• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Tuesday, May 12, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Berita

Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

Editor by Editor
October 22, 2025
in Berita
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Padang – Di tengah kemajuan zaman yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, muncul satu suara dari panggung ilmiah yang mengajak kita kembali menengok akar pendidikan: kreativitas anak.

Hari itu, di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), 11 profesor baru resmi dikukuhkan. Salah satunya adalah Prof. Dr. Farida Mayar, M.Pd. dosen dari Fakultas Bahasa dan Seni, yang menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Menjawab Tantangan Seni Rupa dan Kreativitas.” Sebuah gagasan yang tidak hanya menggugah dunia pendidikan, tetapi juga menyentuh cara kita memandang anak-anak dan potensi imajinatif mereka.

RelatedPosts

Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

Crocodile Tears: Film Indonesia yang Mendunia Kini Hadir di Bioskop Tanah Air Mulai 7 Mei 2026

Dalam orasinya, Prof. Farida menyampaikan sebuah kritik halus namun tajam: masih banyak orang tua yang menganggap seni rupa hanya sebagai pelengkap dalam pendidikan anak usia dini. Mereka lebih fokus pada kemampuan anak membaca, menulis, dan berhitung, sementara seni dianggap sebagai kegiatan bermain semata.

Namun bagi Prof. Farida, justru di sanalah seni rupa memegang peran penting. “Kelas anak usia dini bukan sekadar tempat belajar huruf dan angka. Ia adalah laboratorium kreativitas,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Seni Rupa: Lebih dari Sekadar Coretan di Atas Kertas

Menurut Prof. Farida, seni rupa adalah proses menyeluruh—yang melibatkan ketangkasan, kreativitas, kepekaan indera dan hati, serta pemikiran yang mampu melahirkan karya penuh makna dan keindahan.

Ia menyebutkan bahwa jenis-jenis seni rupa yang bisa dikenalkan kepada anak sejak dini sangat beragam: mulai dari melukis, membuat patung, dekorasi, kerajinan tangan, desain grafis, hingga ilustrasi.

Lebih dari itu, fungsi utama pendidikan seni rupa bagi anak usia dini ternyata sangat mendalam. Seni bukan hanya media ekspresi dan komunikasi, tetapi juga sarana bermain yang mendidik, tempat menumbuhkan bakat, bahkan mendorong anak untuk berpikir kritis dan solutif.

Anak dan Seratus Bahasanya

Mengutip filosofi “Alam Takambang Jadi Guru” yang menjadi moto UNP, Prof. Farida mengajak para pendidik dan orang tua untuk lebih peka terhadap lingkungan dan potensi alami anak.

Ia menjelaskan bahwa anak usia dini memiliki karakter unik dalam seni—ekspresif, spontan, bebas, dan selalu eksploratif. Mereka menyampaikan dunia pribadinya lewat simbol visual, garis, dan warna.

“Anak-anak memiliki seratus bahasa,” ujar Prof. Farida. “Tugas kita adalah memberi ruang agar semua bahasa itu bisa mereka gunakan untuk mengekspresikan diri. Seni rupa adalah salah satunya—bahkan yang paling kuat.”

Membentuk Masa Depan lewat Imajinasi

Dalam paparannya, Prof. Farida juga menekankan beberapa faktor penting dalam efektivitas pembelajaran seni rupa, yaitu:

* Kualitas pendidik yang mampu membimbing tanpa membatasi
* Lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung
* Ketersediaan alat dan bahan seni
* Keterlibatan aktif orang tua dan keluarga
* Karakter serta minat alami anak

Semua itu, menurutnya, merupakan elemen penting dalam menciptakan pendidikan seni yang bermakna dan berdampak.

Akhir yang Menginspirasi

Mengakhiri orasinya, Prof. Farida menyampaikan sebuah pesan yang menggetarkan nurani pendidik dan orang tua:

“Marilah kita melihat ruang kelas anak usia dini bukan sekadar tempat mengajarkan membaca dan menulis huruf dan angka, tetapi sebagai laboratorium kreativitas. Di dalamnya, anak-anak bebas mengekspresikan seratus bahasa mereka—melalui seni rupa yang penuh warna, penuh imajinasi, dan penuh makna.”

Dengan orasi ini, Prof. Farida Mayar tak hanya mengukuhkan dirinya sebagai seorang profesor, tapi juga sebagai suara penting dalam upaya mengembalikan seni ke pangkuan pendidikan anak. Karena masa depan bukan hanya milik anak-anak yang cerdas secara akademik, tapi juga mereka yang mampu berpikir kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman. (SAB-02)

ShareTweetPin

Related Posts

Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

May 11, 2026
Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

May 11, 2026
Crocodile Tears: Film Indonesia yang Mendunia Kini Hadir di Bioskop Tanah Air Mulai 7 Mei 2026

Crocodile Tears: Film Indonesia yang Mendunia Kini Hadir di Bioskop Tanah Air Mulai 7 Mei 2026

April 29, 2026
Film Kupeluk Kamu Selamanya Memotret Cerita Perjuangan Ibu Untuk Berdamai dengan Kehidupan, Cinta Tanpa Syarat hingga Titik Akhir

Film Kupeluk Kamu Selamanya Memotret Cerita Perjuangan Ibu Untuk Berdamai dengan Kehidupan, Cinta Tanpa Syarat hingga Titik Akhir

April 24, 2026
Film Ikatan Darah Menyajikan Roller Coaster Ride Action! Duel Laga Karakter Utama Perempuan yang Fresh Sekaligus Emosional dalam Misi Selamatkan Keluarga dari Jeratan Lintah Darat

Film Ikatan Darah Menyajikan Roller Coaster Ride Action! Duel Laga Karakter Utama Perempuan yang Fresh Sekaligus Emosional dalam Misi Selamatkan Keluarga dari Jeratan Lintah Darat

April 23, 2026
Film Para Perasuk Menampilkan Emosi Yang Berbeda,Mencerminkan Apa Yang Dialami Manusia Antara Ambisi Dan Berdamai Dengan Diri Mencari Bahagia Dari Kerasuka§

Film Para Perasuk Menampilkan Emosi Yang Berbeda,Mencerminkan Apa Yang Dialami Manusia Antara Ambisi Dan Berdamai Dengan Diri Mencari Bahagia Dari Kerasuka§

April 16, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In