• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, March 1, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Mengejar Green Card: Upaya BP TC-UGGp Memulihkan Status Geopark Toba

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
February 14, 2025
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Medan – Suasana di Kantor Gubernur Sumatera Utara terasa lebih serius dari biasanya. Dalam sebuah pertemuan resmi, Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TC-UGGp) menyerahkan draft dokumen revalidasi kepada Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, M Armand Effendy Pohan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar untuk mengembalikan status “green card” yang sempat terganjal dua tahun lalu.

“Saya gembira menerima draft ini sebagai bukti kerja cepat BP TC-UGGp yang baru dikukuhkan seminggu lalu,” ujar Armand Effendy Pohan, penuh semangat. Ia menegaskan bahwa waktu yang tersedia untuk memenuhi persyaratan UNESCO tidaklah banyak, sehingga sinergi dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menjadi sangat krusial.

RelatedPosts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

Proses revalidasi ini bukan sekadar formalitas administrasi. Setelah mendapat penilaian “yellow card” pada 2023, Toba Caldera Geopark diberi waktu dua tahun untuk memperbaiki sejumlah rekomendasi dari UNESCO. Jika tidak lolos dalam revalidasi kali ini, status geopark tersebut bisa terancam.

Armand juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai tahapan revalidasi ini. “Banyak yang belum memahami bahwa geopark bukan sekadar destinasi wisata, tetapi lebih luas—meliputi konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kita harus memastikan bahwa masyarakat memahami konsep ini agar bisa ikut berkontribusi,” jelasnya.

Menurut Tikwan Raya Siregar, Manager Divisi Kerjasama, Promosi, dan Publikasi BP TC-UGGp, draft revalidasi ini masih harus melalui beberapa tahapan sebelum dikirim ke UNESCO. Setelah diverifikasi di tingkat kementerian, dokumen akan diperiksa oleh staf ahli sebelum akhirnya diunggah ke sistem UNESCO paling lambat akhir Februari 2025.

Setelah itu, barulah tim assessor UNESCO akan melakukan uji faktual ke Toba Caldera Geopark pada pertengahan tahun ini. Hasilnya akan menentukan apakah Toba Caldera kembali mendapatkan “green card” atau harus berjuang lebih keras lagi.

Sebagai salah satu dari 10 UNESCO Global Geopark di Indonesia, Toba Caldera memegang peran penting dalam jaringan geopark dunia. Pengakuan internasional ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga peluang besar bagi daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Namun, status bergengsi ini harus dipertahankan dengan kerja nyata. Mekanisme revalidasi setiap empat tahun menjadi ujian apakah suatu geopark masih layak menyandang nama UNESCO Global Geopark atau tidak. Bagi Toba Caldera, ini adalah kesempatan kedua untuk membuktikan kelayakannya.

Dengan optimisme dan kerja keras, Sumatera Utara berharap bisa kembali mengibarkan “green card” di panggung internasional. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya—mampukah Toba Caldera Geopark menjawab tantangan ini? (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

Ramadan 2026: Saat Modest Fashion Tak Lagi Sekadar Tren, tapi Kebutuhan Gaya Hidup

February 26, 2026
Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

Kurt Cobain Ramai Lagi: Antara Teori Konspirasi, Meme, dan Generasi Anti Baper

February 25, 2026
Image by freepik

Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Biar Mobil Nggak “Ngambek” Saat Lebaran

February 25, 2026
Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

Kesenjangan Paparan AI Kian Melebar, 86persen Organisasi Terancam Risiko Rantai Pasok dan Kredensial Cloud “Hantu”

February 24, 2026
Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

Saat Jaringan Menjadi Nyawa: Catatan dari Sebuah Sidang di Timur

February 22, 2026
Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

Diam yang Berdaulat: Stoikisme, Tuhan, dan Kembali ke Diri

February 8, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Kelas Anak Usia Dini Jadi Laboratorium Kreativitas: Gagasan Prof. Farida Mayar di Hari Pengukuhannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In