• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Friday, March 27, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Bahaya! 50 Waduk di Mojokerto Kering!

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
August 20, 2019
in Nasional
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Reporter : Purnomo

MOJOKERTO, MAKRONESIA.id – Musim kemarau yang cukup lama mengakibatkan sekitar 50 lebih waduk dari 60 waduk di Kabupaten Mojokerto kering. Waduk yang mengering tersebut tersebar di utara wilayah sungai Brantas, 11 waduk di Kecamatan Jetis, 18 waduk di Kemlagi, dan 21 waduk tersebar di Kecamatan Dawarblandong.

RelatedPosts

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini menegaskan, kemarau panjang yang terjadi tahun ini juga berimbas terhadap penyusutan air di sejumlah waduk. “Hasil pemetaan BPBD mencatat ada 50-an waduk yang mengering,” ungkapnya, Selasa (20/8/2019).

Musim kemarau panjang berpengaruh pada bencana kekeringan yang sudah menjadi langganan setiap tahunnya. Di tiga kecamatan, yakni Jetis, Kemlagi dan Dawarblandong tidak turun hujan sehingga berpengaruh pada menyusutnya air di sejumlah waduk di tiga kecamatan tersebut.

“Tanah waduk juga retak-retak karena tidak ada suplai air. Ditambah cuaca sekarang ini cukup panas. Padahal air waduh biasanya dimanfaatkan warga untuk mencukupi kebutuhan hewan piaraan dan lahan pertanian. Sebanyak 50 lebih waduk tersebut dengan total luasan waduk yang terdampak sekitar 50-55 hektare,” katanya.

Selain dropping air bersih sebagai upaya tanggap darurat, BPBD juga terus mendorong Organiasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dalam hal ini, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan minigasi struktural dalam bentuk civil teknis dan vegetative.
“Yakni melakukan normalisasi pengerukan serta perbaikan fisik waduk, utamanya yang ada di utara sungai. Selain itu, kita juga melakukan reboisasi yang berfungsi menyimpan air, seperti bambu petung, mahoni dan lainnya. BMKG memprediksi kekeringan masih terjadi hingga Oktober mendatang,” tegasnya.

Zaini menambahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi kekeringan di Kabupaten Mojokerto terjadi hingga bulan Oktober mendatang. Sehingga Pemkab Mojokerto meningkatkan status menjadi tanggap darurat bencana kekeringan melalui SK Wakil Bupati Mojokerto.

Tags: MojokertoWaduk
ShareTweetPin

Related Posts

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

Bukan Kolak atau Gorengan, Takjil Ini Mendadak Ramai Dibagikan di Masjid Saat Ramadan

March 16, 2026
Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

Ramadan 2026: Ajaib Group Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Panti, Tegaskan Komitmen Sosial Perusahaan

March 12, 2026
Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

Hari Perempuan Internasional 2026: Hitachi Vantara Soroti Pentingnya Membuka Jalan Kepemimpinan bagi Perempuan di Industri Teknologi

March 16, 2026
Maybank Syariah Salam Festival 2026: Maybank Indonesia Salurkan Bantuan Rp1,98 Miliar dari Ramadan hingga Idul Adha

Maybank Syariah Salam Festival 2026: Maybank Indonesia Salurkan Bantuan Rp1,98 Miliar dari Ramadan hingga Idul Adha

March 12, 2026
Saat Ramadan Mengetuk Pintu, Likuiditas Jadi Kunci: BRI Finance Tawarkan Solusi Dana Tunai Jelang Mudik

Saat Ramadan Mengetuk Pintu, Likuiditas Jadi Kunci: BRI Finance Tawarkan Solusi Dana Tunai Jelang Mudik

March 3, 2026
Menakar Momentum, BRI Finance Siapkan Obligasi Rp500 Miliar untuk Akselerasi Semester II-2026

Menakar Momentum, BRI Finance Siapkan Obligasi Rp500 Miliar untuk Akselerasi Semester II-2026

March 3, 2026

POPULAR

  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LindungiHutan Dorong Aksi Nyata untuk Lingkungan di Hari Bumi 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Tanpa Drama: 7 Tips Agar Mobil Nggak Ngambek Saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Digital
  • Budaya
  • Hiburan
  • Ragam

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2025 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In