• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Monday, May 11, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Berita

Lo Dikira Aman Online? Asia Tenggara Habis $23,6 Miliar Gara-Gara Scammer

Editor by Editor
May 11, 2026
in Berita, Digital Life, Ekonomi, Headline, Tekno
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Makronesia.id, (11/5) —  Scammer sekarang bukan lagi cuma modal WhatsApp dan jurus “Mama minta pulsa”. Mereka pakai “AI generatif, deepfake, voice cloning”, dan taktik lintas platform yang bisa bikin siapa saja — mau itu anak kuliah, emak-emak arisan, atau bapak-bapak yang baru belajar dompet digital — jadi korban dalam hitungan menit. Dan kawasan Asia Tenggara? Udah jadi epicenter-nya.

Nah, tepat di tengah badai penipuan digital ini, ASEAN Foundation bareng Google resmi nge-launch “Scam Ready ASEAN”— sebuah inisiatif regional yang diklaim bakal jadi salah satu program pertahanan digital terbesar di kawasan. Pengumuman ini dibuat di Google 2026 Online Safety Dialogue di Kuala Lumpur, April lalu.

RelatedPosts

AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

Mesin Penghisap Uang Rakyat

Wait, Angkanya Segede Itu?

Bukan lebay. Hanya di 2024, Asia Tenggara ngalamin kerugian finansial diperkirakan USD 23,6 miliar, gara-gara penipuan online. Angka itu lebih gede dari PDB beberapa negara kecil di dunia, dan itu baru yang ketahuan dan dilaporkan.

Di Indonesia sendiri, datanya nggak kalah bikin geleng-geleng. Sepanjang 2025, IASC (Indonesia Anti-Scam Centre) milik OJK nyatat lebih dari 411.000 laporan dengan estimasi kerugian sekitar USD 550 juta atau hampir Rp9 triliun. Buat konteksnya: itu setara biaya membangun puluhan ribu rumah subsidi.

Riset APJII sebelumnya juga udah kasih warning: penipuan online adalah kategori ancaman digital paling banyak dialami warga Indonesia di 2024 dengan persentase **32,5%, naik drastis dari 10,3% di tahun sebelumnya**. Lonjakan 3x lipat dalam setahun. Dan itu tren yang terus naik.

📊 Data UNODC — PBB: Laporan United Nations Office on Drugs and Crime menyebut, masyarakat Asia Tenggara mengalami kerugian antara USD 18–37 miliar, dari berbagai skema penipuan hanya di tahun 2023. Di periode yang sama, konten deepfake yang digunakan untuk penipuan melonjak 600%, hanya dalam paruh pertama 2024.

AI Bikin Scammer Makin Sadis

Kalau dulu lo masih bisa nge-detect scam dari typo-typo amatir di pesannya, sekarang forget it. AI generatif udah ngubah game ini secara fundamental.

OJK mencatat lebih dari 70.000 laporan penipuan menggunakan teknologi AI sepanjang awal 2025 hingga Juli. Para scammer pakai voice cloning untuk niru suara anggota keluarga korban, deepfake untuk bikin video “bukti” yang meyakinkan, dan chatbot berbasis LLM untuk nge-handle ribuan korban sekaligus secara otomatis.

Laporan Reuters bahkan mengungkap ada pusat-pusat scam terorganisir di perbatasan Myanmar-Thailand yang mewajibkan “karyawan”-nya pakai ChatGPT untuk nyusun pesan yang lebih meyakinkan ke target. Menurut Deloitte Center for Financial Services, dampak negatif AI generatif bisa nyebabin kerugian mencapai USD 40 miliar di tahun 2027, naik signifikan dari USD 12,3 miliar di 2023.

Dan di Malaysia? Pada 2025, kasus penipuan online melonjak 110,8% jadi 74.769 kasus, dengan total kerugian melewati RM3 miliar — naik 89,5% dibanding 2024. Yang bikin makin ngeri: 5.293 pelajar jadi korban di 2025, naik dari 2.401 di tahun sebelumnya. Generasi muda pun bukan imun.

Modus-modus yang paling marak saat ini:

– 🎣 Phishing & email palsu yang makin sulit dibedakan

– 🎭 Impersonasi identitas menggunakan AI

– 📱 Rekayasa sosial via media sosial

– 📈 Investasi bodong online

– 🤖 Voice cloning & deepfake video

– 📲 Penipuan via pembayaran QR

Scam Ready ASEAN: Responsnya Seperti Apa?

Di sinilah ASEAN Foundation dan Google masuk dengan kartu as-nya. Program Scam Ready ASEAN didanai Google.org sebesar USD 5 juta — sekitar Rp82 miliar lebih — dengan target menjangkau 3 juta orang di seluruh kawasan ASEAN.

Model yang dipake bukan sekadar kampanye pamflet atau video YouTube yang view-nya numpang trending. Mereka pakai pendekatan Train-the-Trainer  — melatih 2.000 Master Trainer di 20 organisasi lokal dari 11 negara anggota, yang kemudian turun langsung ke komunitas akar rumput dengan target penerima manfaat langsung minimal 550.000 orang.

“Penipuan saat ini bukan lagi insiden yang terisolasi, melainkan tantangan bersama yang terus berkembang dan memengaruhi masyarakat lintas negara, sektor, dan komunitas. Di seluruh Asia Tenggara, kami melihat bagaimana penipuan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kepercayaan terhadap ruang digital kita secara lebih luas. Scam Ready ASEAN hadir untuk mengubah pendekatan kita, dari bereaksi terhadap penipuan, menjadi mencegah dan lebih siap menghadapinya.” ucap  Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation.

Program ini juga hadir dengan game interaktif bernama Be Scam Ready — karena ya, kalau lo mau bikin Gen Z aware, jangan kasih brosur. Kasih mereka sesuatu yang bisa di-tap dan dimainkan. Modul-modul terstrukturnya dirancang supaya bisa disampaikan bahkan di komunitas yang baru mulai akrab sama internet.

Ini Bukan Cuma Soal Duit

Yang sering kelewat dari narasi penipuan online adalah dampak psikologis dan sosialnya. Ketika seseorang jadi korban scam, bukan cuma rekeningnya yang kosong — kepercayaan mereka terhadap ruang digital ikut runtuh. Ini masalah serius di era di mana ekonomi digital udah jadi tulang punggung mata pencaharian jutaan orang.

“Kesuksesan ekonomi digital Asia Tenggara harus dibangun di atas fondasi kepercayaan. Untuk tetap selangkah lebih maju dari pelaku kejahatan yang terus mengembangkan taktik mereka, kami meningkatkan keamanan produk dan platform kami, sekaligus mendukung inisiatif seperti program Scam Ready ASEAN untuk memastikan setiap warga negara diberdayakan dengan pengetahuan untuk menjaga keamanan diri mereka secara online. Lebih dari sekadar kesadaran, ini juga tentang berinvestasi dalam pendekatan ekosistem menyeluruh di mana pemerintah, industri, dan masyarakat sipil bekerja sama untuk melindungi kawasan.” Ucap Sapna Chadha, Vice President Google Asia Tenggara.

Kasus perdagangan manusia yang terhubung dengan scam compound di Myanmar, Kamboja, dan Laos juga jadi dimensi lain yang makin mengkhawatirkan. Data Kementerian Luar Negeri RI menunjukkan kasus WNI yang terlibat dalam penipuan daring di Kamboja melonjak lebih dari 250% antara 2023 dan 2024. Sindikat ini udah bukan kejahatan biasa — ini industri transnasional.

Langkah Regional yang Nggak Bisa Ditunda

Scam Ready ASEAN diluncurkan bersamaan dengan dialog kebijakan tingkat tinggi yang mempertemukan perwakilan badan digital, keuangan, dan perlindungan konsumen dari seluruh ASEAN. Program ini jalan seiring ASEAN Anti-Scam Working Group yang dibentuk di Pertemuan Menteri Digital ASEAN ke-4 pada 2024 — sinyal bahwa kawasan ini akhirnya bergerak serius dan terkoordinasi.

Program diluncurkan oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Y.B. Dato’ Fahmi Fadzil selaku Menteri Komunikasi Malaysia, Ambassador Sarah Al Bakri Devadason sebagai Ketua Dewan Pengawas ASEAN Foundation, serta perwakilan negara anggota ASEAN lainnya.

Di level individu, ini reminder keras: literasi digital bukan optional. Di era di mana scammer bisa niru suara orang tua lo dengan akurasi 95%, dan bisa bikin video “teman” lo minta bantuan darurat yang 100% fake — yang namanya skeptisisme online itu bukan paranoia, itu survival skill.

Cek platform interaktifnya: aseanfoundation.org/programme/scam-ready-asean

Tags: AI ScamAI scam 2025APJIIASEANASEAN Anti-Scam Working GroupAsean FoundationASEAN Foundation GoogleAsia TenggaraCyber Crimecyber scam Asia TenggaraDeepfakedeepfake scamDeloitte Center forFinancial ServicesGoogleGoogle.orgIASCIndonesiainvestasi bodong onlineKambojakeamanan digital ASEANKeamanan SiberLaosLiterasi Digitalliterasi digital ASEANliterasi digital IndonesiaMalaysiaMyanmarOJKOJK anti scamOJK scam onlineOtoritas Jasa KeuanganPenipuan Onlinepenipuan online AIpenipuan online ASEANpenipuan QRISPhishingphishing AIphishing IndonesiaReutersscam AI Asia TenggaraScam Onlinescam online IndonesiaScam Ready ASEANscammer AI generativescammer Asia TenggaraUnited Nations Office on Drugs and CrimeUNODCVoice Cloningvoice cloning penipuanvoice cloning scam
ShareTweetPin

Related Posts

AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

AI Masuk Ruang Server Perusahaan, Tapi Infrastruktur Indonesia Belum Sepenuhnya Siap

May 11, 2026
Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

Tengah Tahun 2026: Saatnya Cek Dompet Sebelum Financial Goals “Ghosting” dari Rencana

May 11, 2026
Grafis Judi Onlien dan Dampaknya Bagi Masyarakat Indonesia

Mesin Penghisap Uang Rakyat

May 10, 2026
Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

May 11, 2026
Lintasarta 38 Tahun: Bisakah Beyond AI Factory Jadi Tulang Punggung Ekonomi AI Indonesia?

Lintasarta 38 Tahun: Bisakah Beyond AI Factory Jadi Tulang Punggung Ekonomi AI Indonesia?

May 7, 2026
Pasar Property Jakarta Memasuki Fase Pertumbuhan Yang Berkelanjutan

Pasar Property Jakarta Memasuki Fase Pertumbuhan Yang Berkelanjutan

May 6, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In