• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Monday, March 2, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Harga Bitcoin Mendekati Rekor Baru: Peluang Mencapai Rp1,2 Miliar di Tengah Sentimen Positif Pasar

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
November 3, 2024
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Di tengah gairah pasar yang positif, harga Bitcoin kembali menunjukkan performa gemilang. Setelah sempat menyentuh level tertinggi sebelumnya di US$73.750 (sekitar Rp1,15 miliar), banyak analis, termasuk dari Tokocrypto, meyakini bahwa Bitcoin memiliki peluang besar untuk mencetak rekor baru dengan target mencapai Rp1,2 miliar.

Fyqieh Fachrur, trader dari Tokocrypto, menjelaskan bahwa fenomena yang dikenal sebagai “Uptober” kembali terjadi tahun ini. Dalam bulan Oktober, harga Bitcoin cenderung mengalami kenaikan signifikan. “Faktor teknis dan sentimen positif dari peluncuran ETF Bitcoin Spot mendukung tren ini. Tingginya minat dari investor institusional juga semakin memperkuat keyakinan akan potensi kenaikan harga Bitcoin dalam jangka panjang,” katanya.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Pada tanggal 30 Oktober, harga Bitcoin sempat mengalami sedikit koreksi ke level US$72.274 setelah mencapai US$73.400. Namun, dominasi Bitcoin di pasar yang mencapai 58,7% dan lonjakan volume transaksi harian sebesar 14,86% menunjukkan minat investor yang tetap tinggi.

Menjelang pemilihan presiden AS dan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 7 November, Fyqieh menyebut ada beberapa faktor yang dapat mendorong harga Bitcoin lebih tinggi. Laporan pengangguran di AS yang menunjukkan penurunan pasar tenaga kerja dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga, berpotensi meningkatkan permintaan untuk aset berisiko seperti Bitcoin.

Lonjakan open interest Bitcoin yang mencapai US$44,44 miliar, serta kinerja positif pasar ekuitas, menunjukkan adanya potensi bullish yang terus berlanjut. Namun, Fyqieh mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko koreksi mendadak.

Pemilu AS dan keputusan FOMC seringkali menciptakan volatilitas di pasar. Menurut Fyqieh, jika kandidat yang pro-kripto terpilih, regulasi yang mendukung bisa semakin memperkuat permintaan terhadap aset digital ini. Sebaliknya, kenaikan suku bunga yang agresif dapat menekan harga Bitcoin, karena investor mungkin beralih ke aset yang lebih aman.

Menariknya, jika Trump terpilih kembali dan suku bunga dipangkas, Fyqieh memprediksi bahwa harga Bitcoin dapat melambung ke kisaran US$75.000 hingga US$80.000 (sekitar Rp1,17 miliar hingga Rp1,25 miliar) dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan berbagai katalis dan sentimen pasar yang positif, potensi Bitcoin untuk mencapai all-time high baru tampak semakin realistis. Meski demikian, Fyqieh mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap kemungkinan koreksi yang dapat mengganggu momentum kenaikan ini. Saat ini, semua mata tertuju pada pergerakan harga Bitcoin menjelang akhir tahun, menanti pencapaian rekor baru yang ditunggu-tunggu. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In