• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Tuesday, February 24, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Digital Life

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Editor by Editor
February 23, 2026
in Digital Life, Ekonomi, Feature, headline, Makro, Tekno
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Asia Pasifik, Makronesia.id, 23 Februari 2026 — Tenable (NASDAQ: TENB) merilis Cloud and AI Security Risk Report 2026, yang mengungkap bahwa organisasi kini menghadapi jurang paparan AI yang nyaris tanpa batas toleransi. Risiko siber diwarisi lebih cepat daripada kemampuan perusahaan untuk menanganinya.

Ibarat bendungan yang retaknya bertambah sementara tim penambal masih mencari semen, kecepatan rekayasa teknologi yang dipicu adopsi AI, penggunaan kode pihak ketiga, dan skala cloud telah melampaui kemampuan manusia dalam menilai, memprioritaskan, dan memperbaiki celah sebelum penyerang memanfaatkannya.

RelatedPosts

ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night

HAPPY POTATO Resmikan Store Pertama di Indonesia, Hadirkan Shaker Fries Asal Malaysia

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Jurang Paparan AI yang Tak Terlihat

Kesenjangan paparan AI merupakan bentuk risiko yang sebagian besar tidak kasatmata. Ia muncul di berbagai lapisan: aplikasi, infrastruktur, identitas, agen, hingga data. Banyak tim keamanan belum memiliki perlengkapan yang cukup untuk mengelolanya.

Analisis Tenable terhadap lingkungan cloud menemukan risiko serius di empat wilayah utama:

– Postur keamanan AI

– Vektor serangan rantai pasok

– Implementasi prinsip hak akses minimum

– Paparan beban kerja cloud

– Keempatnya disebut membutuhkan perhatian segera.

– Temuan Utama Laporan 2026

Beberapa temuan penting menunjukkan betapa kompleksnya lanskap ancaman saat ini:

70% organisasi telah mengintegrasikan setidaknya satu paket AI pihak ketiga atau Model Context Protocol (MCP), menanamkan AI jauh ke dalam sistem tanpa pengawasan keamanan terpusat.

86% organisasi menjalankan paket kode pihak ketiga dengan kerentanan tingkat kritis, menjadikan rantai pasok perangkat lunak sebagai sumber paparan cloud yang paling persisten.

Hampir 1 dari 8 organisasi (13%) bahkan menggunakan paket yang memiliki riwayat kompromi, seperti worm s1ngularity atau Shai-Hulud.

18% organisasi memberi layanan AI izin administratif yang jarang diaudit, menciptakan “etalase hak akses siap pakai” bagi penyerang.

Identitas non-manusia seperti agen AI kini menjadi risiko lebih besar (52%) dibanding pengguna manusia (37%), karena membentuk kombinasi akses berbahaya yang sulit terdeteksi.

65% organisasi memiliki “rahasia hantu”, yakni kredensial cloud yang tidak dipakai atau tidak pernah diperbarui. Sebanyak 17% di antaranya terkait hak administratif kritis.

49% identitas dengan izin berlebihan tingkat kritis ternyata dalam kondisi tidak aktif.

Ancaman Infrastruktur AI yang Mengendap

Menurut Liat Hayun, Senior Vice President Product Management and Research Tenable, sistem AI yang tertanam dalam infrastruktur menghadirkan risiko kritis yang harus segera dihadapi para pemimpin keamanan.

Minimnya visibilitas dan tata kelola membuat tim keamanan seperti berjalan di kabut tebal, rentan tersandung paparan baru, termasuk identitas cloud yang memiliki hak akses berlebihan.

Ia menegaskan, dengan memusatkan perhatian pada jalur paparan terpadu, organisasi dapat berhenti menumpuk “utang keamanan” dan mulai mengelola risiko bisnis yang nyata.

Langkah Mengelola Risiko AI dan Cloud

Untuk menghadapi risiko yang berkembang, organisasi perlu:

Mengamankan proses integrasi AI dengan visibilitas menyeluruh dan kontrol berbasis identitas.

Menerapkan prinsip hak akses minimum pada peran AI.

Menetralisir risiko “identitas hantu” dan menghapus kredensial statis.

Menyatukan visibilitas pada kode pihak ketiga, mesin virtual, akses identitas, dan lingkungan cloud.

Kini, kode eksternal dan akun pihak ketiga bukan lagi tamu di halaman belakang. Mereka sudah menjadi bagian dari rumah infrastruktur organisasi itu sendiri.

Tentang Laporan dan Konsep Exposure Management

Laporan ini disusun oleh tim riset Tenable melalui analisis telemetri anonim dari berbagai lingkungan cloud publik dan perusahaan, dikumpulkan antara April hingga Oktober 2025, dengan temuan AI diperluas hingga Desember 2025.

Exposure Management sendiri merupakan praktik mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memprioritaskan semua titik masuk yang bisa dimanfaatkan penyerang. Ini mencakup bukan hanya kerentanan perangkat lunak, tetapi juga salah konfigurasi, kelebihan hak akses pengguna, celah keamanan cloud, hingga aset bayangan dari AI dan rantai pasok pihak ketiga.

Tentang Tenable

Tenable adalah perusahaan manajemen paparan yang berfokus mengungkap dan menutup celah keamanan siber yang dapat menggerus nilai bisnis, reputasi, dan kepercayaan. Platform berbasis AI mereka menyatukan visibilitas, wawasan, dan tindakan keamanan di seluruh permukaan serangan, melindungi organisasi dari infrastruktur TI hingga cloud dan infrastruktur kritis.

Saat ini, lebih dari 44.000 pelanggan global menggunakan solusi Tenable untuk menekan risiko bisnis akibat paparan keamanan.(Alimuddin)

ShareTweetPin

Related Posts

ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night

ShopeePay dan SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night

February 22, 2026
HAPPY POTATO Resmikan Store Pertama di Indonesia, Hadirkan Shaker Fries Asal Malaysia

HAPPY POTATO Resmikan Store Pertama di Indonesia, Hadirkan Shaker Fries Asal Malaysia

February 16, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026
Prof.Dr.Dwi Andreas Santosa : Swasembada  Pangan Harus Terasa Di Hargai dan Kesejahteraan Rakyat

Prof.Dr.Dwi Andreas Santosa : Swasembada Pangan Harus Terasa Di Hargai dan Kesejahteraan Rakyat

January 26, 2026
BRI Perkuat Ekosistem Layanan Keuangan melalui Sinergi dengan BEI dan Pacific Place

BRI Perkuat Ekosistem Layanan Keuangan melalui Sinergi dengan BEI dan Pacific Place

January 25, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In