• Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Monday, June 15, 2026
MAKRONESIA.ID
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
    • Mikro
    • Makro
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Makronesia.id
No Result
View All Result
Home Feature

Industri Aset Kripto Indonesia Menunjukkan Lonjakan Transaksi yang Mengesankan pada 2024

Redaksi Makronesia by Redaksi Makronesia
November 26, 2024
in Feature
0 0
0
Share on FacebookShare on Twitter

Makronesia.id, Jakarta — Industri aset kripto di Indonesia mencatatkan prestasi gemilang pada tahun 2024, dengan total transaksi mencapai angka fantastis Rp475,13 triliun sepanjang periode Januari hingga Oktober. Angka ini mencerminkan lonjakan signifikan sebesar 352,89% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat hanya Rp104,91 triliun. Bahkan, transaksi aset kripto tahun ini sudah melampaui total transaksi selama dua tahun terakhir, yakni Rp306,4 triliun pada 2022 dan Rp149,3 triliun pada 2023.

Menurut Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kasan, lonjakan ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan transaksi, tetapi juga semakin populernya aset kripto di kalangan masyarakat Indonesia. “Peningkatan transaksi ini menunjukkan bahwa perdagangan aset kripto menjadi pilihan yang semakin diminati oleh masyarakat kita,” ungkap Kasan.

RelatedPosts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

PENAWARAN IKLAN

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

Selain transaksi yang meningkat pesat, jumlah pelanggan aset kripto juga mengalami kenaikan yang signifikan. Hingga Oktober 2024, tercatat 21,63 juta pelanggan terdaftar, dengan 716 ribu di antaranya aktif bertransaksi melalui tujuh platform Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) yang telah memperoleh lisensi resmi. Di bulan Oktober, aset kripto yang paling diminati antara lain Tether (USDT), Ethereum (ETH), Bitcoin (BTC), Pepe (PEPE), dan Solana (SOL).

Dari sisi penerimaan negara, sektor kripto juga turut memberikan kontribusi signifikan. Pajak dari transaksi aset kripto sejak 2022 hingga Oktober 2024 tercatat mencapai Rp942,88 miliar, yang menunjukkan potensi besar dalam mendongkrak ekonomi nasional. “Dengan meningkatnya jumlah pelanggan dan transaksi, sektor kripto dapat menjadi salah satu sumber penerimaan negara yang strategis, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar kripto terbesar di dunia,” tambah Kasan.

Oktober 2024 menjadi bulan penting bagi pasar kripto, baik di Indonesia maupun secara global. CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, mencatat bahwa kondisi ekonomi makro yang positif, seperti penurunan suku bunga The Fed di Amerika Serikat dan kebijakan pelonggaran ekonomi di China, memberikan sentimen optimistis yang mendorong arus modal masuk ke dalam stablecoin dan aset utama seperti Bitcoin.

Bitcoin sendiri mencetak rekor baru dengan harga yang sempat menyentuh $72.000, dan bahkan mencapai harga tertinggi sepanjang masa pada 22 November, yakni $99.551 (sekitar Rp1,58 miliar). Lonjakan ini dipicu oleh arus investasi melalui ETF Bitcoin dan akumulasi besar dari investor institusional, yang mencapai titik tertinggi dalam empat tahun terakhir. Di sisi lain, popularitas meme coin berbasis AI seperti PEPE juga menjadi perhatian utama para investor menjelang musim pemilu.

“Tren global yang positif ini sangat menguntungkan bagi pasar kripto di Indonesia. Peningkatan harga Bitcoin dan sentimen yang optimistis semakin memperkuat posisi aset digital sebagai instrumen investasi utama,” ujar Iqbal. Ia juga mencatat bahwa kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS memberikan dampak psikologis yang besar, di mana investor memandang peluang dari regulasi global yang lebih ramah terhadap aset digital.

Namun, Iqbal juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berinvestasi. “Volatilitas pasar kripto tetap harus diperhatikan. Investor harus fokus pada diversifikasi portofolio dan pengelolaan risiko untuk menghindari spekulasi berlebihan,” tegasnya.

Pertumbuhan pesat industri kripto ini semakin didorong oleh regulasi baru yang diterbitkan oleh Bappebti, yakni Peraturan Bappebti Nomor 9 Tahun 2024. Regulasi ini memungkinkan investor institusional untuk berpartisipasi di pasar kripto Indonesia, yang diperkirakan akan melipatgandakan volume transaksi dalam beberapa tahun ke depan. Keterlibatan investor institusional diharapkan dapat membawa dampak positif, baik dalam hal investasi, penciptaan lapangan kerja, maupun pertumbuhan ekonomi.

Wan Iqbal menyambut baik regulasi ini dan menyatakan bahwa kebijakan Bappebti yang proaktif akan memperkuat ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. “Kami di Tokocrypto sangat mendukung perkembangan industri kripto di Indonesia. Kehadiran investor institusional akan meningkatkan kepercayaan terhadap pasar kripto kita,” tambah Iqbal.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun industri yang inklusif dan berdaya saing. “Dengan regulasi yang jelas, pengawasan yang ketat, dan literasi masyarakat yang terus ditingkatkan, kami yakin Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam pasar kripto global,” tutupnya.

Dengan lonjakan transaksi dan pertumbuhan pelanggan yang pesat, serta dukungan regulasi yang semakin kuat, industri aset kripto Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk tumbuh lebih besar lagi di masa depan. (EHS-01)

ShareTweetPin

Related Posts

Budi Alimuddin : Media dan Public Relations Eksperts!

June 13, 2026
PENAWARAN IKLAN

PENAWARAN IKLAN

June 13, 2026

“Bangunlah Jiwanya: Kebangkitan yang Kita Nyanyikan tapi Lupa Menjalani”

May 20, 2026
“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

“Garuda di Dadaku” Balik Lagi, Tapi Kini Rasanya Lebih Ngena ke Anak Muda yang Lagi Cari Mimpi

May 18, 2026
Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

Wajah Tanpa Nama di Ruang Sidang

May 12, 2026
Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026 — Drama Keluarga Terbaru Baim Wong Dibintangi Reza Rahadian & Christine Hakim

May 11, 2026

POPULAR

  • Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    Sepak Terjang dan Profil Dirut PLN Darmawan Prasodjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profesor dan Doktor Politeknik Negeri Padang Bacakan Puisi “Kampus Limau Manis”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balaraja City Square Bangkit Kembali Bangun Pasar Laris SAIMAN Untuk Pedagang Dan Pengusaha Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Sukses Grounds Studio Brand Fashion Asal Bandung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politeknik Negeri Padang Gelar Pelatihan IELTS, Bahasa Jepang, Mandarin, Arab, dan Prancis untuk Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Tekno
  • Digital Life
  • Ragam
  • Pendidikan

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

No Result
View All Result
  • Home
  • Indeks Berita
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Login

© 2026 Makronesia.id - Support By eyepeMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In