• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Thursday, March 26, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Toba Caldera UNESCO Global Geopark: Antara Kartu Hijau dan Ancaman Kartu Merah

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
March 2, 2025
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Sumatra Utara – Di tengah lanskap indah Kaldera Toba, selembar kartu dari UNESCO mengundang polemik. Masyarakat sekitar, yang selama ini hidup berdampingan dengan alamnya, tak pernah membayangkan bahwa konsep “geopark” akan menjadi topik hangat.

Namun, sejak status Toba Caldera sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark ditetapkan, isu tata kelola kawasan ini menjadi sorotan, terutama setelah badan pengelolanya mendapat “kartu kuning” dari UNESCO—peringatan yang berpotensi berujung pada pencabutan status bergengsi ini.

RelatedPosts

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TC-UGGp), yang dibentuk Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sejatinya bertugas menjaga keberlanjutan ekologi, geologi, dan budaya di kawasan ini.

Baca juga : Kaldera Toba: Empat Dimensi Perspektif Ungkap Keindahan dan Tantangan Alam serta Budaya

Namun, realitas di lapangan berkata lain. Banyak pihak menilai badan ini lamban, tidak efektif, bahkan kehilangan arah dalam menjalankan misinya. Akibatnya, bukannya menjadi pusat pemberdayaan dan edukasi, geopark ini justru terancam kehilangan statusnya di mata dunia.

Menyikapi kondisi ini, jaringan aktivis dan komunitas yang peduli terhadap Danau Toba berkumpul dalam sebuah diskusi terbuka yang diadakan oleh Rumah Karya Indonesia di Medan. Mengusung tema “Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Kartu Hijau atau Kartu Merah?”, forum ini menjadi ajang refleksi dan kritik terhadap pengelolaan kawasan tersebut.

“Kita dulu bisa melakukan banyak hal di kawasan Danau Toba tanpa embel-embel geopark. Sekarang, seolah-olah semua menjadi lebih sulit, bahkan citra kawasan ini terlihat buruk,” ujar Jhon Robert Simanjuntak dari Rumah Karya Indonesia.

Baca juga : Merajut Kolaborasi: 100 Pakar Bersatu Demi Green Card UNESCO untuk Toba Caldera

Diskusi yang dipandu Avena Matondang ini menghadirkan Corry Panjaitan, mantan pengurus Badan Pengelola Geopark, yang mengupas berbagai aspek historis, sosiologis, dan kultural yang melatarbelakangi kondisi ini.

Kritik utama mengarah pada lemahnya tata kelola, kurangnya independensi, serta minimnya keterlibatan masyarakat lokal dalam kebijakan yang berdampak langsung pada mereka.

Menariknya, pengurus baru BP TC-UGGp turut hadir untuk mendengar langsung aspirasi publik. General Manager BP TC-UGGp, Azizul Kholis, dalam pernyataannya menegaskan komitmennya untuk memperbaiki pengelolaan geopark ini.

Baca juga : Pemprov Sumut Serahkan Dokumen Revalidasi Toba Caldera ke KNIU, Langkah Penting Menuju Penilaian UNESCO

“Kita harus menutup lembaran lama dan belajar dari kesalahan. Kami ingin bekerja lebih baik dan lebih transparan, dengan melibatkan komunitas dalam setiap langkah yang diambil,” ujar Azizul, didampingi manajer divisi lainnya.

Rumah Karya Indonesia berencana melanjutkan diskusi-diskusi tematik mengenai geopark ini, dengan harapan transparansi dan kolaborasi menjadi kunci dalam pengelolaan kawasan Danau Toba.

Sementara itu, BP TC-UGGp berjanji akan menggelar forum khusus untuk memaparkan rencana kerja mereka ke depan.

Kini, pertanyaannya tinggal satu: akankah Kaldera Toba berhasil mempertahankan statusnya dan mendapatkan “kartu hijau”, atau justru akan menerima “kartu merah” yang berujung pada pencoretan dari daftar UNESCO Global Geopark? Jawabannya ada pada langkah yang diambil oleh para pemangku kepentingan—terutama mereka yang bertanggung jawab atas kawasan ini. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

March 16, 2026
Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

March 12, 2026
Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

March 16, 2026
Imlek 2026 dan Peta Baru Wisata Domestik: Ketika Batam Mencuri Perhatian

Imlek 2026 dan Peta Baru Wisata Domestik: Ketika Batam Mencuri Perhatian

March 23, 2026
Duduk Berjam-jam di Mobil Saat Mudik? Begini Cara Menyiapkan Tubuh Agar Tetap Fit

Duduk Berjam-jam di Mobil Saat Mudik? Begini Cara Menyiapkan Tubuh Agar Tetap Fit

March 10, 2026
Saat Ramadan Mengetuk Pintu, Likuiditas Jadi Kunci: BRI Finance Tawarkan Solusi Dana Tunai Jelang Mudik

Saat Ramadan Mengetuk Pintu, Likuiditas Jadi Kunci: BRI Finance Tawarkan Solusi Dana Tunai Jelang Mudik

March 3, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In