• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Tuesday, June 23, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Hukum

Aksi 1000 Caping KNARA 22 Juni 2026: Tuntut Reforma Agraria Jadi Fondasi Kedaulatan Pangan, Desak Badan Nasional Sampai One Map Policy

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
June 22, 2026
in Hukum
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id – Jakarta, 22 Juni 2026 – Koalisi Nasional Reforma Agraria – KNARA menggelar Aksi Nasional 1000 Caping dan Cor badan petani, buruh tani, dan masyarakat adat di Istana Negara, DPR RI, dan Kementerian/Lembaga Negara mulai 22 Juni 2026 sampai menang.

RelatedPosts

BPA Kejaksaan RI Gelar Pemusnahan Barang Sita Ekekusi 14 Buah Jam Tangan dari Terpidana Jimmy Sutopo

Salah Tembak Marinir TNI AL Keluarga Korban Desak Tranparansi dan Tanggungjawab Negara

Akamsi Dideklarasikan di Yogyakarta untuk Perkuat Solidaritas Advokat Indonesia

Tuntutan: Lawan Kaum Serakahnomics, Tegakkan Pasal 33 UUD 1945, Laksanakan UUPA No 5/1960, Bentuk Badan Nasional Reforma Agraria, Tanah Sebesar-besarnya untuk Kemakmuran Rakyat.

Krisis Global & Darurat Agraria: Negara Harus Hadir Kuat
KNARA menilai Indonesia di persimpangan sejarah. Di tengah perang dagang, fragmentasi ekonomi, konflik Timur Tengah, gangguan Selat Hormuz, dan gejolak harga energi-pangan global, Indonesia tidak boleh bergantung pada pasar global semata.

“Negara harus hadir lebih kuat melindungi rakyat, menjaga stabilitas nasional, memastikan kebutuhan dasar tidak ditentukan pasar internasional atau korporasi global,” tegas KNARA.

Di dalam negeri, Indonesia menghadapi darurat agraria. Ketimpangan penguasaan tanah tertinggi di dunia. Jutaan petani lahan sempit/tidak bertanah, sementara tanah berskala besar memagari. Konflik agraria = kriminalisasi, penggusuran, kekerasan, hingga korban jiwa.

“Darurat agraria bukan hanya menjaga tanah. Ini soal ketahanan pangan, energi, lingkungan, keadilan sosial, dan keamanan nasional,” ujar KNARA.

Reforma Agraria Adalah Fondasi Kedaulatan Pangan & Energi
KNARA dukung agenda *kedaulatan & energi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tapi tegas: swasembada tidak cukup lewat menaikkan produksi. Akar masalahnya harus beres dulu: ketimpangan tanah, konflik agraria, tumpang tindih izin, tanpa kepastian hukum.

“Bagaimana mungkin petani diminta meningkatkan produksi kalau hidup di bawah ancaman penggusuran & kriminalisasi? Bagaimana masyarakat adat menjaga hutan kalau wilayah adatnya belum diakui hukum?”

Kesimpulan KNARA: Reforma Agraria bukanlah agenda yang terpisah. Reforma Agraria adalah fondasi utama yang menentukan keberhasilan/gagalnya kelangsungan pangan, energi, dan ekonomi nasional. Kepastian hak tanah = rasa aman berproduksi = investasi rakyat naik = ekonomi desa kuat.

“Pada akhirnya, kedaulatan nasional bukan hanya soal kuat menghadapi tekanan global. Tapi soal kuatnya negara lindungi rakyat, jamin hak tanah, dan pastikan kekayaan alam dipakai sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” tegas KNARA.

5 Strategi Tuntutan & Solusi KNARA ke Pemerintahan Prabowo
Untuk mewujudkan kedaulatan, KNARA minta negara:
1. Selesaikan konflik agraria menyeluruh dan percepat redistribusi tanah ke rakyat
2. Akui & lindungi hak masyarakat adat atas wilayah kelolanya turun-temurun
3. Tindak penguasaan tanah tidak berkeadilan & berikan kepastian hukum tanah rakyat
4. Terapkan Kebijakan Satu Peta – Satu peta agraria untuk menutup tumpang tindih pertanahan-kehutanan-desa
5. Bentuk Badan Nasional Reforma Agraria* di bawah komando Presiden, kekuasaan eksekutorial. GTRA/badan ad-hoc selama ini dinilai tidak cukup

“Tanpa keadilan agraria, kedaulatan pangan dan energi akan sulit berdiri kokoh. Dengan reforma agraria yang sungguh-sungguh, Indonesia punya fondasi kuat jadi bangsa berdaulat, mandiri, adil, sejahtera,” tutup KNARA.

ShareTweetPin

Related Posts

BPA Kejaksaan RI Gelar Pemusnahan Barang Sita Ekekusi 14 Buah Jam Tangan dari Terpidana Jimmy Sutopo

BPA Kejaksaan RI Gelar Pemusnahan Barang Sita Ekekusi 14 Buah Jam Tangan dari Terpidana Jimmy Sutopo

May 21, 2026
Salah Tembak Marinir TNI AL Keluarga Korban Desak Tranparansi dan Tanggungjawab Negara

Salah Tembak Marinir TNI AL Keluarga Korban Desak Tranparansi dan Tanggungjawab Negara

April 2, 2026
Akamsi Dideklarasikan di Yogyakarta untuk Perkuat Solidaritas Advokat Indonesia

Akamsi Dideklarasikan di Yogyakarta untuk Perkuat Solidaritas Advokat Indonesia

February 14, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In