• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Monday, March 2, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Optimisme Pasar Meningkat Usai Penurunan Suku Bunga The Fed

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
September 27, 2024
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Dunia investasi baru saja dikejutkan dengan keputusan penting dari Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis points (bps) menjadi 4,75%-5,0%. Langkah ini diambil seiring dengan stabilitas inflasi yang terjaga dalam beberapa bulan terakhir, memicu reaksi positif di pasar.

Setelah pengumuman tersebut, instrumen investasi berisiko seperti saham dan aset kripto meroket. Bitcoin, misalnya, melesat hingga mencapai $62.000, atau sekitar Rp 954 juta. Indeks saham AS juga mencatatkan lonjakan signifikan, dengan Dow Jones untuk pertama kalinya melampaui 42.000, dan S&P 500 mencatatkan All-Time-High dengan kenaikan 1,7% menjadi 5.713. Momentum ini berlanjut hingga Rabu, 25 September, dengan harga Bitcoin menyentuh $63.800 dan S&P 500 di 5.732.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Jesse Choi, Co-CEO Reku, menanggapi tren positif ini dengan optimisme. Menurutnya, langkah The Fed bisa menjadi pemicu bagi pertumbuhan ekonomi global. “Kondisi ini menunjukkan bahwa investor mulai melirik aset global, termasuk saham AS dan kripto, sebagai pilihan strategis dalam menghadapi perubahan kebijakan moneter,” ujarnya.

Jesse menekankan pentingnya akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk berinvestasi di saham AS. “Di Reku, masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan hanya $1, tanpa biaya konversi IDR-USD. Kami juga menyediakan fitur Insights yang membantu investor memahami sentimen pasar dengan cepat,” katanya. Fitur ini menawarkan informasi mulai dari analisis media hingga penilaian fundamental perusahaan, memudahkan baik investor pemula maupun berpengalaman.

Ke depan, Reku berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan yang mendukung tujuan keuangan masyarakat. “Kami telah menyiapkan roadmap untuk layanan yang lebih inovatif, membantu investor mengembangkan portofolionya secara optimal,” tambah Jesse.

Fahmi Almuttaqin, Analyst Reku, menilai penurunan suku bunga ini sebagai momentum penting yang dinantikan investor. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ekonomi yang lebih longgar bisa mendorong pertumbuhan pasca-pandemi. “Korelasi antara pergerakan harga aset kripto dan saham AS menunjukkan tren positif yang signifikan,” ujar Fahmi.

Suku bunga yang lebih rendah diperkirakan akan meningkatkan likuiditas di pasar, mendorong investor untuk mencari instrumen dengan potensi pengembalian lebih tinggi, seperti aset kripto. “Investor mulai melirik kripto sebagai pelindung nilai terhadap inflasi,” lanjutnya.

Optimisme mengenai penurunan suku bunga AS di masa depan juga tinggi. Bank Indonesia diproyeksikan melakukan penurunan suku bunga sebanyak dua kali di sisa tahun ini. “Kebijakan moneter ini sejalan dengan tren bullish di pasar kripto pasca Bitcoin halving, yang sering kali membawa kenaikan nilai yang signifikan,” pungkas Fahmi.

Dengan berbagai perubahan ini, pasar investasi tampak semakin dinamis, menarik perhatian banyak pihak untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi global yang lebih luas. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In