• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Wednesday, April 29, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Headline

Tragedi Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang, Riza Primadi Sebut Dugaan DDT Mangkrak Jadi Akar Masalah

Editor by Editor
April 29, 2026
in Headline, Nasional, Tekno
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

Wajah Bisa Dipalsukan, Uang Bisa Raib: OJK Bongkar Ancaman Deepfake yang Mengintai Bank dan Fintech RI

Saat Retail Gadget Banyak Tumbang, Mengapa Urban Republic Bisa Bertahan 10 Tahun?

COLORFUL Rilis Motherboard BATTLE-AX B860M dan B760M dengan Wi-Fi 7, Siap Sambut Era PC Gaming Generasi Baru

Jakarta (29/4/’26) Makronesia.id — Tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang merenggut 14 nyawa dan menyebabkan puluhan korban luka kini memasuki fase investigasi intensif. Berdasarkan data sementara, korban meninggal didominasi perempuan karena benturan keras terjadi di gerbong khusus wanita pada rangkaian KRL Commuter Line. Kronologi awal menyebut insiden bermula saat sebuah kendaraan taksi diduga menerobos perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal dan tertemper KRL, memicu gangguan operasional hingga rangkaian berhenti di jalur aktif. Dalam situasi itulah, KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang diduga tak sempat menghindar hingga menghantam keras rangkaian tersebut. Aparat kepolisian, PT KAI, dan tim investigasi keselamatan transportasi kini masih mendalami penyebab pasti tragedi itu.

Namun di tengah derasnya spekulasi soal dugaan human error dan gangguan persinyalan, ahli strategic communications sekaligus mantan Komisaris PT KAI selama delapan tahun, Riza Primadi, justru membongkar lapisan yang lebih dalam. Menurutnya, tragedi itu diduga bukan sekadar kegagalan teknis sesaat, tetapi manifestasi dari kelalaian sistemik yang selama ini dibiarkan mengendap dalam tata kelola transportasi nasional.

“Tragedi di Stasiun Bekasi Timur yang merenggut 14 nyawa perempuan bukan sekadar angka statistik. Ini adalah manifestasi kelalaian sistemik yang dipelihara di bawah hidung para pemangku kebijakan,” tegas Riza dalam opininya, dikutip Makronesia.id.

Ia menilai publik terlalu sibuk mengunyah narasi pinggiran seperti human error, padahal akar masalah utamanya diduga berada pada absennya proyek Double Double Track (DDT) di lintasan Bekasi Timur.

Riza menyebut, jika jalur DDT Bekasi-Cikarang sudah terealisasi, potensi tabrakan antara KRL Commuter dan kereta jarak jauh bisa diminimalkan karena masing-masing memiliki jalur terpisah.

“Mereka luput bahwa akar masalahnya adalah ketiadaan Double Double Track di ruas tersebut. Jika program DDT Bekasi-Cikarang dieksekusi, musibah berdarah kemarin tidak akan pernah terjadi,” ujarnya.

Sebagai orang yang pernah berada di dalam sistem, Riza mengaku memahami bagaimana proyek strategis sering kali tersandera birokrasi yang lamban. Menurutnya, manajemen operasional di lapangan sering kali harus bekerja di tengah kebijakan yang tak sinkron, sementara risiko keselamatan terus mengintai.

Lebih jauh, Riza menyoroti persoalan ego sektoral antar-lembaga yang diduga menjadi batu sandungan utama dalam pembangunan sistem keselamatan yang utuh. Ia mengungkap, secara teknis, penggunaan Automatic Train Protection (ATP) sebenarnya dapat menjadi solusi agar sistem sarana dan prasarana kereta dapat saling berkomunikasi dan mencegah tabrakan fatal. Namun problemnya, kata dia, sarana berada di tangan PT KAI sementara prasarana dikendalikan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

“Mengharap keduanya sinkron di tengah tata kelola sekarang? Rumit. Dan kerumitan itu hari ini diduga dibayar dengan nyawa manusia,” katanya tajam.

Ia bahkan mempertanyakan mengapa proyek DDT tersedia dari Jatinegara hingga Bekasi, namun seolah terputus ketika memasuki Bekasi Timur, padahal secara masterplan jalur itu seharusnya berlanjut.

Bagi Riza, narasi teknis yang terus dilempar ke publik berpotensi menjadi cara halus untuk mengaburkan persoalan struktural yang lebih besar. Ia meminta pemerintah berhenti menjadikan petugas lapangan sebagai tameng atas persoalan sistemik yang belum selesai.

“Berhentilah menyalahkan SOP atau petugas lapangan. Musibah ini adalah dugaan dosa besar akibat ketidakjelasan nasib infrastruktur yang disandera ego sektoral dan tata kelola yang buruk,” tegasnya.

Hingga kini, investigasi resmi masih berjalan, dan penyebab final tragedi belum diumumkan. Namun satu hal yang mulai mengeras di ruang publik: jika benar dugaan Riza soal mandeknya DDT menjadi faktor kunci, maka tragedi Bekasi Timur bukan sekadar kecelakaan, melainkan alarm keras bahwa rel transportasi nasional menyimpan retak yang sudah terlalu lama diabaikan. (Alia-Mudira)

Tags: berita kereta api terbaruDDT bekasi cikarangdugaan kelalaian sistemikinvestigasi kecelakaan keretaKAI bekasi timurkecelakaan commuter linekecelakaan kereta bekasiragedi bekasi timurRiza Primaditabrakan KRL bekasi timur
ShareTweetPin

Related Posts

Wajah Bisa Dipalsukan, Uang Bisa Raib: OJK Bongkar Ancaman Deepfake yang Mengintai Bank dan Fintech RI

Wajah Bisa Dipalsukan, Uang Bisa Raib: OJK Bongkar Ancaman Deepfake yang Mengintai Bank dan Fintech RI

April 29, 2026
Saat Retail Gadget Banyak Tumbang, Mengapa Urban Republic Bisa Bertahan 10 Tahun?

Saat Retail Gadget Banyak Tumbang, Mengapa Urban Republic Bisa Bertahan 10 Tahun?

April 29, 2026
COLORFUL Rilis Motherboard BATTLE-AX B860M dan B760M dengan Wi-Fi 7, Siap Sambut Era PC Gaming Generasi Baru

COLORFUL Rilis Motherboard BATTLE-AX B860M dan B760M dengan Wi-Fi 7, Siap Sambut Era PC Gaming Generasi Baru

April 29, 2026
AI Jadi Medan Perang Baru: Palo Alto Networks Ingatkan Bisnis Indonesia, Inovasi Tanpa Keamanan Bisa Jadi Bumerang

AI Jadi Medan Perang Baru: Palo Alto Networks Ingatkan Bisnis Indonesia, Inovasi Tanpa Keamanan Bisa Jadi Bumerang

April 27, 2026
Industri Tertekan, Tapi Semen Merah Putih Malah Melaju ke Pasar Dunia

Industri Tertekan, Tapi Semen Merah Putih Malah Melaju ke Pasar Dunia

April 24, 2026
Semen Merah Putih Uji “Pohon Cair” Penyerap Karbon di Bekasi

Semen Merah Putih Uji “Pohon Cair” Penyerap Karbon di Bekasi

April 21, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In