ASEAN Foundation dan Google.org Lancarkan Konvensi Kebijakan Regional AI Ready ASEAN untuk Mendorong Literasi dan Inovasi AI di Asia Tenggara

Feature23 Dilihat

Makronesia.id, Jakarta – Dalam sebuah momentum penting menuju transformasi digital yang inklusif, ASEAN Foundation bekerja sama dengan Google.org telah menyelenggarakan Konvensi Kebijakan Regional pertama dari inisiatif AI Ready ASEAN. Acara yang digelar pada 12 Februari 2025 di Markas Besar ASEAN/Sekretariat ASEAN, Jakarta, ini menghadirkan dialog intens antara para pembuat kebijakan, praktisi AI, dan mitra pelaksana lokal dari seluruh negara anggota ASEAN guna merumuskan kerangka regulasi dan inisiatif kebijakan yang mendukung penerapan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.

Mendorong Penerapan AI yang Bertanggung Jawab

Dalam konvensi yang digelar di jantung administrasi ASEAN ini, para peserta menekankan bahwa literasi AI tidak hanya soal pemanfaatan teknologi, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap kemampuan, keterbatasan, dan konteks penggunaannya. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, menyatakan,

“Literasi AI lebih dari sekadar menggunakan teknologi, tetapi juga memahami kapan dan bagaimana sebaiknya AI digunakan. Investasi dalam kebijakan pendidikan yang menekankan pemahaman etika dan keterbatasan AI adalah kunci agar ASEAN siap menghadapi era digital yang terus berubah.”

Dialog Strategis dan Kolaborasi Regional

Acara ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan—mulai dari perwakilan Kementerian Pendidikan, pejabat ASEAN, hingga direktur dari Google Indonesia—untuk mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang dalam mengimplementasikan AI di kawasan. Panel diskusi yang dipimpin oleh Dr. Piti Srisangnam dan Mahmudi Yusbi menggali topik mulai dari kerangka etika, strategi pendidikan, hingga kebijakan publik yang dapat menjembatani kesenjangan digital di antara negara-negara anggota. Di antara narasumber, Marija Ralic, Lead Google.org, menekankan komitmen Google.org dalam mendukung program AI Ready ASEAN:

“Kami bangga mendukung inisiatif ini untuk membantu anak muda dan inovator AI masa depan memanfaatkan teknologi demi kebaikan masyarakat, memastikan setiap lapisan masyarakat di ASEAN dapat merasakan manfaatnya secara maksimal.”

Menjawab Tantangan Kesenjangan Digital

Di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi digital yang melesat—diperkirakan naik dari 300 miliar dolar AS menjadi hampir 1 triliun dolar AS pada tahun 2030, bahkan berpotensi mencapai 2 triliun dolar AS dengan kebijakan yang tepat—para pembuat kebijakan juga mencermati ketimpangan dalam kesiapan AI antar negara ASEAN. Indeks Kesiapan AI Pemerintah 2024 menunjukkan perbedaan tajam, dengan Singapura menduduki posisi teratas, sementara Laos, Kamboja, dan Myanmar masih berada di peringkat jauh di bawah. Diskusi tersebut mendorong perlunya aksi kolektif dan kerjasama lintas negara untuk mengurangi disparitas, memperkuat infrastruktur digital, dan meningkatkan literasi teknologi.

AI Ready ASEAN: Langkah Awal Menuju Transformasi Regional

Konvensi ini juga menandai peluncuran resmi inisiatif AI Ready ASEAN, sebuah program ambisius yang diluncurkan pada Oktober 2024 dengan dukungan hibah sebesar 5 juta dolar AS dari Google.org. Program berdurasi 2,5 tahun ini bertujuan membekali 5,5 juta individu dengan keterampilan dasar AI, serta mengadakan serangkaian kegiatan mulai dari pelatihan bagi pelatih, pendidikan lanjutan, penyuluhan, dialog nasional dan regional, hingga riset mendalam tentang AI.

Dr. Piti Srisangnam, Executive Director ASEAN Foundation, menyimpulkan,

“Di era digital yang semakin pesat, setiap masyarakat—mulai dari generasi muda, pendidik, hingga orang tua—perlu memiliki wawasan dan keterampilan untuk sukses di dunia AI. Bersama, kita dapat mengurangi kesenjangan dan memastikan bahwa semua lapisan masyarakat ASEAN meraih manfaat dari transformasi digital ini.”

Menatap Masa Depan Digital ASEAN

Konvensi Kebijakan Regional AI Ready ASEAN merupakan langkah strategis yang tidak hanya mendukung Peta Jalan Digital ASEAN 2025 dan Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital ASEAN (DEFA), tetapi juga sejalan dengan Pedoman ASEAN mengenai Tata Kelola dan Etika AI. Dengan kolaborasi yang erat antar negara dan sektor, kawasan ASEAN diharapkan dapat menciptakan ekosistem digital yang aman, inklusif, dan inovatif—mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing di panggung global.

Melalui serangkaian dialog dan inisiatif kebijakan ini, ASEAN Foundation dan mitra-mitranya mengukuhkan komitmen untuk mewujudkan masa depan di mana kecerdasan buatan menjadi alat pemberdayaan bagi seluruh masyarakat, meminimalkan kesenjangan digital, dan membuka jalan menuju transformasi ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. (EHS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *