• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, March 1, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Harga Emas Nyaris Pecah Rekor, Gejolak Global Jadi Pemicu

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
February 22, 2025
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Harga emas kembali merangkak mendekati level tertinggi sepanjang masa. Logam mulia ini terus menjadi incaran investor sebagai aset safe-haven, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang terus memanas.

Pada Kamis (20/2), harga emas sempat mencatat rekor baru, didorong oleh pernyataan mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Dalam pernyataannya, Trump mengisyaratkan kemungkinan kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok, yang langsung mengguncang pasar keuangan global. Tak hanya itu, ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Trump menyatakan bahwa Ukraina telah memulai perang dengan Rusia, serta menuntut Ukraina untuk mulai membayar kembali bantuan dana yang diberikan oleh AS. Pernyataan kontroversial ini semakin mendorong investor beralih ke emas sebagai bentuk perlindungan terhadap ketidakpastian global.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Analisis Pasar: Ke Mana Harga Emas Akan Bergerak?

Andy Nugraha, analis dari Dupoin Indonesia, menjelaskan bahwa secara teknikal, tren bullish emas masih sangat kuat. “Saat ini, kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan potensi kenaikan harga hingga ke level $2.954. Namun, jika terjadi koreksi, harga bisa turun ke level $2.924 sebelum kembali naik,” ungkap Andy.

Salah satu faktor yang dapat menahan lonjakan harga emas adalah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed). Sikap hawkish The Fed membuat investor berhati-hati dalam menempatkan dana mereka. Namun, kondisi jenuh beli yang belum terlalu ekstrem membuat emas tetap dalam tren kenaikan, meskipun sempat mengalami koreksi pada Jumat (21/2) ke level $2.928.

Selain itu, ketegangan perdagangan yang kembali meningkat akibat ancaman Trump untuk mengenakan tarif baru pada sejumlah produk semakin memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai.

Dolar AS Tertekan, Emas Makin Bersinar

Pergerakan emas juga dipengaruhi oleh kinerja dolar AS, yang dalam dua hari terakhir kesulitan mempertahankan penguatannya. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS semakin menekan dolar, memberikan dorongan tambahan bagi emas. Risalah rapat kebijakan FOMC yang dirilis baru-baru ini menunjukkan bahwa pejabat The Fed masih menghadapi ketidakpastian besar dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, menekankan bahwa meskipun inflasi mulai mereda, kebijakan moneter masih harus dikelola dengan hati-hati. Sementara itu, Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, mengingatkan bahwa pemotongan suku bunga baru akan dilakukan jika inflasi benar-benar menunjukkan tren penurunan yang stabil.

Namun, hingga saat ini, pernyataan pejabat The Fed belum cukup kuat untuk menggoyahkan posisi emas. Investor masih melihat logam mulia ini sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang terus berlanjut.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Pasar saat ini tengah menantikan data ekonomi penting, seperti Klaim Tunjangan Pengangguran AS dan Indeks Manufaktur The Fed Philadelphia yang akan dirilis hari ini. Data ini dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi AS dan dampaknya terhadap pergerakan dolar serta harga emas.

Selain itu, investor juga akan mencermati rilis data IMP global pendahuluan. Data ini bisa menjadi indikator utama mengenai kesehatan ekonomi dunia dan potensi dampaknya terhadap permintaan emas ke depan.

Dalam jangka pendek, tren bullish emas masih bertahan. Namun, investor tetap harus waspada terhadap potensi koreksi jika terdapat sentimen positif dari kebijakan The Fed atau data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.

Satu hal yang pasti, selama ketidakpastian global terus membayangi, emas akan tetap menjadi primadona di pasar keuangan. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In