• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

ETF Bitcoin Disetujui, Reku Optimis Industri Kripto Kian Positif

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
January 11, 2024
in Ekonomi, headline, Nasional, Opini, Tekno
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Dalam langkah bersejarah, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) secara resmi menyetujui pengajuan Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin Spot oleh 11 perusahaan ternama, termasuk BlackRock (BLK.N), Ark Investments/21Shares (ABTC.S), Fidelity, Invesco (IVZ.N), dan VanEck. Produk ETF Bitcoin Spot mereka kini terdaftar di pasar saham mulai hari ini, 11 Januari 2024. Menyusul pengumuman tersebut, menurut Coinmarketcap, harga Bitcoin melonjak sebesar 4% mencapai USD 47,647 pada pukul 06.00 pagi tanggal 11 Januari 2024.

Jesse Choi, Co-CEO Reku, menyatakan bahwa momentum ini mencatat babak baru dalam pasar keuangan global, karena adopsi aset kripto semakin diakui dalam sistem keuangan tradisional. “Persetujuan ETF Bitcoin Spot mencerminkan penerimaan yang semakin tinggi dari institusi keuangan tradisional global terhadap Bitcoin. Hal ini menunjukkan minat besar investor tradisional terhadap Bitcoin,” ungkap Jesse.

RelatedPosts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Dia menambahkan bahwa persetujuan ETF Bitcoin Spot juga memiliki dampak positif bagi industri kripto, terutama di Amerika Serikat. “Hal ini lebih memudahkan akses investasi bagi investor institusional dan ritel melalui ETF Bitcoin. Menurut Alliance Bernstein, diperkirakan investasi yang masuk ke pasar bisa mencapai $5 miliar hingga $10 miliar USD,” kata Jesse.

Keputusan SEC ini juga berpotensi menarik perhatian lebih dari industri keuangan tradisional di Indonesia terhadap Bitcoin. “ETF Bitcoin Spot mencerminkan integrasi aset kripto dalam layanan keuangan tradisional. Ini bisa menjadi momen untuk mengevaluasi potensi permintaan masyarakat dan relevansi Bitcoin sebagai instrumen investasi yang dapat diakses oleh investor konvensional di Indonesia,” tambahnya.

Sehubungan dengan investor kripto di Indonesia, umumnya persetujuan ETF Bitcoin Spot mendapat antusiasme yang signifikan. “Berdasarkan diskusi dengan pengguna Reku, mereka sangat antusias terhadap ETF Bitcoin. Fenomena ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat dalam berinvestasi kripto,” tambah Jesse.

Untuk meraih peluang dan respons positif tersebut, Reku sebagai platform investasi untuk jual-beli aset kripto terus mengembangkan berbagai fitur dan cakupan baru untuk membangkitkan minat masyarakat. “Salah satunya adalah fitur Staking yang memungkinkan pengguna mendapatkan pendapatan pasif hingga 12,5%. Reku menjadi exchange pertama yang mendapatkan izin staking dari Bappebti. Fitur lain yang kami kembangkan melibatkan mode Lightning dan Pro, Investment Personality Test, serta Investment Insight yang bertujuan untuk memaksimalkan perjalanan investasi pengguna,” tambahnya.

Selain itu, Reku terus berupaya menjaga kepercayaan pengguna dan masyarakat. “Industri kripto di Indonesia masih memiliki tugas besar untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto. Dalam hal ini, Reku terus memperkuat posisinya sebagai bursa yang transparan terhadap operasional kami. Kami juga telah meluncurkan portal transparansi sebagai sumber informasi terkait keamanan dan operasional Reku untuk meningkatkan kepercayaan pengguna,” tambah Jesse.

Looking ahead, Jesse menyatakan bahwa Reku tetap optimis terhadap perkembangan industri kripto di Indonesia. “Persetujuan ETF Bitcoin merupakan langkah awal, dan kami optimis akan ada perkembangan lain yang akan semakin meningkatkan daya tarik aset kripto,” ujar Jesse.

Pengembangan ini menandakan arah positif bagi adopsi Bitcoin dan aset kripto secara global, dengan potensi dampak signifikan pada pasar AS dan pengaruh potensial di Indonesia. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

February 27, 2026
“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

“Di Tengah Kesakralan Ramadhan, OYO Tebar Diskon 75 Persen: Ibadah atau Perang Tarif?”

February 27, 2026
Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In