• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Monday, June 15, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Bitcoin Menembus US$68.000: Arus Dana ETF dan Politika AS Picu Kenaikan Harga

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
October 22, 2024
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta – Bitcoin (BTC) terus melanjutkan tren kenaikannya dengan harga yang menembus US$68.000, setara dengan sekitar Rp1,056 miliar.

Penguatan ini dipicu oleh arus masuk dana dari Exchange-Traded Fund (ETF) serta spekulasi meningkatnya peluang Donald Trump untuk kembali terpilih dalam pemilu AS, yang dapat mengubah lanskap regulasi kripto.

RelatedPosts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

PENAWARAN IKLAN

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

Pada hari Senin, 21 Oktober, BTC mencatatkan kenaikan 0,77%, menambah lonjakan 5,36% dari hari sebelumnya. Ini menjadi momen penting, karena harga Bitcoin berhasil menembus angka US$68.000 untuk pertama kalinya sejak 29 Juli lalu.

Menurut Fyqieh Fachrur, seorang trader dari Tokocrypto, berita tentang potensi perubahan regulasi kripto di AS semakin memanaskan pasar. Jika Trump terpilih kembali, ada kemungkinan ia akan membongkar hambatan regulasi kripto.

Pernyataan ini didasarkan pada pernyataan anggota Kongres, Bryan Donalds, yang menyebut Trump berpotensi memberhentikan Gary Gensler, Ketua SEC, pada hari pertama jabatannya.

Dalam beberapa hari terakhir, platform taruhan Polymarket melaporkan bahwa peluang kemenangan Trump dalam Pemilu Presiden AS meningkat dari 54,7% menjadi 58,5%. “Kemenangan Trump dianggap positif bagi BTC, karena investor mengharapkan regulasi yang lebih longgar,” ujar Fyqieh.

Tak hanya spekulasi politik, arus masuk dana ETF BTC-spot di AS juga menunjukkan tren positif. Pada 14 Oktober, total arus masuk bersih tercatat sebesar US$371 juta, dengan beberapa ETF, seperti Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) dan Bitwise Bitcoin ETF (BITB), menunjukkan aktivitas signifikan.

Selama tiga hari terakhir, total arus masuk bersih mencapai lebih dari US$65 juta, menandakan kepercayaan investor terhadap potensi kenaikan harga BTC ke depan.

Meskipun tren saat ini positif, Fyqieh mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap risiko, seperti potensi penjualan besar-besaran BTC oleh pemerintah AS, yang memegang lebih dari 203.000 BTC. Jika pemerintah memutuskan untuk menjual, harga Bitcoin bisa terkena dampak signifikan.

Namun, sentimen positif terkait kebijakan suku bunga Federal Reserve dan tren arus masuk ETF dapat meredam kekhawatiran ini.

“Jika regulasi AS berubah menjadi lebih ramah terhadap kripto, kita mungkin akan melihat lonjakan harga Bitcoin yang lebih agresif. Investor harus terus mengikuti perkembangan ini dan memanfaatkan momentum yang ada,” tambah Fyqieh.

Investor diingatkan untuk mempertimbangkan sentimen terhadap kebijakan suku bunga Fed, Pemilihan Presiden AS, dan arus pasar ETF BTC-spot. Jika BTC berhasil menembus level tertinggi di US$68.387, level resistensi berikutnya di US$69.000 akan menjadi target selanjutnya, yang bisa membuka peluang bagi harga mencapai US$70.000 atau sekitar Rp1,08 miliar. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

June 13, 2026
PENAWARAN IKLAN

PENAWARAN IKLAN

June 13, 2026

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

May 20, 2026
“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

May 18, 2026
Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

May 12, 2026
Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

May 11, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In