, membiarkan doanya mengalir. Matanya terpejam, namun hatinya masih berharap, pada hari esok yang penuh kemungkinan.

Pada keajaiban yang mungkin datang, pada pilihan “YA” yang mungkin akan membawa harapan-harapan itu terwujud.

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In