• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Anggota DPR Janji Kurangi Impor Pangan

reporter by reporter
October 19, 2019
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, MAKRONESIA.ID – Sejumlah Anggota DPR RI menanggapi hari pangan sedunia yang harusnya dilaksanakan setiap 16 Oktober. Ada yang menyoroti soal gizi buruk, hingga berjanji untuk mengurangi impor terhadap pangan. Hal ini diharapkan dapat menjadi perhatian Presiden Joko Widodo menjelang pelantikannya pada 20 Oktober 2019 esok.

Anggota DPR RI, Nevi Zuairina mengatakan, bahwa gizi buruk di Indonesia ini tidak menular, tapi sangat menghantui pada tahun 2019. Catatan Riset Kesehatan Dasar 2018, menunjukkan adanya perbaikan status gizi buruk pada balita di Indonesia. Proporsi status gizi sangat pendek turun dari 37,2 persen (Riskesdas 2013) menjadi 30,8 persen (Riskesdas 2018). Namun meski ada perbaikan, oleh WHO masih dinilai masih kurang signifikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas prevalensi 20 persen untuk gizi buruk.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

“Pangan adalah Hak setiap jiwa, Negara harus hadir dan mewujudkan ketahanan pangan di Keluarga. Dari perwujudan ketahanan pangan yang diumulai dari keluarga, mudah-mudahan angka prevalensi gizi yang standard WHO dapat kita penuhi”, kata Nevi, melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Legislator Sumatera Barat II ini menerangkan, bahwa sumber daya lokal, yang dapat diterapkan sebagai menu keluarga sehari-hari, menggunakan bahan pangan yang mudah diperoleh di sekitar kita. Pemenuhan bahan pangan ini tentunya sesuai dengan Pedoman Gizi seimbang (anjuran Angka Kecukupan Gizi/AKE rata-rata perkapita 2150 kkal/hari).

Nevi menambahkan, saat ini yang lebih menakutkan dari gizi buruk di Indonesia, adalah adanya stunting akibat kurang gizi yang kronis dimana anak-anak tingginya tidak tumbuh (terlalu pendek) akibat kurang nutrisi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia pada 2017. Angkanya mencapai 36,4 persen. Namun, pada 2018, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angkanya terus menurun hingga 23,6 persen.

“Melalui Hari Pangan Dunia ini,  saya secara pribadi meminta kepada pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat memerdekakan masyarakat kita dari ancaman gizi buruk dan adanya stunting yang terus mengancam anak-anak Indonesia”, tutup Nevi Zuairina.

Ditempat yang sama, Anggota DPR RI Asal Jawa Tengah IV, Hamid Noor Yasin mengatakan, bahwa situasi negara kita selama 5 tahun terakhir, menunjukkan bahwa tanaman pangan menjadi sangat penting karena menyumbang sekitar 30% terhadap total PDB pertanian. Ini artinya, bila pertumbuhan ekonomi di sektor tanaman pangan melambat, pertanian secara keseluruhan juga menjadi terhambat.

“Saya masih melihat yang merupakan juga keluhan dari warga dari setiap dialog yang kami lakukan, bahwa impor Beras, Gula, Jagung, dan garam selalu menghiasi negeri ini. Yang paling terpukul dari kebijakan ini adalah para petani. Untuk itu, perlu kami usulkan kepada pemerintah yang akan dilantik nanti agar berjanji minimal mampu mengurangi impor pangan”, pinta Hamid.

Diketahui bahwa Tema hari pangan sedunia tahun ini mengangkat “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045” atau “Our action are our future, healthy diets. Politisi PKS Dapil Jawa Tengah IV ini menambahkan, aset sumber daya alam kita sangat mumpuni untuk menunjang terpenuhinya lumbung pangan dunia. Tapi pada kenyataannya, negara kita selalu kalah dalam hal beras dengan Vietnam atau Thailand.

Sebagai contoh negara kita perlu perbaikan dalam pengelolaan pangan ini adalah pada semester I-2019, pertumbuhan ekonomi di sektor Pertanian (tidak termasuk kehutanan dan perikanan) hanya sebesar 3,41% atau lebih rendah dibanding tahun sebelumnya (semester I-2018) yang sebesar 3,88%. Ini juga merupakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian yang paling rendah sejak semester II-2017.

“Saya berharap, pemerintah kedepan mampu memprediksi kebutuhan pangan yang sinergi dengan produksi dalam negeri yang menguntungkan petani. Pemerintahan mendatang musti mampu mendatangkan kepastian stabilitas harga yang baik dari produk pertanian sehingga para pemuda negeri kita masih menganggap menarik sektor ini, yang pada akhirnya Sumber Daya Manusia muda tertarik berkecimpung dalam dunia usaha pertanian”, Tutup Hamid Noor Yasin. EHS/Redaksi

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In