• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Friday, May 29, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Nasional

WALHI Sumsel, LBH dan Solidaritas Perempuan Palembang Perjuangkan Lahan Masyarakat di Sumsel

Editor by Editor
January 22, 2019
in Nasional, Ragam
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

WALHI Sumsel, LBH Palembang dan Solidaritas Perempuan Palembang Memperjuangkan Lahan Masyarakat di Sumatera Selatan

Jakarta, Makronesia.id – Sumatera Selatan merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang sering dihadapkan pada konflik kepemilikan lahan akibat aktivitas perkebunan, pertambangan, dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Data WALHI Sumsel menyebutkan bahwa sektor perkebunan sawit di Sumsel berpotensi konflik dengan luas 1.313.094 ha, di sektor industri perkebunan kayu setidaknya terdapat 1.564.493 ha wilayah yang berpotensi konflik dan merupakan lahan pertanian, dan 1.010.054 ha masyarakat harus merasakan dampak pencemaran dan krisis ekologi di sektor pertambangan.  Sedangkan berdasarkan data dari Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Selatan, hingga September 2018 lalu setidaknya masih tersisa 9 kasus dari 27 konflik lahan di Sumatera Selatan yang belum diselesaikan sepanjang tahun 2018.

RelatedPosts

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

Kalau Nggak Merasa Aman, Bagaimana Mau Maksimal? Ini yang Dibutuhkan Perempuan di Tempat Kerja

Wilayah Dusun Cawang Gumilir, Desa Bumi Makmur, Kabupaten Musi Rawas merupakan salah satu contoh konflik lahan di Sumatera Selatan yang masih belum mencapai titik penyelesaiannya sejak pertama kali terjadi di tahun 2015. Hingga saat ini, kasus tersebut masih berujung pada penggusuran penduduk ke wilayah disekitarnya. Untuk memastikan penyelesaian konflik lahan dan mewujudkan keadilan bagi warga dalam memperoleh hak kelola atas tanahnya, maka Organisasi Masyarakat Sipil seperti Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Selatan melakukan pendampingan bagi warga Dusun Cawang Gumilir.

Selain masyarakat, kelompok perempuan juga terlibat dalam penyelesaian konflik lahan di Sumatera Selatan. Organisasi Masyarakat Sipil seperti Solidaritas Perempuan (SP) Palembang dan LBH Palembang mendorong kelompok perempuan untuk memaksimalkan peran strategis mereka dalam upaya penyelesaian isu sosial yang ada namun dalam kesehariannya seringkali diabaikan. Faktanya, kelompok perempuan merupakan kelompok yang sangat bersemangat untuk terlibat dalam proses penyelesaian konflik lahan yang terjadi di wilayahnya.

*****

Tentang Program SETAPAK

Sejak digagas tahun 2011 dengan dukungan UK Climate Change Unit (UKCCU), program Selamatkan Hutan dan Lahan melalui Perbaikan Tata Kelola (SETAPAK) The Asia Foundation meyakini bahwa tata kelola hutan dan lahan yang baik adalah kunci bagi pembangunan sektor hutan yang berkelanjutan yang bertujuan untuk pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat desa sekitar hutan serta  pelestarian lingkungan. Selain mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mitigasi perubahan iklim global, program ini membantu desentralisasi tata kelola hutan dan lahan di Indonesia untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan, perlindungan dan distribusi manfaat sumber daya alam yang bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang adil dan setara.


[1] http://sumsel.tribunnews.com/2018/09/24/kasus-sengketa-lahan-di-sumsel-paling-banyak-di-palembang-bpn-minta-pemda-tetapkan-batas-wilayah

Tags: HutanLBHSolidaritas Perempuan PalembangWALHI
ShareTweetPin

Related Posts

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

May 20, 2026
“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

May 18, 2026
Kalau Nggak Merasa Aman, Bagaimana Mau Maksimal? Ini yang Dibutuhkan Perempuan di Tempat Kerja

Kalau Nggak Merasa Aman, Bagaimana Mau Maksimal? Ini yang Dibutuhkan Perempuan di Tempat Kerja

May 14, 2026
Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

May 12, 2026
Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

May 11, 2026
Grafis Judi Onlien dan Dampaknya Bagi Masyarakat Indonesia

Mesin Penghisap Uang Rakyat

May 10, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In