• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Saturday, February 28, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Suksesi FKPPI Asahan ; ‘Anak Angkat’ Calon Kuat

Editor by Editor
July 11, 2020
in Feature, Ragam
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kumandang Adzan Zuhur baru saja usai. Seorang laki-laki dengan tubuh tinggi, berkulit coklat bergegas menaiki anak tangga mesjid Alhuda. Ia terlihat menuntaskan Sholat dua rekaat sebelum Zuhur.  

Yah! Dia adalah Dolly Dien Nurul Amien Simbolon. Calon ketua Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI) Asahan periode selanjutnya. Saat ini dirinya digadang -gadang menjadi nakhoda di organisasi anak -anak purnawirawan TNI dan Polri itu.

RelatedPosts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Dolly, atau Mak Doll, begitu teman-teman karibnya memanggil, tumbuh di keluarga pejabat kabupaten Asahan di era 90an. Ayahnya adalah Kolonel Amienuddin Simbolon, mantan Kepala Sosial Politik Kasospol, di era kepemimpinan bupati Asahan Rihold sihotang.

Meskipun terlahir sebagai anak perwira yang identik dengan gaya hidup hedonis. Namun, tidak untuk dirinya. Bukan perkara sulit bagi Dolly untuk menyombongkan diri dengan kekayaan, kemampuan dan pengaruh orang tuanya, di masa mudanya.  

Sudah menjadi kebiasaan anak pejabat tampil mewah dan selalu parlente, bak artis atau eksekutif papan atas. Namun, rupanya tak semua anak pejabat selalu bergelimang kemewahan.

Penulis menggaransi, jika ada seseorang yang mengenal Dolly sejak SD hingga usia saat ini, maka dipastikan mereka akan menjawab seragam. Bahwa Mak Doll adalah kawan dan sahabat yang baik. Murah senyum, suka menolong dan mengayomi.

Sejak SD Dolly sebenarnya terlihat jiwa kepemimpinanya. Ia senangbergaul dengan siapa saja. Anak pejabat, anak petani, anak tukang becak, anak preman, anak pengusaha, semua ia anggap sebagai teman, tentunya dengan perlakuan yang juga sama.

Uniknya, dirinya tak pernah memberitahu kalau dirinya anak seorang perwira dan pejabat tinggi saat itu. Senang bergaul dari satu tongkrongan ke tongkrongan lainnya memang sudah jiwanya. Pasalnya, dia juga menjadi donatur kawan -kawan mainnya saat itu.

Senyum ramahnya selalu mengembang setiap jumpa orang, siapapun itu. Tak ada kesan anak pejabat sedikitpun dalam sikapnya. Profesi jurnalis yang digelutinya saat ini seakan membuka matanya.

Matanya mulai terbuka setelah melihat situasi yang berkembang saat ini. Nilai-nilai yang diajarkan orang tuanya yang jujur dan konsekwen dalam mengawal pancasila, menjunjung tinggi agama, serta melaksanakan amanah, menggerakkan hatinya untuk ikut andil menakhodai organisasi milik anak-anak “kolong” ini.

Awalnya, dirinya tak pernah berpikir untuk menjadi Ketua. Darah TNI yang mengalir ditubuhnya seakan menggelora untuk berkecimpung didalamnya. Meskipun begitu, dirinya hanya ingin sebatas ketua rayon.

Teman-teman sepermainannya nyeletuk “ Ahk, kecil Kali lah itu Mak Dol”,  

Namun, adrenalinnya bergejolak setelah sempat beredar isu, ‘anak angkat’.  Secara pribadi darahnya tertantang ketika mendengar isu  tentang seorang anak angkat. Entah siapa yang melontarkan  isu kalau dirinya bukan anak Kolonel Aminuddin Simbolon. Tapi hanya anak angkat dan bukan anak seorang TNI.

Tanpa sadar isu ‘anak angkat’ yang berhembus bagai angin itu akhirnya menyebar.  Itu juga yang menjadi pemantik api kebangkitan. Para senior dan sesepuh dari organisasi tertua anak-anak TNI dan Polri itu merasa terpanggil untuk angkat bicara.  Mereka merasa ada yang janggal dengan isu itu dan perlu diselesaikan.

Bersama bergulirnya waktu mulai dilakukan rapat kecil beberapa pengurus. Bahkan, beberapa senior terkesan berang dengan isu anak angkat itu. Mereka menilai itu merupakan cara-cara kotor untuk membunuh karakter seseorang.

Akhirnya, tak lama berselang  beberapa pengurus dan para senior berkeinginan ada perubahan. Meskipun saat ini, FKPPI jaya dan berkibar di Asahan, tapi mereka ingin lebih berkibar lagi.

Apalagi sebentar lagi akan dilakukan pegantian nakhoda di organisasi tersebut. Beberapa pengurus dan senior menjatuhkan pilihan kepada Dolly Simbolon.  Mereka menilai dirinya layak memimpin. Dan, mungkin akan mengkibarkan panji organisasi lebih mentereng dari para pendahulunya.

Sangat sederhana, iya. Sopan dan ramah dengan sesama  yes. Saking ramahnya, siapapun yang  berpapasan dengannya, dilempar senyuman. Kalau soal keberanian mungkin tak perlu diragukan.

Tegas dalam bertindak dan bijak dalam bernegosiasi. Dirinya menjadi seorang Jenderal ketika segala sesuatu memerlukan ketegasan. Dan  bertindak sebagai Diplomat jika segala sesuatu memerlukan negosiasi. Selamat Mak Dol..!  Semoga sukses selalu.. (AA/BA)

Tags: ASAHANFKPPIPOLRI
ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

Ramadan 2026 dan Hari Peduli Sampah Nasional: Tren Pilah Sampah Jadi Gaya Hidup Baru Masyarakat

February 27, 2026
Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
HAPPY POTATO Resmikan Store Pertama di Indonesia, Hadirkan Shaker Fries Asal Malaysia

HAPPY POTATO Resmikan Store Pertama di Indonesia, Hadirkan Shaker Fries Asal Malaysia

February 16, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In