• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Sunday, June 14, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Mengejar Green Card: Upaya BP TC-UGGp Memulihkan Status Geopark Toba

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
February 14, 2025
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Medan – Suasana di Kantor Gubernur Sumatera Utara terasa lebih serius dari biasanya. Dalam sebuah pertemuan resmi, Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TC-UGGp) menyerahkan draft dokumen revalidasi kepada Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, M Armand Effendy Pohan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar untuk mengembalikan status “green card” yang sempat terganjal dua tahun lalu.

“Saya gembira menerima draft ini sebagai bukti kerja cepat BP TC-UGGp yang baru dikukuhkan seminggu lalu,” ujar Armand Effendy Pohan, penuh semangat. Ia menegaskan bahwa waktu yang tersedia untuk memenuhi persyaratan UNESCO tidaklah banyak, sehingga sinergi dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menjadi sangat krusial.

RelatedPosts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

PENAWARAN IKLAN

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

Proses revalidasi ini bukan sekadar formalitas administrasi. Setelah mendapat penilaian “yellow card” pada 2023, Toba Caldera Geopark diberi waktu dua tahun untuk memperbaiki sejumlah rekomendasi dari UNESCO. Jika tidak lolos dalam revalidasi kali ini, status geopark tersebut bisa terancam.

Armand juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai tahapan revalidasi ini. “Banyak yang belum memahami bahwa geopark bukan sekadar destinasi wisata, tetapi lebih luas—meliputi konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kita harus memastikan bahwa masyarakat memahami konsep ini agar bisa ikut berkontribusi,” jelasnya.

Menurut Tikwan Raya Siregar, Manager Divisi Kerjasama, Promosi, dan Publikasi BP TC-UGGp, draft revalidasi ini masih harus melalui beberapa tahapan sebelum dikirim ke UNESCO. Setelah diverifikasi di tingkat kementerian, dokumen akan diperiksa oleh staf ahli sebelum akhirnya diunggah ke sistem UNESCO paling lambat akhir Februari 2025.

Setelah itu, barulah tim assessor UNESCO akan melakukan uji faktual ke Toba Caldera Geopark pada pertengahan tahun ini. Hasilnya akan menentukan apakah Toba Caldera kembali mendapatkan “green card” atau harus berjuang lebih keras lagi.

Sebagai salah satu dari 10 UNESCO Global Geopark di Indonesia, Toba Caldera memegang peran penting dalam jaringan geopark dunia. Pengakuan internasional ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga peluang besar bagi daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Namun, status bergengsi ini harus dipertahankan dengan kerja nyata. Mekanisme revalidasi setiap empat tahun menjadi ujian apakah suatu geopark masih layak menyandang nama UNESCO Global Geopark atau tidak. Bagi Toba Caldera, ini adalah kesempatan kedua untuk membuktikan kelayakannya.

Dengan optimisme dan kerja keras, Sumatera Utara berharap bisa kembali mengibarkan “green card” di panggung internasional. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya—mampukah Toba Caldera Geopark menjawab tantangan ini? (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

June 13, 2026
PENAWARAN IKLAN

PENAWARAN IKLAN

June 13, 2026

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

May 20, 2026
“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

May 18, 2026
Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

May 12, 2026
Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

May 11, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In