• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Digital Life

Bitcoin Merosot Dekat Level USD 60,000: Dampak Langkah Penjualan Pemerintah AS

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
July 7, 2024
in Digital Life, Ekonomi, headline, Nasional, Opini, Tekno
0 0
0
Tren harga Bitcoin
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) baru-baru ini kembali merosot mendekati level USD 60,000 setelah Pemerintah AS memindahkan sekitar USD 240 juta dari Bitcoin yang disita ke Coinbase Prime. Langkah ini telah memicu kekhawatiran di kalangan para trader mengenai kemungkinan penjualan besar-besaran aset digital tersebut.

Menurut informasi yang diunggah di media sosial oleh Arkham Intelligence, sekitar 3.940 Bitcoin yang awalnya disita dari penjual Silk Road telah dipindahkan oleh wallet milik Pemerintah AS. Bitcoin tersebut disita dari Banmeet Singh, seorang pengedar narkoba, pada Januari 2024.

RelatedPosts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Tindakan Pemerintah AS ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk menindak kegiatan ilegal di pasar aset kripto. Sebelumnya, pada April 2022, Pemerintah AS telah menyita sekitar 50.000 Bitcoin terkait dengan Silk Road, yang kemudian sebagian besar dijual pada Maret 2023 dengan total nilai USD 216 juta.

Dampak dari pengumuman ini tidak hanya mempengaruhi pasar aset kripto secara umum tetapi juga menciptakan volatilitas tambahan di tengah kondisi suku bunga yang tinggi. Meskipun demikian, setelah penurunan awal, harga Bitcoin berhasil sedikit pulih kembali mendekati USD 61,100, meskipun masih menunjukkan penurunan sebesar 1% dalam periode 24 jam terakhir.

M Yusuf Musa, Head of Strategy Nanovest, mengomentari situasi ini, “Aksi penjualan yang dilakukan Pemerintah AS atas Bitcoin yang disita telah menyebabkan penurunan harga sebesar 5%. Namun, analis yakin bahwa Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan performa terbaik untuk semester pertama tahun 2024.”

Bagi para investor dan trader, situasi ini mungkin menawarkan kesempatan untuk memanfaatkan koreksi harga aset kripto yang sedang terjadi. Meskipun terdapat faktor eksternal yang mempengaruhi harga, seperti penjualan aset oleh Pemerintah AS, para analis percaya bahwa fundamental proyek-proyek kripto yang positif masih menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investasi.

Untuk informasi lebih lanjut tentang harga Bitcoin dan peluang investasi di pasar kripto, aplikasi Nanovest dapat menjadi pilihan yang tepat. Nanovest menawarkan akses mudah ke berbagai aset kripto dengan investasi yang bisa dimulai dengan modal kecil, serta dijamin oleh asuransi Sinar Mas untuk melindungi dari risiko cybercrime. Aplikasi ini juga telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, memberikan keamanan tambahan bagi para investor.

Untuk memulai investasi atau trading di pasar kripto, Nanovest dapat diunduh melalui Play Store atau App Store. Dengan lebih dari 600 pilihan aset kripto, Nanovest menyediakan platform lengkap bagi para investor pemula maupun berpengalaman untuk mengelola portofolio mereka secara efisien dan aman. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

February 27, 2026
“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

February 27, 2026
Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In