• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Monday, March 2, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Literasi Keuangan Penting untuk Generasi Muda di Era Digital

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
October 15, 2024
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi keuangan dan pembayaran digital, literasi keuangan semakin menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi generasi muda. Fenomena ini membawa peluang besar, namun juga meningkatkan risiko penipuan dan perilaku konsumtif impulsif.

Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, menegaskan pentingnya literasi keuangan untuk melindungi generasi muda dari kejahatan finansial. Dalam acara seminar “Make Money Skills for New Generation,” ia mengajak Gen Z untuk bijak dalam memanfaatkan produk keuangan sebagai bagian dari perencanaan masa depan.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

“Literasi keuangan yang baik dan inklusi keuangan yang bijaksana akan membuat generasi muda lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan terhindar dari kejahatan finansial,” ujar Friderica.

Dengan Gen Z yang mencakup hampir 28% dari populasi Indonesia, pengaruh mereka terhadap perekonomian cukup signifikan. Namun, banyak di antara mereka yang terpengaruh oleh tekanan sosial seperti YOLO (you only live once) dan FOMO (fear of missing out), yang seringkali memicu gaya hidup konsumtif.

Friderica juga mengingatkan akan maraknya tren “doom spending” di kalangan milenial dan Gen Z, yaitu belanja impulsif tanpa pertimbangan. Ia mendorong perilaku “delayed gratification” untuk mengatasi kecenderungan ini.

“Sangat penting bagi generasi muda untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar terhindar dari gaya hidup konsumtif,” tambahnya.

Meskipun penetrasi pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta, kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan masih ada. OJK melaporkan bahwa indeks literasi keuangan pada tahun 2023 baru mencapai 65,43%, menunjukkan perlunya peningkatan edukasi.

Di tengah kemunculan aset digital seperti kripto, Wan Iqbal, CMO Tokocrypto, menekankan bahwa pemahaman tentang investasi kripto menjadi penting. Dengan kripto kini menjadi pilihan investasi populer, ia menyoroti perlunya literasi keuangan untuk memahami risiko dan volatilitas pasar.

“Kripto menawarkan peluang baru, tetapi tanpa pemahaman yang baik, inovasi ini bisa menjadi risiko,” ujar Iqbal. Ia menambahkan bahwa regulasi OJK di industri kripto diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi para investor muda.

Menurut Iqbal, kemampuan mengelola uang bagi generasi muda bukan hanya soal mencari penghasilan, tetapi juga tentang mengelola, berinvestasi, dan melindungi kekayaan di era digital.

“Kedua pihak, OJK dan pelaku industri, berupaya memberikan pengetahuan dan alat yang diperlukan bagi generasi ini untuk mencapai kesuksesan finansial,” tutup Iqbal.

Dengan penekanan pada literasi keuangan, generasi muda diharapkan dapat memanfaatkan peluang di dunia digital sambil menjaga keuangan mereka tetap aman. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In