Makronesia.id, Padang – Di era globalisasi, kemampuan berbahasa asing tidak lagi menjadi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjadi kebutuhan. Persaingan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) semakin menuntut sumber daya manusia yang mampu berkomunikasi lintas budaya, baik melalui tulisan maupun percakapan. Bahkan, bagi kalangan akademisi, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu syarat penting untuk melanjutkan studi dan memperluas jejaring internasional.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan bahasa asing. Program ini meliputi pelatihan IELTS khusus bagi dosen serta pelatihan bahasa Arab, Prancis, Jepang, dan Mandarin yang diperuntukkan bagi dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.
Kegiatan pembukaan pelatihan dilaksanakan di Gedung C lantai 2 Pustaka PNP pada 8 Juni 2026, setelah proses registrasi dilakukan secara daring. Hingga pelaksanaan pembukaan, program tersebut masih membuka kesempatan bagi seluruh sivitas akademika untuk bergabung dan memilih pelatihan sesuai kebutuhan masing-masing.
Menyiapkan SDM untuk Dunia Kerja dan Pendidikan Global
Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Wakil Direktur IV Bidang Kerja Sama PNP, Ihsan Lumasa Rimra, S.ST., M.Sc. DECN., yang mewakili Direktur PNP, Revalin Herdianto.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Politeknik Negeri Padang yang pelaksanaannya dipercayakan kepada Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa.
Menurutnya, pelatihan bahasa asing merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mahasiswa maupun alumni memiliki bekal yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja.
Ia juga menegaskan bahwa kemampuan bahasa asing menjadi salah satu kompetensi penting yang dibutuhkan dalam menghadapi persaingan global, baik di sektor industri maupun dunia akademik.
Kolaborasi dengan Universitas dan Mitra Internasional
Program ini tidak hanya dilaksanakan secara internal, tetapi juga melalui kolaborasi dengan berbagai institusi.
Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah program B2B yang dikembangkan bersama Program Studi Sastra Jepang Universitas Andalas. Kolaborasi ini bertujuan mempersiapkan peserta menghadapi ujian kemampuan bahasa Jepang sekaligus memperkenalkan budaya dan berbagai aspek yang berkaitan dengan Jepang.
Selain itu, Politeknik Negeri Padang juga menjalin kerja sama dengan institusi di China dan Taiwan melalui skema Credit Learning dan Joint Degree, membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik bertaraf internasional.
Tidak Sekadar Belajar Bahasa
Usai acara pembukaan, para peserta mendapatkan sesi tips dan strategi belajar bahasa asing yang disampaikan oleh para pengampu.
Melalui materi tersebut, peserta diharapkan memperoleh motivasi sekaligus metode belajar yang efektif sehingga mampu lebih konsisten dalam mempraktikkan bahasa asing yang dipilih.
Kepala UPA Bahasa PNP, Sabriandi Erdian, melaporkan bahwa pelatihan ini akan dibimbing oleh sejumlah tenaga pengajar dari berbagai institusi, antara lain:
- Muhammad Yusra, Ph.D. (Universitas Andalas)
- Rustam Amir Effendi, S.Pd., S.T., M.Sc. (PNP)
- Rima Devi, M.Hum. (Universitas Andalas)
- Ariani Tanjung (PNP)
- Elfi Fadhila Arsyah, Lc. (Ma’had Ibnu Zubair)
- Sujonsen (Kadin Medan–AEKI–USU)
- Wu Ai Fang (Taipei)
Menurut Sabriandi, jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai 157 orang, dan angka tersebut masih berpotensi bertambah karena pendaftaran manual masih dibuka.
Ia juga menyampaikan bahwa khusus pelatihan bahasa Mandarin, proses pembelajaran saat ini masih dilaksanakan secara daring. Namun, pihak kampus berupaya agar pada tahun depan pelatihan tersebut dapat diselenggarakan secara tatap muka (offline).
Bahasa Mandarin dan Harapan Masa Depan
Di antara peserta yang hadir, salah satu mahasiswa Program D3 Akuntansi, Valina Meilitasari, mengaku memilih pelatihan bahasa Mandarin karena melihat semakin banyak peluang kerja yang mensyaratkan kemampuan tersebut.
Menurut Valina, pembukaan pelatihan berlangsung dengan baik serta memberikan motivasi dan gambaran yang jelas mengenai manfaat program yang akan diikuti.
Ia berharap kemampuan berbahasa Mandarin dapat menjadi nilai tambah bagi kariernya setelah lulus.
Ke depan, Valina menargetkan dapat menguasai dasar-dasar bahasa Mandarin dengan baik dan mampu menggunakannya di lingkungan kerja. Bahkan, ia memiliki harapan untuk memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan di China sesuai dengan bidang akuntansi yang sedang ia tekuni.
Bahasa sebagai Jembatan Masa Depan
Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dalam lingkungan global, langkah Politeknik Negeri Padang menghadirkan pelatihan berbagai bahasa asing menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga pada kompetensi komunikasi internasional.
Kemampuan bahasa kini menjadi jembatan yang menghubungkan mahasiswa dengan peluang studi, karier, dan kolaborasi lintas negara. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya siap bersaing di tingkat nasional, tetapi juga mampu mengambil peran di panggung global. (SAB-02)







